Vaksinasi Untuk Memastikan Keselamatan Masyarakat

Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa keselamatan dan keamanan masyarakat merupakan prioritas tertinggi dalam pelaksanaan vaksinasi COVID-19. Untuk itu, sejumlah tahapan ilmiah tengah dilakukan pemerintah dan wajib untuk diikuti. “Kaidah-kaidah saintifik, kaidah-kaidah ilmiah ini juga saya sudah sampaikan wajib diikuti. Kita ingin keselamatan (dan) keamanan masyarakat itu harus betul-betul diberikan tempat yang paling tinggi,” ujar Presiden.

Vaksin yang akan dipakai dalam program vaksinasi, tegas Presiden, adalah vaksin yang ada dalam daftar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). “Ini wajib, harus masuk ke list-nya WHO. Kemudian yang kedua, juga kemanfaatan dari vaksin itu harus maksimal,” tegasnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria angkat bicara mengenai aturan kewajiban tunjukan bukti vaksinasi Covid-19 di bus Transjakarta.

“Kebijakan ini diambil untuk memastikan keselamatan dan kesehatan seluruh warga, apalagi sekarang Jakarta sudah memenuhi target 8,8 juta bahkan kita melebihi 9 juta,” kata Riza di Balai Kota, Jakarta Pusat.

Politikus Gerindra ini mengharapkan kewajiban menunjukkan bukti vaksinasi Covid-19 tak memberatkan masyarakat.

Sebelumnya, PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) mewajibkan seluruh pelanggan untuk memiliki serta menunjukkan surat bukti vaksinasi Covid-19, sebagai syarat menggunakan layanan Transjakarta. Adanya sertifikat vaksin membuat Surat Tanda Registrasi Pekerja (STRP) tidak digunakan lagi.

Direktur Operasional PT Transjakarta Prasetia Budi menyampaikan, kebijakan ini adalah tindak lanjut dari Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 30 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4, 3, dan 2 di wilayah Jawa dan Bali.

“Sebagai bentuk dukungan kepada pemerintah, Transjakarta kembali melakukan penyesuaian layanan di mana bagi masyarakat yang ingin menggunakan layanan Transjakarta diwajibkan untuk menunjukkan surat vaksin Covid-19, baik yang sudah dicetak maupun melalui aplikasi PeduliLindungi pada ponsel,” ujar Prasetia di Jakarta. (*)

Tinggalkan Balasan