PON XX Papua, Bukti Indonesia Mampu Selenggarakan Kegiatan Besar di Masa Pandemi Covid-19

Oleh : Eko Prasetyo )*

Pekan Olah raga Nasional (PON) XX Papua merupakan bukti Indonesia mampu menggelar kegiatan besar di masa pandemi Covid-19. Masyarakat pun diminta untuk ikut menyukseskan acara tersebut agar berjalan aman dan lancar.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali, mengatakan dirinya optimis Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua yang akan diselenggarakan pada tahun ini dapat berjalan dengan lancar. Zainudin menuturkan, berdasarkan laporan dari Wakil Gubernur (Wagub) Papua, persiapan penyelenggaraan PON tidak ada masalah dan akan diselenggarakan sesuai jadwal yang sudah ditetapkan.

Optimisme tersebut juga didukung dengan adanya program vaksinasi untuk masyarakat sekitar lokasi penyelenggaraan PON, Menpora menegaskan bahwa Kementerian Kesehatan sudah berkomitmen untuk membantu proses vaksinasi tersebut. Terkait dengan jadwal PON, Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali memastikan bahwa penyelenggaraan PON Papua tetap berjalan sesuai jadwal.

Zainudin menuturkan bahwa seluruh pihak tidak perlu khawatir karena pemerintah telah berkomitmen untuk melakukan vaksinasi atlet, ofisial dan masyarakat sekitar venue pertandingan demi terwujudnya PON XX Papua yang aman. Dirinya mengaku telah berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikit terkait dengan ketersediaan dan pelaksanaan vaksinasi yang dipastikan dapat terlaksana sebelum PON Papua digelar.

Kemenkes juga akan mempercepat vaksinasi covid-19 di sejumlah kota/kabupaten di Papua. Hal ini bertujuan untuk menunjang penyelenggaraan PON XX pada 2-15 Oktober 2021. Sebagai Informasi, PON XX 2021 akan digelar pada 2-5 Oktober 2021. Terdapat 37 cabang dan 10 cabang ekspedisi yang akan dipertandingkan.

Karena pandemi Covid-19 masih berlangsung, Ketua KONI Marciano Norman meminta agar semua orang yang terlibat dalam pelaksanaan PON XX 2021 harus sudah divaksin. Dirinya juga mengaku optimis, situasi dan kondisi di lokasi penyelenggaraan PON XX 2021 kan kondusif. Adapun lokasi yang dimaksud meliputi Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Mimika dan Kabupaten Merauke.

Pada kesempatan berbeda, sekretaris komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Papua Kenius Kogoya berharap agar seluruh masyarakat Papua selalu optimis dan mendukung pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2020 di Papua. Kenius menuturkan, bahwa PON tidak hanya milik pemerintah maupun KONI, akan tetapi juga milik seluruh warga masyarakat yang berada di Papua.

Dirinya mengajak seluruh masyarakat untuk tidak pesimis dan harus optimis bahwa PON harus sukses di Papua. Tidak boleh kita menanggapi hal-hal yang membuat kurang bagus di sini, meskipun pihaknya tahu ada yang terjadi di Papua, tetapi dukungan terhadap event ini harus tetap solid.

Bagi Papua, PON adalah event yang sangat penting, karena event ini tentu saja akan menjadi nilai tambah bagi pemerataan pembangunan di Papua hingga pemerataan pembangunan ekonomi di Papua. Karena sukses PON tidak hanya soal sukses penyelenggaraan dan sukses prestasi saja.

PON XX akan dimeriahkan dengan 37 cabang olahraga, 56 disiplin cabor, 679 nomor pertandingan dan 6.442 atlet. Keseluruhan atlet tersebut diharapkan dapat tampil maksimal demi mengukir rekor baru. Selain itu, multievent paling bergengsi di Indonesia tersebut tidak hanya mengenai kompetisi semata, tetapi juga ajang unjuk gigi bagi atlet asal Bumi Cenderawasih untuk dikenal di dunia internasional.

Sehingga, dengan berbagai masalah maupun keterbatasan yang ada di Papua, bukan berarti Provinsi yang berada di Wilayah Timur Indonesia tersebut minim akan prestasi. Terbukti pada SEA Games 2019, Papua mengirimkan 30 Atletnya yang berjuang di beberapa cabang olahraga unggulan seperti angkat besi dan atletik.

Kepala suku Manuri, Soleman Manuri mengatakan, sebagai bentuk dukungan yang akan dilakukan dalam menyukseskan PON itu, suku Manuri akan menampilkan kearifan lokal berupa kuliner-kuliner lokal, untuk memanjakan mata dan lidah para tamu maupun atlet yang datang dari luar Papua. Untuk itu, Soleman mengajak kepada seluruh orang asli Papua (OAP) agar tidak jadi penonton saja dalam pelaksanaan PON XX, tetapi terlibat dalam menyukseskan agenda nasional tersebut.

PON XX Papua tidak hanya milik pemerintah maupun KONI, akan tetapi juga milik seluruh warga masyarakat yang berada di Papua.

Segala persiapan mulai dari venue, vaksinasi, kepanitiaan hingga dukungan masyarakat, tentu menjadi bukti bahwa Provinsi Papua mampu menyelenggarakan multieven akbar sekelas PON dan Peparnas, tentu saja ini merupakan lompatan besar sekaligus mengukir sejarah dalam hal penyelenggaraan PON di Indonesia.

)* Penulis adalah kontributor Ruang Baca Nusantara

Tinggalkan Balasan