Presiden Joko Widodo Komitmen Pada Pemberantasan Korupsi

Jakarta – Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko menegaskan komitmen Presiden Joko Widodo (Jokowi) terhadap pemberantasan korupsi tidak pernah berubah hingga sekarang. Menurut Moeldoko, Kepala Negara selalu mengingatkan jajarannya untuk tidak terlibat korupsi. Hal itu disampaikan Moeldoko terkait pidato kenegaraan Presiden Jokowi di Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD, Senin (16/8/2021) lalu, yang tidak menyinggung soal korupsi.

“Komitmen Presiden tak pernah berhenti. Komitmen presiden selalu mengingat. Selalu mengingatkan kepada jajaran. Yang diingatkan satu jangan sampai terlibat korupsi,” kata Moeldoko kepada wartawan, di Jakarta. Mantan panglima TNI ini menyebut salah satu bentuk komitmen Presiden Jokowi adalah ketidak berpihakan atau pun membela jika jajarannya terbukti terlibat korupsi.

“Kalaupun terjadi bisa dilihat apakah Presiden pernah memihak?Apakah Presiden pernah melakukan pembelaan?Itu juga salah satu itikad baik Presiden dalam konteks korupsi ini komitmennya,” ujar Moeldoko.

Menurut Moeldoko, Jokowi selalu menekankan dalam situasi pandemi Covid-19 ini yang menjadi prioritas utama adalah sektor kesehatan. Akan tetapi, Jokowi juga selalu mewanti-wanti jangan sampai agenda besar lainnya diabaikan oleh siapapun. Diantara agenda besar itu adalah bagaimana mencegah dan menghindari tindakan korupsi.

Moeldoko menerangkan, dalam konteks penanganan Covid-19, Jokowi ingin penanganan berjalan dengan cepat tetapi dengan tingkat kehati-hatian dalam mengelola keuangan harus menjadi perhatian. Selain itu, strategi pencegahan korupsi tergambar jelas dalam Perpres 54 tahun 2018 tentang Strategi Nasional Pencegahan Korupsi. Oleh karena itu, presiden meminta BPKP, LKPP, KPK, Kejaksaan Agung, Kepolisian ikut terlibat melakukan pendampingan dalam implementasi kebijakan.

“Kita concern melihat action nya dari apa yang telah dilakukan Presiden dalam konteks korupsi ini. Indikator – indikator yang saya sampaikan tadi sebuah komitmen kuat yang dimiliki presiden atas upaya pencegahan dan penindakan korupsi,” tegas Moeldoko.

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengatakan, keseimbangan dan saling kontrol antar-lembaga negara sangatlah penting dalam sistem ketatanegaraan. Akan tetapi, kerja sama, sinergi, serta kerelaan untuk berbagi beban dan tanggung jawab, justru lebih utama dalam menghadapi pandemi Covid-19.

“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Lembaga-lembaga Negara, juga kepada Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, Lembaga Penjamin Simpanan, Komisi Pemberantasan Korupsi, dan Ombudsman Republik Indonesia, termasuk Komisi Pemilihan Umum dan Badan Pengawas Pemilihan Umum, atas dukungannya yang konsisten dan produktif selama ini,” ujar Jokowi dalam sidang tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR, dan DPD, Senin (16/8/2021) yang lalu. (*)

Tinggalkan Balasan