Masyarakat Papua Antusias Menyambut PON XX

Oleh : Made RAditya )*

Masyarakat di Papua amat antusias dalam menyambut Pekan Olah Raga Nasional (PON) XX. Pasalnya, PON menjadi sebuah event berlevel nasional yang pertama kali diadakan di Bumi Cendrawasih. PON XX juga jadi ajang pembuktian bahwa pemuda Papua cakap dalam meng-handle sebuah perhelatan besar.

Apakah Anda suka menonton pertandingan sepakbola? Sepakbola memang sebuah olahraga yang disukai banyak orang. Lantas di PON XX, tak hanya ada pertandingan sepakbola, tetapi juga ada bola voli, renang, karate, dan berbagai cabang olahraga lain yang dipertandingkan. Anda jadi puas untuk menyaksikannya lewat layar televisi dan banyak penonton lain yang mendukung atlet dari provinsinya lain-lain.

Sebagai tuan rumah, masyarakat Papua amat antusias dalam menanti pembukaan PON XX, nanti tanggal 2 Oktober. Saat pra-PON sudah ada acara untuk menyambutnya, dan meski diadakan secara virtual, berhasil menarik hati banyak orang. Pasti nanti saat PON dibuka, akan lebih dahsyat lagi pertunjukannya, karena akan diisi oleh 2 artis nasional yang didukung oleh 35 artis lokal.

Para tokoh masyarakat, agama, pemuda, dan akademisi di Papua menyuarakan kebanggaan rakyat di Bumi Cendrawasih akan penyelenggaraan PON XX. Suksesnya PON adalah harga diri bagi rakyat Papua sekaligus kepercayaan Tuhan melalui pemerintah kepada rakyat Papua, yang harus dijaga dengan baik.

Pendeta MPA Maury sebagai tokoh agama di Papua menyampaikan apresiasi kepada pemerintah dan berharap PON berlangsung aman dan sukses. Semoga rakyat aman-aman saja dan acara ini adalah harga diri bagi seluruh rakyat di Bumi Cendrawasih. Hal ini ia sampaikan saat menjalankan pertemuan secara virtual dengan Menkopolhukam Mahfud MD.

Sementara itu, Ketua MUI Papua KH Saiful Islam Al Payagedari menyatakan bahwa ada harapan PON XX menjadi lokomotif kemajuan Papua. Tujuannya agar maju dan berkembang dengan daerah-daerah lain. ia juga berpesan untuk tidak gamang dengan kejadian di tempat lain (maksudnya yang pernah ada gesekan dengan oknum).

Dalam artian, keberadan PON XX memang menjadi suatu hal yang menarik modernitas Papua. Penyebabnya karena saat ada lomba olahraga, tak hanya GOR dan arena pertandingan yang dibangun, tetapi juga infrastruktur pendukung. Sehingga rakyatlah yang diuntungkan karena mereka jadi bisa melintas di jalan raya beraspal dan mulus, dan mobilitasnya jadi lancar.

Selain itu, pasca PON mereka bisa memanfaatkan GOR dan arena pertandingan untuk tempat berolahraga. Penyebabnya karena fasilitas itu bukan hanya bermanfaat saat lomba saja, tetapi memang bisa digunakan untuk rakyat. Nantinya tim kebanggaan mereka, Persipura Jayapura, bisa bermarkas di Stadion Lukas Enembe yang megah dan memiliki kapasitas penonton lebih banyak (daripada stadion Mandala).

Masyarakat di Bumi Cendrawasih memang sangat antusias dalam menyambut PON, terutama di media sosial. Mereka menyuarakan rasa bahagianya dengan meng-upload foto dan status tentang PON XX, atau gambar maskotnya (Kangpho dan Drawa). PON adalah peristiwa yang baru pertama kali ada di Papua, sehingga wajar jika masyarakat jadi takjub dan gembira.

Mereka juga ada yang mendaftar jadi relawan karena ingin menjadi bagian dari PON XX. Menjadi relawan adalah sebuah kehormatan karena belum tentu orang lain diterima, dan tugas relawan tidak bisa dipandang remeh. Mereka membantu untuk menjaga keamanan di arena PON XX sekaligus mensukseskannya.

Antusiasme masyarakat amat disyukuri karena mereka juga membantu kesuksesan PON XX. Saat acara olahraga ini terselenggara maka dukungan dari warga sipil bagaikan bahan bakar yang membuatnya terus melaju. Kesuksesan PON XX adalah kesuksesan masyarakat Papua, sehingga wajar jika mereka men-support-nya.

)* Penulis adalah kontributor Lingkar Pers dan Mahasiswa Cikini

Tinggalkan Balasan