Oleh : Reza Pahlevi )*

Pelaksanaan sekolah tatap muka tetap menunggu semua pelajar selesai mendapatkan vaksin. Hal ini diperlukan untuk melindungi siswa dari penularan Covid-19 dan mengganggu tren positif pengendalian virus Corona.

Saat pandemi sekolah masih dilaksanakan di rumah. Pemerintah belum mengizinkan untuk dibuka kembali karena para murid yang rata-rata masih kecil rawan tertular corona. Apalagi banyak dari mereka yang belum divaksin. Para orang tua diharap lebih sabar dalam mendampingi anak-anaknya selama pembelajaran daring.

Pandemi membuat kita harus beradaptasi akan berbagai hal. Kerja dilakukan dari rumah, sekolah juga dilaksanakan secara online. Terhitung hampir 3 semester anak-anak belajar daring dan mereka melakukan studi via Zoom, Google Meet, dan mengerjakan tugas via WA, email, atau Google form.

Saat tahun ajaran baru 2021 para orang tua berharap anak-anaknya bisa masuk sekolah lagi alias pembelajaran tatap muka. Namun pemerintah memutuskan bahwa ada penundaan lagi. Penyebabnya walau mayoritas para guru sudah mendapatkan vaksin, tetapi para murid banyak yang belum mendapatkannya. Vaksinasi untuk remaja (12 tahun ke atas) masih belum sebanyak vaksinasi untuk dewasa.

Pemerintah mempertimbangkan untuk menunda pembukaan sekolah karena jumlah murid lebih banyak daripada jumlah guru. Yang dipikirkan adalah keselamatan siswa, sehingga jangan sampai ada klaster corona yang terbentuk. Nyawa mereka lebih berharga sehingga sekolah dari rumah durasinya tetap diperpanjang.
Nanti jika para murid sudah divaksin, sekolah akan dibuka secara bertahap. Dalam artian, rencananya masuk seminggu 3 kali saja, karena kapasitas kelas dikurangi 50% untuk mencegah kerumunan. Sehingga pembelajaran tidak 100% tatap muka tetapi hybird alias setengah online setengah offline.

Selain itu ada peraturan yang lebih ketat selama pembelajaran tatap muka di tengah pandemi. Para murid, guru, sampai karyawan di sekolah wajib pakai masker (bukan hanya face shield). Saat akan masuk, mereka wajib mencuci tangan dan membawa hand sanitizer, serta menjaga jarak antar murid. Mereka juga tidak boleh jajan di kantin, tetapi wajib membawa bekal agar lebih higienis dan mencegah kerumunan saat membeli camilan.

Jika hanya murid yang sudah divaksin yang boleh sekolah tatap muka, maka siswa yang masih SD dan TK masih melanjutkan belajar daring. Penyebabnya karena usia mereka masih di bawah 12 tahun dan saat ini belum ada vaksin corona di Indonesia yang tersedia untuk mereka. Nanti jika sudah ada vaksin untuk anak-anak, bahkan balita, SD dan TK baru boleh dibuka lagi.

Gubernur Daerah Istimewa Jogjakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X juga belum mengizinkan proses belajar tatap muka di wilayahnya. Izin baru diberikan ketika seluruh siswa sudah disuntik vaksin Covid. Resiko untuk sekolah offline masih terlalu besar untuk anak-anak. Dalam artian, larangan ini demi kesehatan para murid, jadi orang tuanya wajib bersabar dalam mendampingi mereka belajar online.

Sri Sultan Hamengkubuwono X menambahkan, walau sekolah masih ditutup tetapi ada upaya untuk mempercepat pembukaannya. Caranya dengan menggencarkan vaksinasi untuk para pelajar. Sehingga mereka akan mendapatkan imunitas dan saat semuanya sudah disuntik, baru sekolah akan dibuka lagi.
Sekolah tatap muka memang ditunggu-tunggu, terutama oleh para ibu. Penyebabnya karena tidak semuanya bisa dengan full menemani anak-anak belajar di rumah, karena harus bekerja di kantor (jika bekerja di sektor essensial). Namun bisa disiasati dengan memanggil guru pendamping atau mengikutkan anak-anak di bimbingan belajar online.

Pembukaan sekolah tatap muka masih belum tahu direncanakan bulan apa, karena menunggu vaksinasi untuk pelajar selesai 100%. Jangan nekat membuka sekolah dengan alasan ini dan itu, karena takut ada klaster corona baru. Ingatlah bahwa kasus Covid di Indonesia masih tinggi (di atas 10.000 orang per hari) jadi bersabar saja dan beajar dari rumah.

)* Penulis adalah kontributor Pertiwi Institute

Oleh : Abdul Razak )*

Pendukung Rizieq Shihab akan berdemo pada senin, 30 Agustus 2021 guna menuntut pembebasan Rizieq. Masyarakat tentu menentang demonstrasi karena akan menyebabkan kluster baru Covid-19 dan menghambat penanganan Covid-19 nasional.

Rizieq Shihab yang tersangkut kasus kerumunan di masa pandemi dan kebohongan tes swab harus dipenjara selama 4 tahun. Namun lagi-lagi pendukungnya berulah dengan merencanakan unjuk rasa pada tanggal 30 Agustus 2021. Mereka sesumbar akan mengumpulkan massa yang terdiri dari ribuan orang dan menuntut agar Rizieq dibebaskan dari dalam bui.

Rencana pendukung Rizieq tentu ditentang keras karena seseorang tidak bisa dikeluarkan dari dalam penjara, hanya dengan unjuk rasa yang dilakukan oleh fansnya. Bukan seperti ini peraturan di Indonesia. Jika ada artis yang kena kasus dan pendukungnya berunjuk rasa, lalu ia dibebaskan, maka akan terjadi kekacauan dan ketimpangan sosial. Tidak bisa seenaknya seperti ini.

Saat ada rencana demo maka masyarakat juga jadi heran, apakah para pendukung Rizieq tidak memahami hukum sama sekali? Jika saja mereka rajin membaca buku dan mengerti tentang hukum walaupun sedikit, tentu tidak akan nekat berdemo. Unjuk rasa hanya bagian dari nafsu untuk membebaskan Rizieq, padahal ia seharusnya berada di dalam bui untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Demo seperti ini patut diwaspadai karena bisa saja disusupi oleh provokator yang tidak mempedulikan larangan dari aparat yang sedang berjaga. Jangan berpikir bahwa peserta unjuk rasa hanya emak-emak, karena bisa jadi ada bapak-bapak dan juga pemuda. Para pendemo bisa saja menyerbu dengan beringas dan tak hanya membawa poster, tetapi juga senjata tajam.

Mengapa sampai ada provokator? Penyebabnya karena demo selalu berlangsung dengan panas, dan ketika pendukung Rizieq terbawa emosi, di sanalah penghasut mulai bekerja. Mereka mulai meneriakkan kata-kata agar mereka terbakar amarahnya lalu bisa saja melakukan berbagai tindakan nekat. Tidak hanya membakar ban bekas tetapi bisa juga melempari gedung dengan batu atau bahkan nekat menyerang petugas.

Oleh karena itu aparat dengan sigap akan mengamankan area di sekitar demo, agar para pengunjuk rasa tidak merangsek dan nekat untuk masuk dan mengeluarkan Rizieq Shihab dari dalam ruangan hukumannya. Bisa jadi disiapkan juga kendaraan lapis baja untuk mengamankan dan mencegah kekacauan, serta membatasi pagar dengan kawat berduri. Di jalan menuju penjara juga dipantau agar pendemo dihalau dan membubarkan diri.

Para pendemo harus dibubarkan karena unjuk rasa di masa pandemi dilarang keras oleh aparat, karena berpotensi menyebabkan klaster Corona baru. Penyebabnya karena pasti ada kerumunan dan mustahil ada demo yang tidak membuat banyak orang jadi bersatu. Mereka juga berpotensi untuk melepas masker karena kegerahan saat berunjuk rasa dan makin berpotensi untuk tertular virus Covid-19.

Apa pendemo tidak takut kena Corona pasca unjuk rasa? Bisa jadi ada salah satu atau banyak OTG dari peserta demo dan terjadi penularan virus Covid-19 secara massal. Ketika akhirnya kena Corona dan merasakan sakitnya selama 2 minggu, apa Rizieq Shihab dan keluarganya mau bertanggung jawab untuk biaya pengobatan? Rasanya amat mustahil. Jadi batalkan saja rencana demo ini.

Rencana demo untuk membebaskan Rizieq Shihab dari dalam bui ditentang keras oleh banyak orang karena melanggar aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Selain itu, demo berpotensi membuat klaster Corona baru sehingga amat rawan penularan virus Covid-19.

)* Penulis adalah warganet tinggal di Bogor

Oleh : Ismail )*

Kelompok radikal terindikasi terus menyebarkan pengaruh dan bermanuver di tengah pandemi Covid-19. Masyarakat pun mendukung pengungkapan aliran dana kelompok teroris guna memberantas paham radikal.
Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menemukan 4.093 Laporan Transaksi Keuangan Mencurigakan (LKTM) Tindak Pidana Pendanaan Terorisme (TPPT). Kepala PPATK Dian Ediana Rae dala keterangan tertulis menuturkan, terdapat 4.093 LTKM terkait pendanaan terorisme dan 172 hasil analisis dan informasi terkait pendanaan terorisme.

Menurut Dian pengungkapan pendanaan terorisme ini memerlukan pendekatan berbeda dari pencucian uang. Sebab, nominalnya cenderung dipecah. Sehinga dalam pengungkapannya perlu pendalaman lebih yang membutuhkan peran dari kawan-kawan kepolisian, BON dan lembaga lainnya agar lebih jelas.

Dian mengatakan PPATK mengusulkan untuk dilakukan amandemen atas undang-undang Nomor 9 Tahun 1961 tentang pengumpulan uang atau barang dan peraturan pemerintah (PP) Nomor 29 tahun 1980 tentang pelaksanaan pengumpulan sumbangan. Guna memaksimalkan upaya bersama mencegah dan memberantas berbagai potensi aktifitas terorisme di Indonesia.

Perubahan tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas atas penggalangan donasi dan bantuan dari masyarakat. Hal tersebut dapat pula mencegah terjadinya polemik di masyarakat terkait sumbangan-sumbangan yang dihimpun oleh pribadi atau perseorangan.

Dian juga memaparkan perlunya audit individu dan/atau entitas yang melakukan penggalangan donasi untuk domestik maupun luar negeri, agar pengawasan aktiftas terorisme lebih optimal. Kemudian, perlu verifikasi lebih lanjut terhadap pihak penerima donasi yang berada di luar negeri. Menurutnya untuk mewujudkan dua hal tersebut dibutuhkan peran Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo). Kementerian tersebut dinilai bisa melakukan pemantauan akun media sosial yang membuka donasi.

Di sisi lain, masyarakat juga perlu lebih berhati-hati dan cermat dalam memberikan maupun menerima sumbangan atau amal. Harus tahu siapa yang memberi dan siapa yang menerima.

Dian memastikan PPATK tidak akan membiarkan teroris menggalang dana dengan mudah di Tanah Air untuk operasional organisasinya. PPATK dapat melaksanakan fungsi analisis, pemeriksaan laporan dan informasi transaksi keuangan yang berindikasi tindak pidana pencucian uang (TPPU) maupun tindak pidana pendanaan terorisme.

Kewenangan PPATK diatur dalam undang-undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan (TPPU) dan Undang-undang Nomor 9 tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pendanaan terorisme. PPATK Juga siap dalam memberikan dukungan penuh dalam mencegah dan memberantas berbagai aktifitas organisasi terorisme di Indonesia melalui pemantauan aliran dana.

Dian menilai, segala sesuatu yang berpotensi mengancam integritas dan keamanan negara harus diantisipasi dan dimitigasi sejak awal, termasuk ancaman paham dan ideologi yang berpotensi masuk ke Indonesia dan mengarah ke radikalisme. Selain itu Densus 88 Antiteror Polri juga telah membongkar pengumpulan dana dari Kelompok teroris Jamaah Islamiyah (JI) sejak 2014. Dana yang terkumpul ternyata telah mencapai ratusan miliar rupiah.

Div Humas Polri Irjen Argo Yuwono dalam keterangan resminya menuturkan, Total aliran dana yang berhasil dikumpulkan melalui bantuan yayasan dan masyarakat sekitar Rp 124 miliar lebih. Argo menyebut Syam Organizer menjadi salah satu yayasan yang memberikan dana tersebut. Dari total Rp 124 miliar dana yang terkumpul, sebanyak Rp 1,2 miliar telah disalurkan ke kelompok Jamaah Islamiyah.

Syam organizer tersebut merupakan yayasan amal milik organisasi JI yang berkantor pusat di Yogyakarta. Tujuan pembentukan Syam Organizer tersebut adalah untuk menggalang dana dengan tujuan untuk menarik simpati masyarakat melalui program kemanusiaan. Selain itu, langkah ini juga diambil untuk menghindari kecurigaan dari aparat.

Syam organizer juga memiliki beberapa cara dalam memperoleh dana. Mulai dari mengedarkan kotak amal ke masyarakat, hingga mendadakan tabungan kurban. Mereka juga mengadakan tabligh akbar yang berkoordinasi dengan takmir masjid dan mengundang ustaz. Dari sana lah mereka menggalang dana secara langsung kepada jemaah yang hadir atau menyebarkan nomor rekening Syam Organizer kepada jamaah.

Sebelumnya, 53 orang terduga teroris telah berhasil diamankan di 11 provinsi Indonesia. Mereka berencana melakukan aksi teror saat Hari Kemerdekaan Indonesia atau 17 Agustus 2021.

Salah satu cara untuk memerangi terorisme adalah menyetop aliran dana yang akan digunakan untuk melancarkan aksi teror mereka, kita juga harus berhati-hati ketika mengisi kotak infak, apakah benar untuk pembangunan masjid, atau justru untuk menunjang operasional aksi teror.

)* Penulis adalah kontributor Lingkar Pers dan Mahasiswa Cikini

Oleh : Moses Waker )*

PON XX dimulai kurang lebih sebulan lagi dan segenap warga Papua sudah siap untuk menyemarakkannya. Pasalnya, baru pertama kali ajang ini diselenggarakan di Bumi Cendrawasih, dan menjadi sebuah kehormatan karena masyarakat di sana menjadi saksi hidup sebuah lomba olahraga level nasional.

Olahraga adalah sebuah aktivitas yang tak hanya menyehatkan tetapi juga meningkatkan sportivitas. Oleh karena itu, meski di tengah pandemi, PON XX tetap diselenggarakan. Apalagi pelaksanaannya sudah ditunda setahun sehingga PON kali ini tetap akan dimulai pada tanggal 2 Oktober 2021.

Segenap warga di Papua siap menyemarakkan gelaran PON XX dan mereka senang karena dipercaya jadi panitia lokal pada sebuah acara berlevel nasional. Pemilihan Bumi Cendrawasih sebagai tuan rumah amat disyukuri, karena saat PON XX berlangsung, Papua akan disorot. Tak hanya oleh kamera TV nasional tetapi juga ada live streaming via gadget sehingga netizen di seluruh dunia bisa melihat eksotisme alam Papua.

Seluruh warga Papua siap untuk menyambut lomba olahraga 4 tahunan ini dan mereka divaksin dengan senang hati, karena ingin memiliki kekebalan komunal. Terutama di sekitar arena PON XX. Jika atlet, offisial, dan panitia sudah diinjeksi maka warga sekitar memang wajib disuntik juga, karena semuanya ingin bebas corona. Seluruh masyarakat mau divaksin dan tidak ada yang menolaknya, karena ingin sehat sekaligus mensukseskan PON XX.

Para Ondofolo (tokoh masyarakat adat) di sejumlah kampung di Distrik Sentani Timur juga mendukung PON XX, khususnya di klaster Kabupaten Jayapura. Komitmen dukungan dituangkan dalam satu pernyataan sikap sejumlah Onfodofolo pada Pemerintah Kabupaten Jayapura, yang diserahkan langsung oleh Ondofolo Heram Asei, Yansen Ohee, kepada Asisten III Bidang Umum Sekretariat Daerah Kab Jayapura Timoteus Demetouw.

Penyerahan komitmen dilakukan setelah dilakukan rapat bersama dengan pemerintah daerah terkait hak ulayat yang selama ini masih bermasalah. Dalam artian, dengan penyerahan ini maka Ondofolo menganggap permasalahan sudah selesai dan mereka dengan rela mendukung PON XX. Penyebabnya karena acara ini sudah jelas akan lebih memajukan Papua.

Jika Ondofolo mendukung PON XX maka akan diikuti oleh warganya, karena mereka rata-rata meneladani tokoh adat tersebut. Masyarakat akan ikut menyemarakkan PON karena sadar bahwa acara ini bagus untuk mempromosikan wisata dan keindahan alam di Bumi Cendrawasih. Mereka mau menjaga kondusivitas di Papua selama PON digelar dan berusaha agar tidak ada kerusuhan yang bisa mengacaukan semuanya.

Salah satu tantangan dalam PON XX adalah KST alias kelompok separatis dan teroris yang bisa saja menebar ancaman ketika lomba olahraga dilaksanakan. Oleh karena itu masyarakat Papua, terutama para pemuda, akan membantu aparat dalam mengamankan arena sekitar PON. Sehingga akan meminimalisir kejadian terburuk dan menambah rasa aman para atlet dan offisial.

Seluruh warga Papua antusias dalam menyambut PON XX dan siap menyemarakkan acara ini, karena ini bukan sekadar perlombaan olahraga. Dari PON kita juga bisa belajar tentang sportivitas, kekompakan, dan daya juang tinggi yang dicontohkan oleh para atlet. Sehingga PON bisa menjadi ajang untuk memotivasi warga, khususnya para pemuda, agar tidak memiliki mental yang lembek.

PON XX sangat diapresiasi oleh warga Papua dan mereka rela divaksin agar membentuk kekebalan komunal di sekitar arena pertandingan. Selain itu, warga juga antusias menyambut perlombaan ini dan membantu untuk promosi di media sosial, sehingga makin banyak netizen yang menungu siaran langsungnya. Mereka juga mau jadi relawan untuk mengamankan arena PON.

)* Penulis adalah kontributor mahasiswa Papua tinggal di Yogyakarta

Menyikapi persoalan di Papua, menurut Pengamat Intelijen, Stanislaus Riyanto bahwa kerusuhan di Papua dan Papua Barat bukan disebabkan oleh konflik yang terjadi di Surabaya pada 15 dan 16 Agustus lalu.

“Terkait kerusuhan Papua, konflik di Surabaya hanya sebagai pemicu bukan sebagai penyebab. Situasi ini diperkeruh dengan propaganda pihak asing, yaitu state actor (Vanuatu) dan non state actor (LSM dan NGO),” kata Stanislaus beberapa waktu yang lalu.

Disisi lain, dalam kurun waktu kebelakang datang dukungan untuk kemerdekaan Papua , yaitu dari Selandia Baru, namun kali ini berasal dari sebelas anggota parlemen yang terdiri dari empat partai politik, yakni Partai Hijau (Catherine Delahunty, Barry Coates, Mojo Mathers, Jan Logie dan Steffan Browning), Partai Buruh (Louisa Wall, Carmel Sepuloni, Adrian Rurawhe, dan Aupito S’ua William Sio), Partai Nasional (Chester Burrows), dan Partai Maori (Marama Fox). Kesebelas perwakilan tersebut menandatangani Deklarasi Westminster yang dibawa oleh pemimpin dan pelobi internasional untuk kemerdekaan Papua, Benny Wenda.

Sementara itu, atas nama tujuh negara Pasifik (Vanuatu, Tonga, Palau, Tuvalu, Kepualauan Marshall, Nauru dan Kepulauan Solomon), Menteri Kehakiman Vanuatu Ronald Warsal pada awal Mei lalu melancarkan tuduhannya pada pemerintah Indonesia yang dinilai telah melakukan pelanggaran HAM serius terhadap orang asli Papua di sidang Dewan HAM PBB di Jenewa

Mengacu fakta diatas, besar kemungkinan ada keterlibatan asing, dalam kerusuhan Papua diantaranya adalah berupa dukungan untuk mendorong isu Papua di forum PBB, kemudian bantuan suaka politik, dan dana serta logistik.

Selain itu, banyak advokasi kelompok pro kemerdekaan Papua dari berbagai negara yang ikut menyuarakan Gerakan Papua Merdeka dengan mengangkat isu-isu pelanggaran HAM ke dunia internasional.

“Sehingga, dibutuhkan diplomasi antara Kementerian Luar Negeri dan negara-negara lain dalam mengusut keterlibatan pihak asing pada kerusuhan Papua,” katanya. (*)

Presiden Joko Widodo menyatakan sekolah dapat kembali melaksanakan pembelajaran tatap muka apabila seluruh siswa telah menjalani vaksinasi Covid-19.

Jadi semuanya, untuk semua pelajar di seluruh tanah air, kalau sudah divaksin silakan dilakukan langsung belajar tatap muka. Karena kan SKB 3 menteri sudah ada,” kata Jokowi.

Selanjutnya, Gubernur Kalteng H. Sugianto Sabran melakukan peninjauan vaksinasi bagi pelajar pada sejumlah sekolah SMA/SMK di Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, Sabtu (28/08/2021). Pelaksanaan vaksinasi massal digelar di dua tempat yaitu di SMK 1 Pangkalan Bun dan SMA 1 Kumai, diikuti sebanyak 826 siswa SMA dan 892 siswa SMK.

Peninjauan ini dilakukan, setelah sebelumnya Gubernur melakukan peninjauan vaksinasi di wilayah Kota Palangka Raya dan daerah lainnya. Diketahui, total jumlah pelajar SMA/SMK dan SLB se-Kalteng sebanyak 94.144 pelajar.

Semangat Gubernur H. Sugianto Sabran dalam peningkatan kualitas pendidikan di Kalteng khususnya dimasa pandemi Covid-19 menjadi pemantik antusiasme para pelajar sekolah SMA/SMK dan SLB di Kabupaten Kotawaringin Barat dalam mengikuti vaksinasi yang dilaksanakan hari ini Sabtu, 28 Agustus 2021. Antusiasme pelajar tersebut juga didasari kerinduan para pelajar untuk dapat melaksanakan pembelajaran tatap muka dengan para tenaga pengajar di sekolah.

Disela-sela kunjungannya, Gubernur bersama rombongan berkesempatan menyapa dan berdialog dengan para pelajar untuk mengetahui keinginan dan kondisi pelajar selama pandemi Covid-19 dimana sekolah saat ini dilakukan secara virtual/daring.

“Ini adalah wujud salah satu ikhtiar kita melakukan percepatan penanganan Covid-19 di Kalimantan Tengah, terutama untuk kalangan pelajar. Hal ini sehingga kita harapkan putra puteri kita bisa segera kembali melakukan pembelajaran tatap muka.

Insya Allah kita berupaya mengejar target dua bulan kedepan bisa tercapai untuk kalangan pelajar, tergantung nantinya penyaluran dari pusat. Ini juga kami laporkan ke pa Presiden dan satgas nasional,” ucap Gubernur.

Pandemi telah banyak menimbulkan dampak dan perubahan dunia. Di Indonesia sendiri, pagebluk telah memberikan dampak signifikan dalam semua sektor kehidupan bangsa Indonesia. Mulai dari sektor kesehatan, sektor ekonomi, sektor pendidikan, sektor keagamaan, dan sektor lain terkana imbasnya.

Pemerintah pusat telah melakukan berbagai upaya untuk menangani pandemi Covid-19. Di sektor kesehatan, pemerintah telah berupaya mempercepat pelaksanaan tracing, testing, dan treatment (3T), memenuhi obat antiviral untuk pengobatan pasien Covid-19, pemenuhan kebutuhan oksigen, percepatan vaksinasi untuk seluruh penduduk Indonesia.

Di sektor ekonomi, pemerintah telah melakukan percepatan dalam penyaluran ragam bantuan sosial (bansos) untuk masyarakat. Serta di sektor lainnya, pemerintah telah mengeluarkan skema-skema kebijakan untuk meminimalisir dampak pandemi. Semuanya dilakukan semata-mata untuk melindungi seluruh masyarakat Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan, penanganan pandemi Covid-19 ini bukan hanya tugas dari pemerintah pusat.

Menurutnya, butuh kolaborasi dan gotong royong seluruh elemen masyarakat untuk menyelesaikan permasalahan pandemi di Indonesia.

“Kita berupaya bagaimana keterlibatan elemen masyarakat betul-betul optimal. Sehingga jangan sampai penanganan pandemi ini hanya ditangani negara saja,” ujar Menko PMK

Kolaborasi multipihak dengan prinsip gotong royong melalui klaster nasional penanggulangan bencana dan lembaga pendukung dibidang kemanusiaan ini sangat diperlukan.

Program vaksinasi nasional di beberapa daerah telah menunjukkan hasil yang positif. Hasil positif tersebut juga didukung oleh disiplin masyarakat dalam menerapkan Prokes 5M.

Salah stau daerah yang mengalami penurunan kasus positif Covid-19 adalah Daerah Istimewa Yogyakarta.

Bupati Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Abdul Halim Muslih mengatakan kasus positif COVID-19 di wilayahnya belakangan mengalami penurunan karena kedisiplinan masyarakat dalam menerapkan Protokol kesehatan (Prokes 5M) selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

“Atas kerja keras semuanya dan kedisiplinan masyarakat di dalam menerapkan protokol kesehatan, maka pandemi COVID-19 di Bantul dari hari ke hari sudah menurun secara konsisten,” katanya dis ela acara penyerahan bantuan sarana prasarana evakuasi bencana di Bantul, Kamis (26/8/2021)

Bupati mengatakan, selain kasus konfirmasi COVID-19 harian yang menurun dari hari ke hari, angka kesembuhan dari virus corona juga makin tinggi, begitu juga angka kematian turun signifikan, sehingga kasus aktif atau pasien positif yang masih isolasi terus berkurang jumlahnya.

“Hal ini menunjukkan bahwa PPKM yang diberlakukan di Bantul ini menghasilkan suatu dampak yang demikian positif, dampak yang efektif untuk penurunan paparan COVID-19,” katanya.

Bupati juga mengatakan, pandemi COVID-19 yang makin terkendali ini juga tidak lepas dari kerja keras semua pihak, baik camat, lurah, dan para relawan yang senantiasa melakukan mitigasi bencana, khususnya dalam penanggulangan COVID-19.

“Sehingga Bantul berhasil menurunkan paparan COVID-19, karena itu saya apresiasi dan penghargaan kepada relawan semua, saya menyaksikan, melihat relawan-relawan di kelurahan telah bekerja sungguh-sungguh tanpa pamrih demi keselamatan kita semua,” katanya.

Meski demikian, Bupati selalu mengajak masyarakat bersama memutus rantai penyebaran COVID-19 dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, dan 5M yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, serta mengurangi mobilitas.

Data Satgas Penanggulangan COVID-19 Bantul per hari Rabu (25/8/2021) menunjukkan total kasus positif sebanyak 53.597 orang, dengan telah sembuh 49.045 orang, sementara kasus meninggal berjumlah 1.412 orang, sehingga kasus aktif atau pasien yang masih isolasi berjumlah 3.140 orang.

Sementara itu Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria juga mengklaim Jakarta sudah berstatus zona hijau Covid-19.

Riza menyebut perubahan zona ini seiring dengan percepatan vaksinasi di Ibu Kota sehingga tercipta kekebalan komunitas atau herd immunity.

“Kita bersyukur Jakarta sudah masuk zona hijau dan sudah memenuhi herd immunity,” kata Riza di Masjid Agung Al-Azhar, Jakarta Selatan, Minggu (22/8/2021).

Kendati demikian, Riza meminta warga tak abai dengan protokol kesehatan Covid-19. Ia mengimbau warga agar menjadikan prokes sebagai kebutuhan sehari-hari.

“Kami minta semua warga tetap disiplin patuh dan taat, tetap berada di rumah sebagai tempat terbaik laksanakan protokol kesehatan 5M secara disiplin dan patuh laksanakan PPKM level 4 dengan penuh rasa tanggung jawab. Jadikan prokes sebagai kebutuhan kita sehari-hari,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wagub Riza juga melaporkan capaian program vaksinasi Covid-19 di Jakarta. Sejauh ini warga telah menerima 9,3 juta dosis pertama dan 4,7 juta dosis kedua vaksin Covid-19.

“Dosis 1 dan 2 sudah lebih dari 14 juta. Kita sudah melebihi target jauh dari 8,8 juta,” jelasnya.

Dari 9,3 juta yang divaksin, Riza mengakui 40 persen di antaranya merupakan warga non DKI. Untuk itu, kini pihaknya mengubah target vaksinasi Covid-19 dari sebelumnya 8,8 juta menjadi 11 juta.

“Kami Pemprov, Pak Gubernur meningkatkan target vaksin menjadi 11 juta,” jelasnya. (**)

Kementerian Kesehatan dengan PT Pfizer Indonesia dan BioNTech SE sepakati kerja sama untuk menyediakan 50 juta dosis vaksin Pfizer yang dinamakan BNT 162b2 sepanjang tahun 2021. Perjanjian ini merupakan bagian dari komitmen global Pfizer dan BioNTech untuk membantu mengatasi pandemi COVID-19.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyambut baik kerja sama pengadaan vaksin Pfizer di Indonesia. Vaksin tersebut menjadi salah satu vaksin COVID-19 yang digunakan untuk program percepatan vaksinasi di Indonesia. “Saya ucapkan terima kasih atas kerja samanya dalam rangka membantu memenuhi kebutuhan vaksin COVID-19 di Indonesia. Dengan bertambahnya stok vaksin 50 juta dosia merek Pfizer ini diharapkan dapat mempercepat pelaksanaan vaksinasi di Indonesia,” katanya.

PT Pfizer Indonesia dan BioNTech SE menyediakan 50 juta dosis setelah Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengeluarkan persetujuan penggunaan dalam kondisi darurat (EUA). “Penggunaan vaksin untuk pelaksanaan vaksinasi COVID-19 hanya dapat dilakukan setelah mendapat izin edar atau persetujuan penggunaan pada masa darurat dari Badan POM,” kata Menkes.

Sementara itu, sebanyak 3.000.060 dosis vaksin Moderna dari Amerika Serikat tiba di Indonesia melalui Bandara Soekarno-Hatta, Minggu (11/7). Vaksin tersebut akan diprioritaskan bagi tenaga kesehatan sebagai vaksinasi tahap ketiga atau booster.

Vaksin Moderna dikirim melalui COVAX Facility yang merupakan bukti nyata bahwa pemerintah terus berupaya keras menghadirkan vaksin COVID-19 untuk memenuhi kebutuhan vaksin di Indonesia.

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengapresiasi dukungan dari rakyat dan Pemerintah Amerika Serikat yang mau membantu program vaksinasi Indonesia dengan mengirimkan vaksin Moderna. Rencananya vaksin tersebut selain digunakan untuk suntikan pertama dan kedua bagi rakyat Indonesia, secara khusus akan digunakan untuk booster suntikan ketiga bagi para tenaga kesehatan Indonesia.

“Tenaga kesehatan mengalami tekanan yang luar biasa terutama di gelombang kedua dari penularan pandemi ini, sehingga kami ingin memastikan mereka terlindungi secara maksimal,” kata Menkes. Program vaksinasi di Indonesia sudah berjalan cukup cepat akhir-akhir ini. Data terakhir sudah menembus 50 juta suntikan.

Disisi lain, Pemerintah juga terus mempercepat distribusi vaksin Covid-19 ke seluruh pelosok daerah, Stok di pusat (Bio Farma) aman, itu yang dikawal cepat proses produksi dan distribusinya untuk mencapai herd immunity atau kekebalan kelompok,” ujar Sekretaris Perusahaan sekaligus Juru Bicara Bio Farma, Bambang Heriyanto. Dengan demikian total vaksin bulk yang telah diterima Indonesia menjadi 144,7 juta dosis vaksin yang setelah diolah Bio Farma diperkirakan menjadi sekitar 117,3 juta dosis vaksin bentuk jadi.

“Apabila ditambah dengan vaksin jadi yang telah datang, total vaksin yang dimiliki Indonesia kombinasi vaksin dalam bentuk bulk dan vaksin jadi sebanyak 173,1 juta dosis vaksin. Dan rencananya pada Agustus 2021 nanti Indonesia akan kembali kedatangan vaksin Covid-19 sebanyak 45 juta dosis yang terdiri dari Sinovac, AstraZeneca, Moderna dan Pfizer,” katanya.

Bambang memaparkan, per 27 Juli 2021, Bio Farma telah mendistribusikan 80 juta dosis vaksin ke 34 Provinsi di Indonesia dengan rincian Vaksin CoronaVac (Vaksin Jadi merek Sinovac) sebanyak 3 juta dosis, vaksin Covid-19 (vaksin produksi Bio Farma dari bahan baku Sinovac) sebanyak 65,7 juta, dan AstraZeneca sebanyak 11,3 juta. “Jumlah itu belum termasuk vaksin Moderna dan Sinopharm (Vaksin Gotong Royong),” katanya.

Terkait distribusi vaksin, lanjutnya, pemerintah sangat memegang teguh prinsip keadilan dan mempertimbangkan tingkat risiko tiap wilayah. Sehingga, pembagiannya pun akan berbeda-beda. Bambang juga memastikan, pemerintah pusat akan terus mengirimkan vaksin-vaksin ke berbagai daerah dengan memegang teguh prinsip keadilan dan mempertimbangkan tingkat risiko. Sehingga, pembagiannya berbeda-beda di tiap daerah. (*)

Oleh : Sabby Kossay )*

PON XX Papua tinggal sebentar lagi dan semua venue siap menyambut kedatangan kontingen atlet dari berbagai provinsi di Indonesia. Para  atlet juga tidak sabar lagi ingin berlaga dan meraih prestasi setinggi-tingginya.

Pekan Olahraga Nasional (PON) XX  yang tahun ini diselenggarakan di Papua, adalah ajang untuk berlomba, dan para atlet dari 34 provinsi di Indonesia siap untuk bertanding. Penyebabnya karena ajang ini sudah ditunda setahun dan mereka tak sabar lagi untuk datang ke Bumi Cendrawasih dan menunjukkan performa terbaik. Selain berlomba, mereka juga memperlihatkan sportivitas dan kekompakan.

Para atlet sudah melakukan berbagai persiapan sebelum bertanding, terutama fisik. Jarak setahun karena penundaan PON malah disyukuri karena persiapan akan makin matang dan latihan makin intensif. Dengan didampingi pelatih maka fisik mereka akan lebih siap dan ketika sudah mendarat di Papua akan selalu semangat dalam berlaga di venue.

Selain melatih fisik, mereka juga menjaga kesehatan, dan karena PON XX diselenggarakan saat pandemi maka semuanya wajib divaksin. Seluruh atlet mendapatkan injeksi agar tidak membentuk klaster corona baru di arena pertandingan. Mereka juga berjanji untuk menaati protokol kesehatan 10M. Panitia juga mengatur agar mereka hanya beraktivitas di venue dan tidak keluyuran, agar tidak membentuk klaster baru.

Atlet PON dari cabang olahraga tinju tidak sabar lagi untuk bertanding. Sebanyak 153 petinju dari 34 kontingen dari seluruh provinsi di Indonesia, sudah siap untuk melakukan jab, uppercut dan berbagai teknik tinju lain, dan berharap pulang ke daerahnya dengan membawa medali emas. Pertandingan tinju akan diselenggarakan di GOR Cendrawasih, klaster PON Kota Jayapura. 

Alfred Kayoi, penanggungjawab pertandingan tinju di PON XX menyatakan bahwa 153 petinju adalah hasil dari seleksi pra PON wilayah timur dan barat. Nantinya akan diselenggarakan 17 pertandingan tinju, langsung dalam 1 hari. Sehingga akan langsung diketahui siapa pemenangnya dan berhak meraih medali emas, perak, dan perunggu. 

Pertandingan akan dipastikan seru karena ada siaran langsung, baik via televisi maupun video streaming. Masyarakat juga anusias karena sudah lama sekali tidak diadakan lomba cabor tinju sejak awal pandemi. Mereka akan mendukung para atlet walau dilakukan di rumah masing-masing, karena PON XX dipastikan tanpa penonton (untuk mencegah terbentuknya kerumunan dan menjaga protokol kesehatan).

Sementara itu, para atlet cabang olahraga lain yaitu angkat berat juga siap untuk menyambut PON. Sebanyak 14 olahragawan (7 atet putri dan 7 atlet putra) dari kontingen Papua tak sabar lagi menunggu bulan oktober, ketika ada pembukaan pekan olahraga nasional. Sebagai  perwakilan dari tuan rumah, mereka tentu tidak ingin memalukan daerahnya, sehingga berharap akan meraih medali emas.

Ibrahim, pelatih kepala tim angkat besi kontingen Papua menyatakan bahwa para atlet akan mengikuti 15 kelas yang dipertandingkan di PON XX. Target yang dipatok oleh KONI Papua adalah 2 medali emas dan semoga para atlet juga memecahkan rekor dunia.

Begtu juga dengan cabang olahraga lain yang akan dipertandingkan di PON XX seperti berenang, sepakbola, aquatic, bola voli, dll. Para atlet juga ingin meraih prestasi dan menjadi saksi, bahwa pandemi tidak menghalangi penyelenggaraan lomba olahraga nasional ini.

Para atlet sudah 100% siap berlaga dan menunggu sekitar 1 bulan lagi untuk bertanding di PON XX. Dalam lomba berlevel nasional ini tentu mereka ingin mendapatkan medali emas, jadi sudah menyiapkan fisik dan mentalnya sebelum datang ke Papua. PON XX adalah ajang yang sangat bergengsi sehingga bisa meningkatkan nama baik provinsinya sendiri.

)* Penulis adalah mahasiswa Papua tinggal di Yogyakarta