Aksi KST Papua Hambat Keberlanjutan Pembangunan

Aparat Keamanan telah berhasil menangkap Kepala Distrik (Camat) Wusama-Yahukimo, Etius Baye (38), yang diduga terlibat dalam kelompok separatis dan teroris (KST) Papua. Etius diduga berperan sebagai penyandang dana bagi kelompok separatis tersebut.

Penangkapan Camat Etius ini merupakan tindak lanjut dari penyelidikan kasus pembunuhan dua pekerja PT Indo Papua pada 22 Agustus 2021 lalu.

Menyikapi hal tersebut, peneliti keamanan dan perbatasan MPPI, Muhammad Irandito, mengatakan bahwa kelompok separatis teroris (KST) harus ditindak sesuai aturan yang berlaku, demi terciptanya keamanan dan keberlanjutan pembangunan ditanah Papua.

“kelompok separatis teroris (KST) harus ditindak sesuai aturan yang berlaku, demi terciptanya keamanan dan keberlanjutan pembangunan ditanah Papua”, ujar Irandito.

Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa urgensi tindakan tegas bagi KST karena berbagai aksi mereka telah terbukti telah mengganggu dan menghambat pembangunan di Papua. Pembangunan sangat penting ditanah Papua karena determinan tersebut merupakan kunci bagi terciptanya taraf hidup yang mumpuni sehingga rakyat Papua tidak ketinggalan dengan daerah lain di Indonesia.

“urgensi tindakan tegas bagi KST karena berbagai aksi mereka telah terbukti telah mengganggu dan menghambat pembangunan di Papua. Pembangunan sangat penting ditanah Papua karena determinan tersebut merupakan kunci bagi terciptanya taraf hidup yang mumpuni sehingga rakyat Papua tidak ketinggalan dengan daerah lain di Indonesia”, tambahnya.

Tinggalkan Balasan