PPKM di DKI Jakarta berhasil menurunkan Tingkat Penularan Covid-19

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berhasil menurunkan kasus Covid-19 di DKI Jakarta. “Apa yang terlihat itu kasus baru (mulai) turun, kalau kasus baru turun (berarti) penularan (Covid-19) dua minggu terakhir (sangat) menurun sekali,” kata Anies beberapa waktu yang lalu.

Dia mengatakan, bukti keberhasilan PPKM lainnya adalah angka kasus aktif Covid-19 di Jakarta turun hampir 100.000 kasus dalam dua pekan. Setelah sempat berada di angka 113.000-an kasus aktif pada 16 Juli lalu, angka itu turun menjadi 17.859 kasus aktif pada 31 Juli 2021. “Ini bukti kongkret bahwa pembatasan mobilitas yang dikerjakan kemarin efektif,” ucap Anies.

Bukti selanjutnya kasus Covid-19 berkurang yaitu tingkat keterisian tempat tidur perawatan atau bed occupancy rate (BOR) pasien Covid-19 di Jakarta yang kini turun di bawah 70 persen. Data terakhir yang dipublikasi Pemprov DKI Jakarta 29 Juli 2021, angka BOR tempat perawatan isolasi mencapai 62 persen, sedangkan ICU berada di angka 80 persen. “Aman (jika) bisa di bawah 60 persen,” ucap Anies.

Bukti terakhir adalah tingkat positivity rate atau persentase kasus positif di DKI Jakarta yang sempat di angka 45 persen kini turun di angka 15 persen. Anies mengingatkan, meski angka ini persentase kasus positif turun bukan berarti DKI Jakarta dalam kondisi aman. “InsyaAllah kalau ini bisa di bawah 5 persen kita bisa mengatakan masuk zona aman,” ucap dia.

Dia meminta semua pihak untuk tetap bersabar menjalani pembatasan yang ada dan tidak terpancing dengan euforia keberhasilan penurunan kasus sampai penularan Covid-19 benar-benar terkendali. “Jadi kita ingin semuanya jangan kendor, jangan puas, jangan merasa berhasil,” kata dia. Sebagai informasi, angka kumulatif kasus Covid-19 di Jakarta per 31 Juli 2021 mencapai 814.653 kasus. Dari jumlah itu, 784.668 pasien dinyatakan sembuh, 17.850 dinyatakan masih dalam perawatan dan 12.135 orang meninggal dunia. (*)

Tinggalkan Balasan