Atlet PON XX Papua Siap Bertanding

Oleh : Sabby Kossay )*

PON XX Papua tinggal sebentar lagi dan semua venue siap menyambut kedatangan kontingen atlet dari berbagai provinsi di Indonesia. Para  atlet juga tidak sabar lagi ingin berlaga dan meraih prestasi setinggi-tingginya.

Pekan Olahraga Nasional (PON) XX  yang tahun ini diselenggarakan di Papua, adalah ajang untuk berlomba, dan para atlet dari 34 provinsi di Indonesia siap untuk bertanding. Penyebabnya karena ajang ini sudah ditunda setahun dan mereka tak sabar lagi untuk datang ke Bumi Cendrawasih dan menunjukkan performa terbaik. Selain berlomba, mereka juga memperlihatkan sportivitas dan kekompakan.

Para atlet sudah melakukan berbagai persiapan sebelum bertanding, terutama fisik. Jarak setahun karena penundaan PON malah disyukuri karena persiapan akan makin matang dan latihan makin intensif. Dengan didampingi pelatih maka fisik mereka akan lebih siap dan ketika sudah mendarat di Papua akan selalu semangat dalam berlaga di venue.

Selain melatih fisik, mereka juga menjaga kesehatan, dan karena PON XX diselenggarakan saat pandemi maka semuanya wajib divaksin. Seluruh atlet mendapatkan injeksi agar tidak membentuk klaster corona baru di arena pertandingan. Mereka juga berjanji untuk menaati protokol kesehatan 10M. Panitia juga mengatur agar mereka hanya beraktivitas di venue dan tidak keluyuran, agar tidak membentuk klaster baru.

Atlet PON dari cabang olahraga tinju tidak sabar lagi untuk bertanding. Sebanyak 153 petinju dari 34 kontingen dari seluruh provinsi di Indonesia, sudah siap untuk melakukan jab, uppercut dan berbagai teknik tinju lain, dan berharap pulang ke daerahnya dengan membawa medali emas. Pertandingan tinju akan diselenggarakan di GOR Cendrawasih, klaster PON Kota Jayapura. 

Alfred Kayoi, penanggungjawab pertandingan tinju di PON XX menyatakan bahwa 153 petinju adalah hasil dari seleksi pra PON wilayah timur dan barat. Nantinya akan diselenggarakan 17 pertandingan tinju, langsung dalam 1 hari. Sehingga akan langsung diketahui siapa pemenangnya dan berhak meraih medali emas, perak, dan perunggu. 

Pertandingan akan dipastikan seru karena ada siaran langsung, baik via televisi maupun video streaming. Masyarakat juga anusias karena sudah lama sekali tidak diadakan lomba cabor tinju sejak awal pandemi. Mereka akan mendukung para atlet walau dilakukan di rumah masing-masing, karena PON XX dipastikan tanpa penonton (untuk mencegah terbentuknya kerumunan dan menjaga protokol kesehatan).

Sementara itu, para atlet cabang olahraga lain yaitu angkat berat juga siap untuk menyambut PON. Sebanyak 14 olahragawan (7 atet putri dan 7 atlet putra) dari kontingen Papua tak sabar lagi menunggu bulan oktober, ketika ada pembukaan pekan olahraga nasional. Sebagai  perwakilan dari tuan rumah, mereka tentu tidak ingin memalukan daerahnya, sehingga berharap akan meraih medali emas.

Ibrahim, pelatih kepala tim angkat besi kontingen Papua menyatakan bahwa para atlet akan mengikuti 15 kelas yang dipertandingkan di PON XX. Target yang dipatok oleh KONI Papua adalah 2 medali emas dan semoga para atlet juga memecahkan rekor dunia.

Begtu juga dengan cabang olahraga lain yang akan dipertandingkan di PON XX seperti berenang, sepakbola, aquatic, bola voli, dll. Para atlet juga ingin meraih prestasi dan menjadi saksi, bahwa pandemi tidak menghalangi penyelenggaraan lomba olahraga nasional ini.

Para atlet sudah 100% siap berlaga dan menunggu sekitar 1 bulan lagi untuk bertanding di PON XX. Dalam lomba berlevel nasional ini tentu mereka ingin mendapatkan medali emas, jadi sudah menyiapkan fisik dan mentalnya sebelum datang ke Papua. PON XX adalah ajang yang sangat bergengsi sehingga bisa meningkatkan nama baik provinsinya sendiri.

)* Penulis adalah mahasiswa Papua tinggal di Yogyakarta 

Tinggalkan Balasan