Pemerintah Terus Genjot Vaksinasi di Lokasi PON XX

Oleh : Zakaria )*

Pemerintah terus menggenjot vaksinasi di lokasi Pekan Olah Raga Nasional (PON) XX di Papua. Langkah tersebut bertujuan untuk melindungi warga dari penularan Covid-19 dan menyukseskan gelaran PON XX.
Budi Gunadi Sadikin selaku Menteri Kesehatan (Menkes), mengatakan bahwa vaksinasi Covid-19 dosis pertama di lima kabupaten yang akan menjadi tempat penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) di Papua sudah mencapai 62,7 % atau 206.531 dosis.
Kelima kota penyelenggaraan PON tersebut jumlah total target vaksinasinya ada 648.622. Sudah vaksinasi dosis pertama sebesar 406.531, jadi 62,7 persen. Vaksin keduanya sudah dilakukan pada 253.474 orang atau 39 persen.

Budi menuturkan bahwa berdasarkan instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri), vaksinasi pertama di wilayah pelaksanaan PON minimal 60%. Menurut Budi, tingkat vaksinasi di Kabupaten Kota Jayapura, Kabupaten Merauke dan Mimika sudah mencapai 60%. Sementara itu, vaksinasi di Kabupaten Jayapura baru 57 persen dan Kabupaten Kerom mencapai 54%.

Selain itu, pihak Kemenkes juga menjalin kerja sama dengan Dinas Kesehatan Provinsi Papua untuk mengendalikan malaria di tempat pelaksanaan PON. Kedua lembaga tersebut melakukan fogging di tempat-tempat penting yang kelak akan menjadi lokasi pelaksanaan pekan olahraga tahunan tersebut, maupun penginapan para atlet dan offisial.

Fogging sendiri bertujuan untuk memastikan bahwa area tersebut bersih dari nyamuk-nyamuk yang bisa menularkan malaria. Kemenkes juga berkoordinasi dengan pihak panitia penyelenggara PON berkaitan dengan penggunaan aplikasi peduliLindungi sebagai syarat bagi penonton PON. Penonton sendiri dibatasi hanya 25% dari kapasitas asli.

Dengan aturan tersebut, Budi berharap agar tidak terjadi penularan Covid-19 atau bahkan klaster baru dalam penyelenggaraan multievent tersebut. Pada kesempatan berbeda, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengajak kepada masyarakat Papua untuk dapat mengikuti vaksinasi Covid-19. Di samping untuk pengendalian kasus juga dalam rangka menyukseskan penyelenggaraan PON XX yang akan digelar pada 2 Oktober mendatang.

Ia menjelaskan percepatan vaksinasi sangat penting agar masyarakat dapat dimungkinkan untuk menyaksikan pertandaingan dan mendukung para atlet secara langsung di setiap venue yang ada di Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Merauke dan Timika.

Dirinya juga mengimbau kepada seluruh masyarakat Papua untuk yang belum divaksin agar berduyun-duyun untuk mendapatkan vaksin. Pasalnya, salah satu kunci sukses penyelenggaraan PON XX Papua yaitu tercapainya target vaksin yang akan berimbas pada terbukanya akses penonton.

Dengan terbukanya akses bagi penonton, tentu akan berpengaruh terhadap aktifitas ekonomi masyarakat. Sebab, meskipun masih dalam kondisi pandemi Covid-19, pemerintah berharap agar PON bisa menjadi momentum membangkitkan perekonomian Papua.

Sementara itu, di sisi lain pemerintah juga telah menyiapkan asrama dan rusun untuk memfasilitasi para atlet dan delegasi dari 34 provinsi selama ajang PON XX Papua berlangsung. Total ada 35 asrama dan rusun yang disediakan pemerintah pusat yang tersebar di seluruh wilayah penyelenggaraan PON.

Pada kesempatan berbeda Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid mendorong pemerintah untuk terus mempercepat distribusi vaksin ke berbagai daerah. Vaksinasi dinilai sebagai langkah terbaik dalam menciptakan kekebalan komunal atau herd immunity sebagai bagian dari upaya menghentikan laju penyebaran pandemi Covid-19.

Menurutnya, di beberapa daerah saat ini masih kesulitan untuk mencukupi kebutuhan vaksinasi warganya. Dirinya mencontohkan di Kabupaten Gresik Provinsi Jawa Timur, yang hingga saat ini vaksinasi covid-19 baru tercapai sekitar 40 persen lebih.

Ia mengatakan, jika dulu banyak masyarakat yang takut mendapatkan vaksin. Ada yang masih mempertanyakan halal atau haram, apakah vaksin aman dan lain-lain, saat ini kepercayaan masyarakat untuk mengikuti vaksinasi terus meningkat seiring banyaknya masyarakat yang mendaftarkan diri untuk mendapatkan vaksinasi. Sebelumnya Papua sudah menerima sebanyak 14.680 vaksin sinovac dan sudah didistribusi ke Kota Jayapura, Kabupaten Mimika dan Kabupaten Jayapura.

Pada prinsipnya Dinas Kesehatan Provinsi sudah berkomunikasi dengan teman-teman di Dinas Kesehatan seperti di Biak, Yapen, Supiori, Nabire, Wamena serta Merauke untuk kesiapan gudang penyimpanan, jika mereka sudah siapkan gudang, tentu saja vaksin akan segera didistribusi.

Vaksinasi merupakan ikhtiar bersama antara pemerintah dan masyarakat untuk menuju kekebalan komunal atau herd immunity, jika herd immunity bisa terwujud tentu saja perhelatan PON dapat berjalan dengan dengan keterlibatan banyak orang serta mengurangi potensi penularan virus.

)* Penulis adalah warganet tinggal Bogor

Tinggalkan Balasan