Jakarta – Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan RI Siti Nadia Tarmizi mengatakan stok vaksin Covid-19 di fasilitas pemerintah pusat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan daerah. Kekosongan vaksin di beberapa daerah, kata Nadia, penyebabnya karena data stok vaksin tidak diperbarui. “Sehingga Kemenkes melihat stok vaksin di daerah masih aman,” kata Siti Nadia, Kamis 5 Agustus 2021.

Menurut Nadia, masalah ini sudah diperbaiki. Jutaan dosis vaksin sudah dan akan didistribusikan ke daerah. “Kami sudah mendistribusikan pada pekan ketiga itu 3 juta untuk vaksin dosis kedua dan yang pekan keempat ini ada sekitar 6 juta. Nanti kami akan kirim lagi sekitar 6 juta,” katanya.

Nadia mengatakan antusiasme masyarakat yang tinggi untuk mengikuti vaksinasi juga mempengaruhi persediaan vaksin di Tanah Air. Apalagi, sekarang usia sasaran vaksinasi semakin luas.

“Sekarang ini vaksinasi tidak ada batasan khusus, artinya siapapun, usia di atas 12 tahun bisa divaksin. Jadi tentu harus cermat mengatur kuota vaksinnya,” ujarnya.

Berdasarkan laporan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), total kedatangan vaksin di Indonesia hingga 3 Agustus berjumlah 179,4 juta dosis vaksin terdiri atas 144,7 juta dosis berbentuk bahan baku dan 34,7 juta dosis dalam bentuk vaksin jadi.

Sedangkan total vaksin jadi produksi PT Bio Farma berjumlah 152 juta dosis vaksin. Sebanyak 117,3 juta berupa bahan baku dan 34,7 juta berupa vaksin jadi. Bahan baku vaksin tersebut berjenis Sinovac, AstraZeneca, Sinopharm dan Moderna.

Direktorat Jenderal (Ditjen) Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kemenkes melaporkan hingga 2 Agustus 2021, vaksin yang telah didistribusikan menuju 34 provinsi berjumlah 90.988.817 dosis. Sebanyak 68.641.750 dosis di antaranya telah digunakan.

Kemenkes juga berupaya menambah tenaga vaksinator mengingat Indonesia akan menerima sangat banyak dosis vaksin pada Oktober 2021.

“Oktober itu kemungkinan dua kali lipat dari yang saat ini kita terima jumlah vaksinnya. Tentunya kita harus segera menyuntikkan kepada masyarakat. Jadi memang harus segera diperluas (akses vaksin),” katanya. (*)

JAKARTA — Perjalanan atlet bulu tangkis Indonesia tidak terhenti hanya pada perolehan medali emas di Olimpiade Tokyo 2020. Beragam harapan muncul setelah melihat kemenangan yang diraih Greysia Polii dan Apriyani Rahayu pada kategori ganda putri yang begitu mengharukan. Apalagi Indonesia memiliki banyak bakat bulu tangkis yang masih bisa diasah untuk menjadi atlet profesional.

Pada ajang kali ini memang banyak hal terjadi di luar ekspektasi namun tetap harus menjadi perhatian untuk diapresiasi. Salah satunya yang terjadi pada pasangan ganda putra Hendra Setiawan dan Mohammad Ahsan atau yang kerap disapa The Daddies. Di usia yang tidak lagi tergolong muda, Daddies masih bisa bersaing di Olimpiade Tokyo 2020.

Legenda bulu tangkis dunia, Liliyana Natsir menyebutkan, memang selain penampilan dan kondisi fisik yang prima, faktor keberuntungan juga menjadi poin dalam menentukan pemenang pada event dengan skala besar seperti ini. “Meskipun pulang tanpa medali, poin positif dari The Daddies adalah bisa memotivasi dan menjadi contoh untuk adik-adik di pelatnas terutama ganda putra, karena Daddies dengan umurnya yang tidak muda masih bisa bersaing dengan pemain-pemain elite dunia,” kata Liliyana, Senin (8/8).

Beberapa atlet bulu tangkis seperti Kevin Sanjaya Sukamuljo, Praveen Jordan, dan Melati Daeva Oktavianti yang merupakan bagian dari PB Djarum juga turut bertanding di Olimpiade Tokyo 2020. PB Djarum sendiri merupakan klub yang aktif dan konsisten dalam pembinaan atlet bulutangkis di tanah air.

Faktor pikiran dinilai Butet, panggilan akrab Liliyana, juga menjadi faktor yang harus dijaga para atlet ketika akan bertanding. Pasalnya, bertanding dengan kondisi beban pikiran dan tekanan membuat kondisi permainan menjadi tidak santai dan cenderung terburu-buru. Butet mencontohkan hasil yang diperoleh tim ganda putra Marcus Fernaldi Gideon dan Kevin Sanjaya Sukamuljo atau Minions, memang di luar ekspektasi.

Minions tampil dengan beban pikiran sehingga tidak bisa mengeluarkan permainan yang terbaik sebagai unggulan pertama. Butet berharap para atlet yang berlatih saat ini lebih termotivasi dengan prestasi para senior dan bisa meneruskan jejak kesuksesan yang telah diraih. “Harus nothing to lose, bermain dengan enjoy dan gak mikir terlalu jauh, juga gak boleh terlalu menggebu-gebu, hasilnya seperti Greys/Apri dan yang bisa tampil luar biasa dan meraih emas,” ujarnya.

Bulu tangkis memang menjadi salah satu olahraga yang populer di Indonesia saat ini. Yuzu Isotonic, sebagai salah satu jenama yang memiliki perhatian di dunia bulutangkis tanah air berupaya mendukung para atlet untuk bisa terus menorehkan prestasi. Head of Marketing Yuzu, Bambang mengucapkan rasa terima kasihnya atas perjuangan para atlet yang telah bertanding untuk mengharumkan nama bangsa di kancah internasional.

“Kami berterima kasih atas perjuangan yang luar biasa dari para atlet yang masuk ke Olimpiade Tokyo 2020. Apapun hasilnya, kalian sudah menjadi juara di hati kita semua,” ungkap Bambang. Bambang juga menambahkan, Yuzu Isotonic sebagai salah satu brand yang mendukung olahraga tanah air mengajak masyarakat Indonesia untuk turut mendukung para atlet tanah air melalui digital activity #YUZUForIndonesia. (*)

Jakarta – Presiden Republik Indonesia Joko Widodo menegaskan prestasi olahraga saat ini harus ditingkatkan. Prestasi itu disampaikan tidak muncul begitu saja, namun dihasilkan oleh sebuah proses pembinaan dari hulu hingga hilir secara sistematis dan berkelanjutan.

Demikian disampaikan Presiden dalam peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-38 tahun 2021. Arahan Presiden ini sejalan dengan lahirnya desain besar olahraga nasional yang baru saja ditandatangani peraturan presidennya.

“Prestasi tidak muncul begitu saja. Prestasi dihasilkan oleh sebuah proses pembinaan dari hulu hingga hilir yang sistematis dan berkelanjutan. Kita harus fokus bekerja mencetak talenta-talenta hebat dibidang olahraga agar lahir semakin banyak atlet unggul berprestasi,” kata Presiden.

Talenta dan bibit unggul yang dibina menjadi atlet hebat ini diharap juga mampu mengharumkan nama Indonesia dikancah internasional. Mereka juga diharap mampu mendulang medali diberbagai ajang, termasuk Olimpide dan Paralimpiade.

“Kita memiliki bibit unggul diberbagai cabang olahraga seperti bulu tangkis, angkat besi, panjat tebing, panahan, menembak, karate, taekwondo, balap sepeda, atletik, renang, dayung dan senam artistik, serta dua cabang olahraga lain yang perlu dipersiapkan dengan baik yaitu pencak silat dan wushu,” terang Presiden.

Untuk itu, Presiden mengajak semua pihak untuk saling bersinergi demi menciptakan ekosistem industri olahraga semakin modern menyelenggarakan berbagai kompetisi olahraga yang sehat dan memacu prestasi.

“Menemukan talenta-talenta unggul sejak dini sehingga menjadi fondasi yang kuat untuk memajukan dunia olahraga di Indonesia,” jelas Presiden.

Bertempat di GOR Popki, Cibubur, Jakarta Timur, Haornas 2021 diselenggarakan dan mengambil tema Desain Besar Olahraga Nasional Menuju Indonesia Maju. Momen ini juga sekaligus peluncuran desain besar olahraga nasional atau DBON. Melalui DBON, diharap dapat mewujudkan Indonesia yang bugar, berkarakter, unggul, hingga berprestasi tingkat dunia.

Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali menegaskan, lahirnya DBON menjadi harapan baru untuk prestasi olahraga Indonesia.

“Saya tegaskan hari ini lahir harapan baru untuk prestasi olahraga Indonesia. Kita harus mengubah paradigma bahwa pembiayaan olahraga bukan lagi cost, melainkan investasi. Prestasi harus dicetak, by design, bukan lagi kebetulan,” jelas Menpira Amali.

Pada momen Haornas ini juga, Menpora Amali mengumumkan insan olahraga yang menerima penghargaan. Termasuk diantaranya pasangan medali emas Olimpiade Tokyo, Greysia Polii dan Apriyani Rahayu. Selain itu, juga ada dari para tokoh mulai dari kalangan akademisi hingga pimpinan cabang olahraga. (*)

Jakarta – Juru bicara Menko Kemaritiman dan Investasi, Jodi Mahardi, menyatakan PPKM Darurat pada 3 –20 Juli 2021 dan PPKM Level 1-2 yang berlaku sejak 21 Juli 2021 hingga saat ini berdampak pada penurunan kasus konfirmasi harian Covid 19. Sejak 15 Juli 2021, terjadi penurunan 59,6% hingga saat ini.

“Angka reproduksi saat ini 1,2-1,5, pemerintah akan terus berupaya agar angka reproduksi ini bisa mencapai angka <1, sehingga wabah terkendali. Caranya dengan coverage vaksinasi tinggi +3M dan 3T,” jelas Jodi, pada webinar “Dari PPKM Darurat Ke Level 4: Terbukti Akurat”, yang diselenggarakan Divisi Humas Polri secara daring, Kamis (12/8).

Jodi bersama Jubir Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmizi dan Sosiolog Imam Prasodjo tampil dalam webinar itu menyatakan terima kasih atas peran TNI/ Polri yang terlibat langsung. TNI/Polri berhasil meyakinkan masyarakat dalam melaksanakan protokol kesehatan, vaksinasi, hingga menurunkan angka kasus Covid 19.

Sementara Karopenmas Polri Brigjen Pol. Rusdi Hartono menyampaikan bahwa kesadaran masyarakat menjadi kunci dalam menurunkan Covid 19. “Kita bersyukur kesadaran masyarakat cukup baik dalam melaksanakan protokol kesehatan, sehingga program PPKM Darurat secara akurat berhasil menurunkan kasus Covid 19,” terang Rusdi.

Holistik
Jodi Mihardi menegaskan pemerintah melakukan penanganan Covid-19 secara holistik dari hulu hingga ke hilir. Dilakukan terintegrasi antar instansi melalui pelibatan TNI-Polri, relawan dan mahasiswa sebagai bentuk Kerjasama erat serta gotong royong seluruh elemen masyarakat, mengingat Pandemi tidak dapat ditangani sendiri oleh Pemerintah.

Sementara itu, dr. Siti Nadia Tarmizi mengakui bahwa pelaksanaan PPKM Darurat atau Level 4 telah menurunkan kasus Covid 19 hingga hampir 60%. Namun, ia mengingatkan, perlunya mewaspadai peningkatan kasus di luar Jawa dan Bali. “Jawa Bali itu punya potensi 70% dari seluruh kasus, tapi setelah PPKM level 4 Bali masih tinggi, demikian juga dengan provrinsi lain di luar Jawa Bali kasusnya bahkan terus meningkat,” ungkap Nadia. Ia menyarankan masyarakat secara individu melaksanakan protokol kesehatan, sementara pemerintah terus mendorong penurunan penularan melalui regulasi dan vaksinasi.(*)

Ciamis — Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya mengikuti rapat koordinasi pencegahan korupsi terintegrasi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI secara virtual di Aula Setda Ciamis beberapa waktu yang lalu.

Rakor tersebut dilaksanakan berdasarkan Undang-undang No. 19 tahun 2019 tentang perubahan ke dua atas UU No. 30 Tahun 2022 bahwa KPK bertugas melakukan koordinasi dengan instansi yang berwenang melaksanakan pemberantasan tindak pidana korupsi dan instansi yang bertugas melaksanakan pelayanan publik.

Dalam sambutannya, Bupati Ciamis menyampaikan upaya pencegahan korupsi pada pemerintah daerah salah satunya dilakukan melalui program pencegahan korupsi terintegrasi yang dilakukan oleh KPK RI.

Program tersebut merupakan bagian dari tugas KPK dalam mengkoordinasi dan monitoring upaya-upaya pencegahan korupsi yang dilakukan pemerintah daerah.

Dalam mencapai itu semua, Bupati Herdiat mengatakan Pemkab Ciamis telah berkolaborasi bersama KPK, Kemendagri, Kementerian PAN RB dan kementerian terkait lainnya.

Bupati Ciamis Herdiat Sunarya mengapresiasi peran aktif KPK RI yang telah mendampingi Kabupaten Ciamis dalam upaya-upaya pencegahan korupsi.

“Pada tahun 2020 hasil monitoring progres pelaksanaan aksi pencegahan korupsi pada Pemkab Ciamis mencapai 63% dan mencapai aksi yang cukup baik, ” ungkap Bupati Ciamis.

Untuk mendapat pencapaian aksi yang baik di tahun ini, Bupati menuturkan akan mempercepat monitoring dan rapat evaluasi atas progres rencana aksi pemberantasan korupsi yang dilaksanakan oleh Pemdakab Ciamis.

Menurutnya, upaya-upaya perbaikan dalam tata kelola aset dan optimalisasi pendapatan akan terus dilakukan.

“Kami berterimaksih kepada KPK yang telah mendampingi kita dalam rangka fungsi pengawasan. Kami juga mohon arahan agar kedepannya kami bisa lebih baik lagi,” ujarnya.

Sementara itu perwakilan KPK RI, Linda mengatakan rakor tersebut dilaksanakan untuk mengevaluasi capaian dan kendala atau hambatan yang dihadapi Pemda Ciamis terkait area intervensi perbaikan tata kelola pemerintahan daerah yang dipaparkan oleh beberapa OPD terkait.

Adapun area intervensi yang dimaksud antara lain, Perencanaan dan Penganggaran APBD, Pengawasan APIP, Pengadaan Barang dan Jasa, Perizinan, Kapabilitas APIP, Managemen ASN, Tata Kelola Keuangan Desa, Optimalisasi Pendapatan Daerah dan Managemen Aset Daerah.

Wakil Bupati Ciamis Yana D Putra, Asisten Daerah, Kepala BPKD, Kepala Inspektorat, Kepala Bappeda serta para kepala SKPD terkait lainya turut hadir mendampingi Bupati Ciamis.(*)

Jakarta – Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko menegaskan komitmen Presiden Joko Widodo (Jokowi) terhadap pemberantasan korupsi tidak pernah berubah hingga sekarang. Menurut Moeldoko, Kepala Negara selalu mengingatkan jajarannya untuk tidak terlibat korupsi. Hal itu disampaikan Moeldoko terkait pidato kenegaraan Presiden Jokowi di Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD, Senin (16/8/2021) lalu, yang tidak menyinggung soal korupsi.

“Komitmen Presiden tak pernah berhenti. Komitmen presiden selalu mengingat. Selalu mengingatkan kepada jajaran. Yang diingatkan satu jangan sampai terlibat korupsi,” kata Moeldoko kepada wartawan, di Jakarta. Mantan panglima TNI ini menyebut salah satu bentuk komitmen Presiden Jokowi adalah ketidak berpihakan atau pun membela jika jajarannya terbukti terlibat korupsi.

“Kalaupun terjadi bisa dilihat apakah Presiden pernah memihak?Apakah Presiden pernah melakukan pembelaan?Itu juga salah satu itikad baik Presiden dalam konteks korupsi ini komitmennya,” ujar Moeldoko.

Menurut Moeldoko, Jokowi selalu menekankan dalam situasi pandemi Covid-19 ini yang menjadi prioritas utama adalah sektor kesehatan. Akan tetapi, Jokowi juga selalu mewanti-wanti jangan sampai agenda besar lainnya diabaikan oleh siapapun. Diantara agenda besar itu adalah bagaimana mencegah dan menghindari tindakan korupsi.

Moeldoko menerangkan, dalam konteks penanganan Covid-19, Jokowi ingin penanganan berjalan dengan cepat tetapi dengan tingkat kehati-hatian dalam mengelola keuangan harus menjadi perhatian. Selain itu, strategi pencegahan korupsi tergambar jelas dalam Perpres 54 tahun 2018 tentang Strategi Nasional Pencegahan Korupsi. Oleh karena itu, presiden meminta BPKP, LKPP, KPK, Kejaksaan Agung, Kepolisian ikut terlibat melakukan pendampingan dalam implementasi kebijakan.

“Kita concern melihat action nya dari apa yang telah dilakukan Presiden dalam konteks korupsi ini. Indikator – indikator yang saya sampaikan tadi sebuah komitmen kuat yang dimiliki presiden atas upaya pencegahan dan penindakan korupsi,” tegas Moeldoko.

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengatakan, keseimbangan dan saling kontrol antar-lembaga negara sangatlah penting dalam sistem ketatanegaraan. Akan tetapi, kerja sama, sinergi, serta kerelaan untuk berbagi beban dan tanggung jawab, justru lebih utama dalam menghadapi pandemi Covid-19.

“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Lembaga-lembaga Negara, juga kepada Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, Lembaga Penjamin Simpanan, Komisi Pemberantasan Korupsi, dan Ombudsman Republik Indonesia, termasuk Komisi Pemilihan Umum dan Badan Pengawas Pemilihan Umum, atas dukungannya yang konsisten dan produktif selama ini,” ujar Jokowi dalam sidang tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR, dan DPD, Senin (16/8/2021) yang lalu. (*)

Ratusan pelajar dari sejumlah sekolah di Kabupaten Barito Selatan, Selasa (19/10/2021) mengikuti vaksinasi Covid-19 yang dilaksanakan Badan Intelijen Negara Daerah (BINDA) Kalimantan Tengah, bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Barito Selatan.

Kegiatan vaksinasi yang dipusatkan di SMKN 2 Buntok itu di antaranya diikuti para pelajar dari SMKN 2 Buntok, SMPN 4 Buntok, SMP Satap, dan SLB.

Selain itu, vaksinasi juga dilakukan door to door dengan sasaran masyarakat umum, khususnya warga lanjut usia.
Kegiatan vaksinasi massal ini merupakan bagian dari target 11 ribu dosis vaksin untuk pelajar dan masyarakat umum di Kalimantan Tengah.

Kepala Dinas Kesehatan Barsel Daryomo Sukiastono melalui Kabid P2P Dinkes Barsel, Huzaimah mengatakan, vaksinasi pelajar dan masyarakat umum dengan cara door to door ini bukan saja hanya untuk mendukung percepatan target capaian vaksin, tetapi juga memberikan kemudahan serta kesempatan kepada warga yang kesulitan untuk mendapatkan vaksin Covid-19 melalui tempat-tempat pelayanan vaksin.

“Kita berharap Barsel dapat tuntas untuk vaksinasi pelajar, untuk menghadapi kegiatan tatap muka, untuk biru kita sangat berterimakasih kepada BINDA Kalteng dan semua pihak sehingga kegiatan hari ini bisa sukses selalu harapan,” kata Kepala Dinas Kesehatan Barsel Daryomo Sukiastono melalui Kabid P2P Dinkes Barsel, Huzaimah kepada awak media disela sela kegiatan.

Sementara Kepada Dinas Pendidikan Barsel H Suaib yang juga hadir memantau kegiatan vaksinasi mengatakan, dengan adanya dukungan BINDA Kalteng memberikan vaksinasi Covid-19 untuk para pelajar tersebut diharapkan akan semakin memberikan dampak positif bagi dunia pendidikan setempat.
“Kita berharap dengan vaksinasi untuk para pelajar ini terus ditingkatkan, bahkan bisa menjangkau seluruh pelajar yang ada di Barsel. Sehingga apabila semua pelajar sudah mendapatkan vaksin Covid-19, diharapkan pembelajaran tatap muka atau PTM bisa berjalan lebih aman lagi,” ujarnya.
Andri, salah seorang pelajar yang mengikuti vaksinasi mengaku lega telah mendapatkan vaksin Covid-19 dosis pertama. “Akhirnya dapat vaksin juga. Mudah-mudahan nanti sampai mendapat dosis kedua, semuanya lancar,” ujarnya.
Dengan menerima vaksin Covid-19 itu, Andri dan teman-temannya juga mengaku merasa lebih percaya diri untuk mengikuti kegiatan pembelajaran tatap muka di sekolah.
Selain di Kabupaten Barito Selatan, vaksinasi massal kepada para pelajar oleh BINDA Kalteng ini juga serentak dilaksanakan di Kota Palangka Raya, Kabupaten Kapuas, Katingan, Kotawaringin Timur, Kotawaringin Barat dan Lamandau.
Bahkan vaksinasi massal untuk pelajar di Kota Palangka Raya yang dipusatkan di SMAN 6 Palangka Raya, dipantau langsung oleh Presiden RI, Joko Widodo melalui live streaming.

Badan Intelijen Negara Daerah (BINDA) Kalimantan Tengah (Kalteng) menggelar vaksinasi Covid-19 untuk para Pelajar dalam menghadapi kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas dan juga untuk meningkatkan Herd Immunity.

Kepala BINDA Kalteng, Brigjen TNI Sinyo menyampaikan kegiatan vaksinasi massal dengan target 11 ribu Dosis dari kalangan pelajar dan masyarakat secara door to door di empat Kabupaten/Kota, diantaranya Kota Palangka Raya, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kotawaringin Barat (Kobar) dan Kapuas.

“Khusus kegiatan vaksinasi pelajar di SMA 6 Kota Palangka Raya ini, dilakukan live streaming dengan Presiden RI. Dalam kegiatan, Tyo, perwakilan pelajar SMAN 6 Palangka Raya menyampaikan kepada presiden bahwa pasca vaksinasi, kegiatan ibadah di sekolah juga sudah dilakukan dengan tetap memperhatikan prokes,” terang Brigjen TNI Sinyo kepada awak media, dihalaman SMAN 6 Palangka Raya, Jalan Tjilik Riwut Km. 29.5

Dikesempatan yang sama, Kepala Sekolah SMAN 6 Palangka RAYA Ardiansyah mengatakan bahwa, sebelumnya capaian vaksinasi pelajar di SMAN 6 l, baru 25 persen yang sudah melakukan vaksinasi.

“Namun dengan kegiatan vaksinasi hari ini, capaian vaksinasi mencapai 100 persen sehingga kami semakin mantap melaksanakan untuk melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM),” tambahnya.