Pemerintah Optimal Mempersiapkan PON XX Papua

Oleh : Alfred Jigibalom )*

PON XX tinggal kurang dari sebulan lagi dan pemerintah mempersiapkannya dengan optimal. Panitia dan KONI berusaha keras agar PON XX terselenggara dengan baik, meski diadakan di tengah pandemi Covid-19.

Di saat pandemi kita rata-rata mengalami kelelahan mental karena takut tertular dan terlalu lama berada di dalam ruangan. Namun tidak usah galau lagi karena sebentar lagi ada acara yang bisa mengusir stress jauh-jauh, yaitu PON XX. Acara ini akan diselenggarakan di Papua pada awal oktober 2021, dan menjadi gelaran akbar, karena baru pertama kali diadakan di Bumi Cendrawasih.

KONI Pusat terus mempersiapkan segala sesuatunya agar PON XX berjalan dengan sukses, termasuk membeli peralatan untuk memfasilitasi PON. Ketua KONI Pusat Letjen (Purn) Marciano Norman menyatakan bahwa ia sudah melakukan koordinasi dengan berbagai stakeholder yang ada di PON. Seperti 11 olahraga eksibisi, panitia pengawas dan pengarah, para wasit, dan technical delegate yang bertanggungjawab soal penyelenggaraan PON.

Letjen (Purn) Marciano menambahkan, ia akan terus melakukan pengecekan dan meng-update-nya, baik di klaster PON Mimika, Kota Jayapura, maupun Merauke. Juga berkomunikasi dengan para kepala daerah untuk mengatasi hambatan yang ada. Memang tak bisa dipungkiri, untuk persiapan acara sebesar PON tetap ada hambatan, tetapi bisa diatasi dengan baik.

Hambatan yang patut diwaspadai adalah ancaman teror dari Kelompok Separatis dan Teroris (KST) sehingga aparat makin ketat merazia di banyak wilayah Papua, terutama di dekat arena pertandingan. Jangan sampai ada lemparan anak panah atau senjata lain dari mereka dan tiap masyarakat yang melintas akan digeledah. Untuk mengetahui apakah mereka membawa senjata tajam atau tidak.

Persiapan PON XX dan penghapusan hambatan juga dilakukan dengan menerbangkan drone ke 4 klaster PON, yakni di Mimika, Merauke, Kota dan Kabupaten Jayapura. Drone akan memonitor keramaian dan petugas bisa membubarkannya agar tidak terjadi kerumunan. Kamera drone juga bisa mengidentifikasi siapa yang masuk ke dalam blacklist, sehingga kerusuhan akan bisa dicegah.

Persiapan lain dalam penyelenggaraan PON adalah vaksinasi. Seluruh atlet dan offisial wajib divaksin sebelum terbang ke Papua dan tentu saja panitia lokal juga diinjeksi, agar tidak terbentuk klaster corona baru. Tak hanya mereka, tetapi warga di sekitar lokasi PON juga divaksin dengan harapan muncul kekebalan kelompok dan tidak ada penularan virus Covid-19.

Menyelenggarakan PON XX di tengah pandemi memang memiliki resiko tetapi bisa diminimalisir dengan vaksinasi dan protokol kesehatan yang ketat, sehingga tidak menaikkan kasus corona di Papua. Selain vaksinasi, panitia dan atlet hanya boleh beraktivitas di arena PON dan wisma atlet. Mereka tak boleh keluyuran seenaknya sendiri karena mobilitasnya dibatasi, sebagai upaya pencegahan corona.

Persiapan sarana untuk protokol kesehatan juga sudah ada, seperti keran untuk mencuci tangan, sabun antiseptik, masker sekali pakai, hans sanitizer, dll. Sanitasi memang wajib diperhatikan dan memang untuk sterilitasi semuanya menambah anggaran. Namun bisa diatasi karena PON XX mendapatkan dana juga dari otsus jilid 2.

Selain itu, persiapan untuk penginapan para atlet juga sudah ready. Mereka akan menginap di wisma atlet sekaligus kantor KONI Papua, di wilayah Kota Jayapura. Penginapan sudah representatif dan logistiknya juga siap, agar para atlet nyaan saat beristirahat.

Persiapan PON XX nyaris 100% dan tinggal menunggu hari jelang pembukaannya. PON adalah acara besar yang mengangkat derajat Indonesia di mata dunia, sehingga wajib disukseskan penyelenggaraannya. Panitia bekerja keras agar acara ini lancar dan meminimalisir resikonya.

)* Penulis adalah mahasiswa Papua tinggal di Bali

Tinggalkan Balasan