Dewan Pengurus Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP KNPI) mengutuk keras serangan yang dilakukan KST di Posramil Kisor Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, Papua Barat.

Ketua Umum KNPI Haris Pertama meminta TNI-Polri menangkap dan menindak KST Papua yang menyebabkan gugurnya 4 prajurit TNI.

“KNPI mengutuk keras aksi KST yang merusak nilai-nilai kemanusiaan dengan membunuh masyarakat sipil dan menyerang Posramil yang mengakibatkan 4 prajurit gugur. Kita tidak boleh membiarkan KST teroris leluasa melakukan pembunuhan dan menebar teror kepada masyarakat,” ujar Haris.

Haris juga meminta aparat intelijen bersama pemerintah daerah Papua dan aparat kepolisian untuk terus melakukan pengetatan guna mempersempit wilayah KST.

“KNPI meminta keseriusan pemerintah pusat dan aparat kepolisian dalam menangani KST di samping menentukan langkah dan strategi jangka panjang untuk mencegah terulangnya kembali aksi serangan KST yang meresahkan masyarakat.

Komandan Korem 172/PWY Brigjen TNI Izak Pangemanan menyatakan bahwa TNI siap membantu Polri menumpas KST yang saat ini melakukan aksi teror ke masyarakat di Yahukimo, Papua.

“Aksi teror yang dilakukan KST sudah sangat meresahkan sehingga tidak bisa dibiarkan karena membuat masyarakat tidak dapat beraktivitas dengan tenang. Karena itu TNI siap membantu Polri memberantas KST dan menduduki wilayah yang selama ini diduga menjadi markas atau basis mereka,” pungkas Izak Pangemanan.

Secara empiris, Covid-19 telah terbukti merubah tatanan sosial budaya masyarakat Indonesia. Seluruh elemen masyarakat, baik state aktor, civil society hingga pasar menghadapi tantangan-tantangan baru, termasuk bagaimana menjalankan kehidupan sehari-hari.

Indonesia telah memasuki era bernama Adaptasi Kebiasaan Baru. Roda ekonomi mulai digerakkan dan di saat yang sama, kita harus lebih waspada agar penyebaran virus dapat ditekan. Guna mewujudkannya, perlu diterapkan sejumlah tindakan pencegahan seperti disiplin prokes dan vaksinasi nasional, hal ini agar terciptanya hert immunity.

Terkait dengan hal tersebut, Analis Senior TITA (Taiwan-Indonesia Trade Association), Tulus J. Maha, mengatakan bahwa disiplin prokes dan vsksinasi akan mempercepat penanganan covid-19. Kedua produk kebijakan publik tersebut dapat mewujudkan era adaptasi kebiasaan baru (new normal) didalam masyarakat, sehingga roda perekonomian kembali berputar seperti sedia kala.

“Kebijakan publik yang berupa disiplin prokes dan vsksinasi akan mempercepat penanganan covid-19. Public policies tersebut guna mewujudkan era adaptasi kebiasaan baru pada masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat urban. Diharapkan roda perekonomian akan kembali berputar seperti sedia kala di era adaptasi tersebut”, ujar Tulus J. Maha.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa masyarakat Indonesia harus belajar bersahabat dengan pandemi covid-19. Masyarakat perlu beradaptasi dengan eksternal environmentnya jika ingin kembali menjalankan roda kehidupan. Karena jika kita menunggu pandemi untuk berakhir tanpa melakukan apapun, maka potensi Gross Domestic Product (GDP) dan pendapatan negara dari sumber non migas akan tergerus.

Agar terciptanya herd immunity atau kekebalan komunal, pemerintah pudat maupun daerah terus melakukan percepatan program vaksinasi nasional Covid-19.

Namun di tengah upaya pemerintah meningkatkan target vaksinasi tersebut, masih ada masyarakat yang enggan divaksin. Beragam alasan dilontarkan, mulai dari tak percaya adanya virus Corona, keraguan akan kemanjuran (efikasi) vaksin, sampai ketakutan adanya Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).

Menyikapi hal tersebut, pengamat kebijakan publik dari Makara Strategic Insight, Iwan Freddy, mengatakan bahwa para stakeholder perlu mewaspadai berbagai aksi dari kelompok kepentingan dan oposisi yang dapat menghambat program vaksinasi nasional.

“Parà stakeholder dan masyarakat perlu mewaspadai adanya pihak-pihak tertentu yang mempolitisir situasi pandemi dengan cara menyebarkan berbagai hoax guna menghambat suksesnya program vaksinasi nasional”, ujar Iwan Freddy.

Lebih lanjut, dirinya menyatakan suksesnya program vaksinasi nasional akan mempercepat terwujudnya kekebalan kolektif yang dapat menurunkan kasus positif covid-19.

“suksesnya program vaksinasi nasional akan mempercepat terwujudnya kekebalan kolektif yang dapat menurunkan kasus positif covid-19”, tambahnya.

Presiden RI, Joko Widodo didampingi Sekretaris Kabinet Pramono, Anung (kanan) meninjau vaksinasi COVID-19 untuk masyarakat, di Jogja Expo Center, Bantul, Yogyakarta, Jumat (10/9/2021).

Pada kesempatan tersebut, Presiden Jokowi meminta seluruh pihak mulai menyiapkan transisi dari masa pandemi ke endemi karena COVID-19 belum diketahui kapan akan berakhir.

“Karena kita tahu COVID-19 ini tidak mungkin akan hilang. Oleh sebab itu kita harus mulai menyiapkan transisi dari pandemi ke endemi,” kata Presiden Jokowi.

Presiden juga mengatakan semua pihak mulai belajar hidup bersama dengan COVID-19. Hal tersebut penting agar masyarakat tidak memiliki euforia yang berlebihan dan tetap waspada terhadap bahaya COVID-19 yang setiap saat bisa menyerang.

“Ini penting, saya sampaikan agar kita tidak euforia yang berlebihan, senang-senang yang berlebihan, karena kita dan semuanya harus sadar bahwa COVID-19 selalu mengintip kita,” ujarnya.

Oleh karena itu, Presiden mengingatkan masyarakat untuk terus berdisiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes) untuk pencegahan penularan COVID-19, terutama menggunakan masker, serta protokol pencegahan lainnya, seperti mencuci tangan dan menjaga jarak.

“Protokol kesehatan harus terus dilakukan, terutama memakai masker,” ujar Kepala Negara.

Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi meninjau vaksinasi COVID-19 bagi 375 pelajar Sekolah Luar Biasa (SLB) di DIY.

“Saya meninjau pelaksanaan vaksinasi untuk kurang lebih 375 pelajar SLB. Kita harapkan ini bisa memberikan perlindungan dan proteksi secara maksimum kepada para pelajar SLB,” kata Presiden Jokowi.

Presiden mengatakan vaksinasi COVID-19 bagi para pelajar SLB merupakan upaya perluasan vaksinasi guna menurunkan tingkat penyebaran COVID-19, terutama COVID-19 Varian Delta.

“Vaksinasi bagi pelajar ini merupakan bagian dari upaya perluasan vaksinasi yang kita lakukan untuk kendalikan penyebaran COVID-19, terutama varian Delta, karena kita tahu COVID-19 ini tak mungkin akan hilang,” ujar Presiden.

Dalam peninjauan vaksinasi di SLB Negeri 1 Yogyakarta itu, tampak mendampingi Presiden, Menseskab, Pramono Anung dan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X. (**)

Presiden Jokowi menyampaikan dirinya mendukung upaya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam menindak dan mencegah korupsi di Indonesia.

Kemudian, Jokowi menekankan, profesionalitas aparat penegakan hukum berperan penting dalam penindakan dan pencegahan korupsi. Namun meski begitu, dirinya menyebut bahwa kinerja penegakan korupsi bukan hanya diukur dari banyaknya kasus yang ditemukan.

Presiden Joko Widodo atau Jokowi mendukung upaya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam menindak dan mencegah korupsi di Indonesia. Dia menegaskan bahwa pemberantasan korupsi tidak boleh padam. “Meskipun listrik di KPK padam, tapi pemberantasan korupsi tidak boleh padam,” ujar Jokowi.

Kemudian, Jokowi menekankan, profesionalitas aparat penegakan hukum berperan penting dalam penindakan dan pencegahan korupsi. Namun, dia menyebut bahwa kinerja penegakan korupsi bukan hanya diukur dari banyaknya kasus yang ditemukan.

“Kinerja penegakan bukan diukur dari seberapa banyak kasus yang ditemukan. Tetapi pada bagaimana mencegah secara berkelanjutan agar tindak pidana korupsi itu tidak sampai terjadi lagi,” ucap Jokowi. Untuk itu, dia menyebut orientasi dan pola pikir dalam pengawasan serta penegakan hukum kini harus diarahkan kepada perbaikan tata kelola dan pencegahan korupsi.

Jokowi menilai pentingnya inovasi untuk menutup peluang terjadinya tindak pidana korupsi. “Upaya pemberantasan korupsi membutuhkan kegigihan dan konsistensi yang luar biasa. Butuh orkestrasi kebersamaan yang luar biasa untuk mencegahnya, butuh inovasi dan kerja sistematis untuk menutup peluang terjadinya korupsi,” ucap dia.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu lalu meminta lembaga pemerintahan meningkatkan transparansi dan akuntabilitas untuk memimalisir terjadinya tindak pidana korupsi. Selain mencegah korupsi, dia menyebut hal tersebut guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Semua lembaga pemerintahan harus terus meningkatkan transparansi, meningkatkan akuntabilitas, melakukan penyederhanaan proses kerja dan proses pelayanan kepada masyarakat untuk meminimalisir peluang korupsi,” terang Jokowi. “Perlu tindakan yang adil dan konsisten untuk menindak para pelaku tindak pidana korupsi,” sambung Jokowi.

Menurut Jokowi, saat ini pemerintah tengah berupaya melakukan reformasi di sektor perizinan dan layanan publik untuk mempersempit peluang korupsi. Khususnya, sektor-sekor yang terkait kepentingan masyarakat serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM)

“Sektor-sektor yang berkaitan langsung dengan kepentingan rakyat banyak, sektor-sektor yang mempengaruhi ekosistem berusaha terutama pada UMKM menjadi perhatian utama pemerintah,” papar dia.

Pemerintah, kata Jokowi, juga melakukan reformasi struktural besar-besaran dengan memangkas regulasi yang rumit dan tumpang tindih. Misalnya, dengan memanfaatkan teknologi digital sehingga dapat mencegah terjadi korupsi.

“Mekanisme dan prosedur birokrasi yang rumit kita sederhanakan yang kemudian didukung dengan penggunaan teknologi digital, seperti e-budgeting, e-procurement, e-audit, dan aplikasi-aplikasi lainnya,” terang dia. (*)

Oleh : Ahmad Fauzan )*

Turunnya jumlah pasien Corona amat disyukuri karena PPKM terbukti ampuh dalam mengendalikan Corona. Namun, kita harus harus tetap mematuhi Prokes dan tidak larut dalam euforia karena ancaman virus Covid-19 masih mengintai.

Bagaimana kabar Corona hari ini? Ada berita baik ketika jumlah pasien covid turun dratis menjadi ‘hanya’ 7.000-an orang per harinya (data tanggal 6 september 2021). Jika dibandingkan dengan 2 bulan lalu maka sangat bagus, karena pada juli lalu jumlah pasien covid berada di atas 30.000 orang per harinya.

Turunnya jumlah pasien Corona menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mengendalikan virus covid-19. Namun kita tidak boleh lengah sedikitpun lalu lalai dan melepas masker saat bepergian, karena keadaan belum benar-benar aman. Corona masih mengintai di mana-mana, apalagi saat ini virus jahat itu sudah bermutasi menjadi varian Mu yang jauh lebih ganas daripada varian Alfa (generasi pertama).

Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Irvan Prawira Satyaputra menyatakan bahwa  ada beberapa pelonggaran aturan saat PPKM, karena terjadi penurunan kasus Corona di Palembang. Di antaranya Mall sudah boleh dibuka, maksimal sampai jam 8 malam dan kapasitasnya hanya 50%. Selain itu cafe juga boleh melakukan dine in tetapi pengunjung juga dibatasi dan mereka hanya boleh buka sampai jam 8 malam juga.

Akan tetapi, Kombes Pol Irvan menambahkan, ada saja pelanggaran protokol kesehatan walau ada pelonggaran aturan. Yang paling sering adalah pemilik cafe dan mereka terus ditegur agar menaati poin-poin dalam protokol kesehatan. Penyebabnya karena masi ada saja yang kapasitasnya membludak, padahal maksimal pengunjung hanya 25%.

Ketika ada pemilik bisnis yang bandel maka ia bisa kena teguran keras dan didenda sampai puluhan juta rupiah, dan tempatnya pun disegel selama beberapa hari. Hukuman ini dirasa pantas agar mereka terus ingat untuk mematuhi poin-poin dalam protokol kesehatan 10M. Saat disegel, cafe tersebut harus disterilkan agar yakin bahwa tidak ada virus covid-19 yang tersisa pasca ada kerumunan.

Penegasan ini dirasa wajar karena jangan sampai masyarakat merayakan ‘kebebasan’ dan tenggelam dalam euforia, lantas berpesta besar-besaran di cafe. Tempat itu berubah dari semi restoran menjadi lokasi untuk ‘dugem’ lalu banyak yang minum-minum, tentu sambil melepas masker. Apa mereka tidak takut terkena Corona?

Euforia yang selanjutnya terjadi ketika ada yang diam-diam mengadakan pesta pernikahan dan mengundang sampai ratusan orang. Padahal aturannya maksimal hanya 25% dari kapasitas tempat resepsi, dan semua harus menaati protokol kesehatan, seperti pakai masker dan mencuci tangan. Ingatlah bahwa beberapa bulan lalu ada pengantin yang meninggal secara tragis karena Corona, pasca berpesta di sebuah Rumah Makan di kawasan Jawa Barat.

Jumlah pasien covid masih 7.000-an per hari dan jangan sampai kita jadi pasien berikutnya, lantas beresiko kehilangan nyawa karena imunitas tubuh sedang turun. Saat pandemi kita harus makin waspada dan giat berolahraga untuk menjaga daya tahan tubuh. Selain itu, ubah pola makan menjadi sehat dan konsumsi lebih banyak air mineral, sayur, dan buah-buahan.

Selain itu, ajari juga anak-anak untuk tertib memakai masker dan jangan dilepas ketika sampai di tempat tujuan. Mereka belum mendapatkan vaksinasi, sehingga harus lebih ketat dalam menerapkan protokol kesehatan. Jangan lupa pula untuk memberi vitamin tambahan, susu, dan madu, agar imunitasnya terjaga.

Ketika kasus Corona sedang menurun, jangan bergembira lalu malas memakai masker. Justru ketika kita tenggelam dalam euforia, di sanalah Corona mengintai lalu diam-diam menginfeksi tubuh. Tetaplah menaati protokol kesehatan 10M dan menjaga imunitas.

)* Penulis adalah kontributor Pertiwi Institute

Oleh : Muhammad Yasin )*

Pemerintah terus memaksimalkan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 jelang Pekan Olah Raga Nasional (PON) XX. Langkah tersebut diharapkan dapat melindungi warga dari penularan   Covid-19 jelang perhelatan ajang olah raga nasional tersebut. 

Johny G Plate selaku Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) mengatakan, program vaksinasi  Covid-19 untuk empat klaster pelaksanaan PON XX dan Peparnas XVI ditargetkan mencapai 70% pada September 2021.

Pemerintah akan terus memantau perkembangan program vaksinasi Covid-19 pada empat klaster tersebut.Johny berujar, vaksinasi juga akan dijadikan salah satu syarat bagi masyarakat yang ingin menyaksikan PON XX dan Peparnas XVI secara langsung.

Pemerintah juga telah memastikan ketersediaan vaksin di empat klaster PON XX dan Peparnas XVI Papua agar dapat memenuhi kebutuhan yang ada. Selain itu, pemerintah telah menyiapkan tenaga kesehatan untuk mendukung program vaksinasi tersebut. Oleh karena itu tidak ada alasan bagi masyarakat di Papua untuk tidak divaksin.

            Vaksinasi diharapkan dapat membantu memastikan kesehatan semua pihak yang terlibat agar tidak memunculkan klaster baru Covid-19. Vaksin tentu dibutuhkan untuk meningkatkan imunitas, melindungi diri sendiri dan keluarga, serta mengurangi gejala berat Covid-19.

            Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali menjelaskan soal pelaksanaan vaksinasi Covid-19 untuk para atlet. Ia mengatakan telah meminta sebanyak 5 ribu dosis vaksin Covid-19 untuk atlet nasional ke kementerian kesehatan.  Dalam kesempatan konferensi virtual, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali menjelaskan terkait dengan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 untuk para atlet. Ia mengatakan telah meminta sebanyak 5 ribu dosis vaksin Covid-19 untuk atlet nasional ke Kementerian Kesehatan.

            Vaksinasi Covid-19 untuk atlet tahap pertama diutamakan untuk atlet yang sedang berada di Jakarta, mempersiapkan diri untuk bertanding. Selanjutnya, Kemenpora juga berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan di daerah untuk vaksinasi Covid-19 kepada atlet yang sedang kembali di kota asalnya.

            Pada kesempatan berbeda, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa vaksinasi Covid-19 bagi atlet diprioritaskan abgi mereka yang akan melakukan pertandingan di kancah internasional maupun dalam negeri.  Pernyataan ini disampaikan oleh Menkes Budi Sadikin ketika dirinya meninjau pelaksanaan vaksinasi bagi para atlet, pelatih maupun tenaga pendukung di Istora Senayan.

Kemenkes juga akan mempercepat vaksinasi covid-19 di sejumlah kota/kabupaten di Papua. Hal ini bertujuan untuk menunjang penyelenggaraan PON XX pada 2-15 Oktober 2021. Sebagai Informasi, PON XX 2021 akan digelar pada 2-5 Oktober 2021. Terdapat 37 cabang dan 10 cabang ekspedisi yang akan dipertandingkan.

            Karena pandemi Covid-19 masih berlangsung, Ketua KONI Marciano Norman meminta agar semua orang yang terlibat dalam pelaksanaan PON XX 2021 harus sudah divaksin. Dirinya juga mengaku optimis, situasi dan kondisi di lokasi penyelenggaraan PON XX 2021 kan kondusif. Adapun lokasi yang dimaksud meliputi Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Mimika dan Kabupaten Merauke.

            Bagi Papua, PON adalah event yang sangat penting, karena event ini tentu saja akan menjadi nilai tambah bagi pemerataan pembangunan di Papua hingga pemerataan pembangunan ekonomi di Papua. Karena sukses PON tidak hanya soal sukses penyelenggaraan dan sukses prestasi saja.

            PON XX akan dimeriahkan dengan 37 cabang olahraga, 56 disiplin cabor, 679 nomor pertandingan dan 6.442 atlet. Keseluruhan atlet tersebut diharapkan dapat tampil maksimal demi mengukir rekor baru.Selain itu, multievent paling bergengsi di Indonesia tersebut tidak hanya mengenai kompetisi semata, tetapi juga ajang unjuk gigi bagi atlet asal Bumi Cenderawasih untuk dikenal di dunia internasional.

            TNI AL (Angkatan Laut) juga tidak tinggal diam, untuk mempercepat vaksinasi TNI AL telah menerjunkan KRI Soeharso atau kapal rumah sakit untuk melayani percepatan vaksinasi Covid-19 di tempat diselenggarakannya PON, karena selama ini daerah tersebut masih rendah tingkat vaksinasinya. Selain menyiagakan kapal, TNI AL juga menyiapkan tenaga kesehatana dengan harapan sebelum PON sudah banyak masyarakat yang mendapatkan vaksin Covid-19.

            Dalam rangka percepatan vaksinasi, TNI AL menunda sementara latihan militernya dan fokus terhadap pelaksanaan percepatan vaksinasi dalam rangka mendukung program pemerintah agar segera terwujud kekebalan kelompok.

            Vaksinasi diharapkan dapat menjadikan PON dan Peparnas di Papua menjadi semakin semarak, karena dengan adanya vaksinasi, maka masyarakat yang telah mendapatkan vaksin dapat menyaksikan secara langsung para atlet yang berlaga.

)* Penulis adalah kontributor Lingkar Pers dan Mahasiswa Cikini