Masyarakat Agar Tetap Waspada Terhadap Bahaya Penularan Covid-19

JAKARTA – Masih kurangnya kesadaran masyarakat mematuhi protokoler kesehatan menjadi salah satu penyebab sulitnya memutus rantai penularan Covid-19 di negara kita. Sikap kurang peduli sebagian warga masyarakat mematuhi protokol kesehatan, khususnya 3M (memakai masker, mencuci tangan pakai sabun di air mengalir dan menjaga jarak) membuat angka kasus Covid-19 di negara Indonesia menjadi sulit dikendalikan.

Sikap apatis tentang bahaya Covid-19 tersebut membuat orang enggan mematuhi protokol kesehatan Covid-19. Ketidak-pedulian warga masyarakat terhadap 3M dan melakukan isolasi mandiri membuat potensi penularan Covid-19 di masyarakat akan tetap tinggi seperti terjadi di beberapa negara besar. Negara – negara besar banyak yang gagal mengatasi pandemi Covid-19 karena masyarakatnya tidak percaya adanya Covid-19. Warga masyarakat dibeberapa negara di dunia menilai bahwa Covid-19 hanya rekayasa, padahal Covid-19 itu nyata.

Disisi lain, peran aktif komunitas dan masyarakat dalam mencegah penyebaran virus corona atau Covid -19 menjadi perhatian Kementerian Komunikasi dan Informatika. Pasalnya, penanganan Covid-19 tidak hanya membutuhkan tindakan kuratif, aksi preventif agar jumlah penderita tidak terus bertambah juga menjadi perhatian pemerintah.

“Salah satunya adalah dengan meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan kesadaran masyarakat terhadap virus corona,” ujar Direktur Tata Kelola dan Kemitraan Komunikasi Publik Ditjen Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Kominfo, Selamata Sembiring di Yogyakarta, beberapa waktu yang lalu.

Menurut Direktur Sembiring masyarakat perlu diajak untuk membuat dan konten positif terkait virus corona dan menyebarkan melalui media sosial. “Peran serta masyarakat dalam mencegah penyebarluasan virus corona mutlak diperlukan, khususnya dalam menciptakan dan menyebarluaskan informasi positif tentang virus corona. Dengan cara tersebut, kewaspadaan masyarakat terhadap penyebaran virus ini akan meningkat,” tandasnya.

Sementara itu, perlahan tapi pasti, di berbagai belahan dunia saat ini sedang berjalan vaksinasi COVID-19 secara menyeluruh kepada warga negaranya. Hal ini bertujuan untuk mengurangi risiko infeksi virus corona. Tidak ketinggalan, negara kita Republik Indonesia juga aktif mengimbau warga khususnya para pekerja publik dan lansia mendaftarkan diri untuk divaksin.

Divaksin merupakan upaya terbaik yang dapat dilakukan untuk pencegahan penularan infeksi virus Corona. Vaksin COVID-19 disuntikkan untuk mendorong tubuh membentuk antibodi yang berguna dalam melawan infeksi virus corona. Meski begitu, dibutuhkan waktu sebelum antibodi terbentuk hingga akhirnya dapat berfungsi dengan maksimal. Umumnya, antibodi terbentuk dalam satu bulan setelah vaksin corona dosis pertama. Namun, kinerja antibodi baru akan maksimal pada 28-35 hari setelah suntikan kedua vaksin corona. (*)

Tinggalkan Balasan