Perpanjangan PPKM Memberikan Dampak Positif

Oleh : Alfisyah Dianasari )*

PPKM diperpanjang lagi hingga seminggu ke depan. Lanjutan PPKM selama berjilid-jilid tidak membuat masyarakat heran, karena mereka sudah memahami manfaat positifnya. Selain menekan kasus Corona di Indonesia, PPKM juga menurunkan angka kematian akibat virus Covid.

Sejak awal Juli 2021, pemerintah memberlakukan PPKM dan ada berbagai aturan yang membatasi mobilitas masyarakat, karena kasus Corona sedang naik. Program ini terus diperpanjang dan kadang masyarakat jadi bingung, kapan berhentinya? Namun mereka akhirnya paham bahwa PPKM diberlakukan secara ketat untuk mengendalikan penyebaran Corona.

Keampuhan PPKM terbukti ketika jumlah pasien Corona turun drastis dalam sebulan. Mari kita bandingkan berdasarkan data dari tim satgas Covid. Jumlah pasien Corona di Indonesia, tanggal 30 agustus 2021 berkisar 4.000-an orang. Sedangkan tanggal 30 juli 2021, ada 54.000-an pasien Covid. Berarti jumlahnya turun drastis menjadi tidak sampai 10%.

Penurunan jumlah pasien Corona juga diiringi dengan turunnya jumlah kematian akibat Covid, menjadi sekitar 3% saja. Begitu juga dengan tingkat keterisian ranjang di Rumah Sakit, menjadi hanya 27%. Progress ini sangat positif sehingga kita bisa bersyukur, berkat kedisiplinan masyarakat saat PPKM maka Corona jadi lebih terkendali.

Oleh karena itu ketika PPKM diperpanjang jangan ada yang mengeluh, karena pemerintah ingin menekan jumlah pasien Corona sampai di bawah 1.000 orang per hari, dan kalau bisa sampai 0% alias tidak ada lagi yang tertular virus jahat ini. Pembatasan mobilitas masyarakat terbukti bisa mengendalikan keganasan Corona sehingga banyak yang sehat dan selamat dari ancaman penyakit berbahaya ini.

Bayangkan jika PPKM dihentikan begitu saja, padahal jumlah pasien Corona sudah turun drastis, takutnya angkanya akan naik lagi dan tidak terkendali. Penyebabnya karena saat tidak ada pembatasan mobilitas, akan ada euforia karena banyak yagn kangen liburan dan akhirnya boom! Kasus meledak lagi dan jumlah pasien meroket, kemungkinan terburuk adalah kematian massal seperti yang terjadi di India.

Kita tentu tidak ingin mimpi buruk itu jadi kenyataan, bukan? Oleh karena itu, hadapi perpanjangan PPKM dengan wajar-wajar saja dan yakinlah jika situasi sudah 100% aman, program ini bisa dihentikan dan kita bisa beraktivitas lagi seperti biasa (dengan mematuhi protokol kesehatan). Taati seluruh aturan ketika PPKM diberlakukan, baik di wilayah dengan level 1,2,3, dan 4.

Lagipula, pada PPKM periode ini aturannya sedikit dilonggarkan sehingga masyarakat merasa lega. Kita bisa dine in lagi di restoran walau kapasitasnya masih dibatasi, maksimal 50% pengunjung. Namun minimal tidak lagi dibatasi oleh durasi makan maksimal 20 menit, sehingga bisa menikmati hidangan tanpa terburu-buru atau takut tersedak.

Selain itu, pengusaha juga bersyukur karena Mall diperbolehkan untuk buka lagi sampai maksimal jam 9 malam. Mereka bisa selamat dari ancaman kebangkrutan karena mulai ada pengunjung di toko-toko di dalam Mall. Namun tentu dengan mematuhi protokol kesehatan dan yang boleh masuk harus yang sudah divaksin sampai 2 kali.

PPKM bukanlah penjara bagi masyarakat, melainkan program yang dibuat agar kita semua selamat dari bahaya Corona. Program ini terbukti ampuh dalam mengendalikan penularan virus Covid-19 dan menurunkan jumlah pasiennya di Indonesia, serta menurunkan juga angka kematian akibat penyakit berbahaya ini.

Oleh karena itu wajar sekali jika PPKM masih diperpanjang hingga seminggu ke depan, karena pemerintah ingin agar Corona lebih dikendalikan dan jumlah pasiennya menurun drastis. Kalau bisa hingga 0% alias tidak ada lagi yang terjangkiti oleh virus Covid-19. Mari kita taati PPKM sehingga program ini berhasil.

)* Penulis adalah warganet tinggal di Depok

Tinggalkan Balasan