Pemerintah Komitmen Melindungi Keselamatan Warga Sipil dari Ancaman Kekerasan KST Papua

Kelompok Separatis Teroris (KST) tidak bosan-bosannya menebar teror, ancaman dan merusak perdamaian Papua. Sejak mereka dilabeli sebagai Kelompok Separatis teroris (KST) yang sebelumnya bernama Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), selalu gencar dalam menyerang aparat, bahkan warga sipil. Padahal, kedamaian di Papua adalah hal yang selalu didambakan tetapi terusik karena serangan dari KST.

Hal ini tentu tidak bisa ditolerir, aparat keamanan di Papua pun tentu harus menumpas keberadaan KST agar tidak muncul korban.

Untuk melindungi warga sipil Papua, maka Pemerintah membentuk Satgas Nemangkawi untuk menindak tegas dengan menumpas Kelompok Separatis Papua (KST) untuk mewujudkan stabilitas keamanan di Papua. Satuan tugas ini adalah gabungan dari prajurit TNI dan Polri, yang bertugas sejak tahun 2018. Satgas sudah berkali-kali melakukan operasi penangkapan, bahkan merangsek hingga ke markas KST. Tujuannya agar tiap anggota mereka tertangkap dan tak lagi mengganggu masyarakat.

Masyarakat pun mendukung upaya nyata dari TNI/Polri tersebut, termasuk dengan menangkap Pimpinan KST. Warga sipil menerima pengamanan dari Satgas Nemangkawi, karena sebagai WNI mereka berhak untuk mendapatkan rasa aman dan ingin agar hidupnya selalu damai. Ketika ada ancaman KST, maka mereka bisa saja terancam nyawanya, sehingga mau tak mau mengungsi. Namun ketika ada Satgas maka KST tidak berkutik, kalaupun ada kontak senjata maka anggota KST yang kalah.

Selain itu, diterjunkannya banyak prajurit TNI dan Polri murni untuk menjaga keamanan warga sipil. Penyebabnya karena jika di suatu wilayah hanya ada masyarakat biasa, maka KST bisa saja menyerang diam-diam lalu akan ada teror berkepanjangan.

Ketika ada banyak prajurit TNI dan Polri di Papua, maka dianggap wajar-wajar saja, bukankah aparat adalah sahabat rakyat? Jadi jangan takut duluan, karena mereka datang untuk menjaga agar tidak ada serangan KST dan hal-hal buruk lainnya. Mereka adalah guardian yang rela mengorbankan dirinya demi keselamatan warga sipil.

Jangan ada yang menuduh sembarangan dan berkata bahwa keberadaan TNI dan Polri di Papua sama saja dengan pemberlakuan Daerah Operasi Militer melainkan mereka berfungsi sebagai pengayom, bukan untuk membuat warga jadi takut.

Pemerintah benar-benar menjamin keamanan masyarakat Papua, tak heran makin banyak prajurit yang ditugaskan di sana. Mereka dengan gagah berani melawan KST bahkan rela berkorban nyawa. Penerjunan Satgas Nemangkawi adalah bentuk komitmen dari pemerintah untuk melindungi warga sipil Papua dari ancaman KST.

Tinggalkan Balasan