Kebijakan PTM-Terbatas Guna Mencapai Pendidikan Maksimal

Pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas urgent untuk segera diimplementasikan, tak terkecuali bagi jenjang pendidikan tinggi. Guna mendukung hal tersebut, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) telah meresmikan lanjutan bantuan UKT untuk mendukung pelaksanaan PTM terbatas.

Menyikapi hal tersebut, Persatuan Mahasiswa dan Alumni Bidik Misi Nasional menyelenggarakan webinar bertajuk “Efektivitas Pendidikan Tinggi dengan PTM Terbatas dan Bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT).”

“Berhasil tidaknya pelaksanaan PTM terbatas sangat bergantung pada komitmen adik-adik mahasiswa untuk saling menjaga dan melindungi melalui kedisiplinan menerapkan protokol kesehatan. Kami mendorong kampus-kampus yang berada di wilayah PPKM level satu sampai tiga untuk segera memberikan opsi pertemuan tatap muka terbatas kepada mahasiswa. Sementara untuk daerah di level empat, masih harus belajar dari jarak jauh,” ujar Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim

Ditempat terpisah, peneliti pendidikan dari Lentera Research Institute (LRI), Dwi As’ad, S.Pd., M.Pd, mengataan bahwa kebijakan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas sangat dibutuhkan agar siswa mendapatkan pendidikan maksimal dengan prokes ketat.

“Kebijakan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di sejumlah sekolah memang sangat diperlukan agar siswa bisa terus mendapatkan pendidikan dengan maksimal dengan menerapkan protokol (prokes) yang ketat” ujar Dwi As’ad.

Lebih lanjut, dirinya menambahkan bahwa diperlukan kontra narasi terhadap kebijakan PTM sekolah yang dinilai menciptakan cluster baru di sekolah-sekolah.

“Masyarakat tidak perlu khawatir dengan cluster baru covid-19 yang ada disekolah-sekolah yang masih terhitung kecil. Hal ini sebagaimana data yang dipublikasikan oleh Kemendikbudristek”, tambahnya.

Tinggalkan Balasan