Oleh : Ahmad Agus )*

Kelompok moderat yang ada di tengah masyarakat memiliki tugas penting untuk menangkal radikalisme. Dengan adanya peran optimal dari golongan moderat, maka penyebaran narasi radikal diharapkan dapat diminimalisasi.

Radikalisme dan terorisme adalah pekerjaan besar yang harus dihapus dari muka bumi, karena paham-paham itu selalu menggunakan jalan kekerasan dalam mencapai tujuannya. Mereka juga terlalu fanatik dalam berkeyakinan dan memakan ayat serta hadis mentah-mentah, tanpa mempelajari sejarahnya terlebih dahulu. Pemikiran seperti ini sangat berbahaya karena mereka jadi tidak memiliki rasa toleransi sama sekali.

Oleh karena itu radikalisme selalu berusaha dihapus, agar tidak bercokol di pikiran para pemuda dan kalangan masyarakat lain di Indonesia. Jangan sampai negeri ini hancur gara-gara radikalisme, dan akhirnya tumbang karena kelompok radikal yang tidak menjunjung tinggi pancasila dan UUD 1945. Padahal Indonesia adalah negara majemuk yang sudah sangat cocok dengan ideologi pancasila, tetapi selalu dikoyak-koyak oleh kelompok radikal.

Sekretaris Badan Penanggulangan Ekstrimisme dan Terorisme Majelis Ulama Indonesia M. Najih Arromadloni menyatakan bahwa kelompok moderat perlu berperan aktif untuk menangani fenomena paham radikal dan intoleran. Jangan sampai radikalisme merasuk ke dalam pemikiran para ASN, aparat, dan pegawai BUMN. Sebab menurut hasil survey salah satu lembaga riset, ada 19,4% ASN yang tercemari oleh paham radikalisme.

Dalam artian, kelompok radikal perlu untuk lebih memperlihatkan diri di tengah masyarakat. Tentu tujuannya bukan untuk pamer, tetapi untuk memperlihatkan bahwa dalam menjalani ibadah dan aturan-aturan beragama, kita bisa tetap lancar tanpa harus dengan cara yang sangat ekstrim. Kelompok moderat lebih memiliki pemikiran yang terbuka dan sangat toleran, tanpa harus melanggar aturan-aturan dalam keyakinannya sendiri.

Kelompok moderat lebih diminta untuk berdakwah karena mereka lebih toleran dan menebarkan kasih, serta cinta damai. Dalam menjalani suatu keyakinan, tidak boleh dilakukan secara kasar, apalagi menyakiti sesama manusia. Penyebabnya karena selain harus memiliki hubungan baik dengan Tuhan, maka juga wajib menjaga hubungan baik dengan sesama manusia, walau memiliki keyakinan yang berbeda.

Hubungan baik dengan umat dengan keyakinan lain juga wajib dipelihara, walau yang disembah berbeda. Perbedaan tidak harus jadi bahan peperangan, dan hal ini yang wajib untuk disosialisikan oleh kelompok moderat. Beda boleh saja, karena memang Indonesia adalah bangsa yang majemuk. Kita adalah bangsa yang berpancasila, berbeda tapi satu jua, bukan negara dengan aturan dari 1 keyakinan tertentu.

Sayang sekali paham ekstrimis masih saja menjalankan apa yang ia yakini dengan kaku, dan hal ini yang membuat radikalisme hadir di Indonesia. Ketika ada kelompk radikal maka yang lain jadi waswas, karena ia tak jarang menggunakan kekerasan, termasuk pengeboman, dalam menjalankan aksinya. Hal ini tentu bertentangan dengan kemanusiaan.
Oleh karena itu, kelompok moderat juga bisa lebih show off, selain lebih sering berdakwah dan menebar cinta serta kedamaian.
Kelompok moderat bisa menggunakan media sosial sebagai wadah untukmempromosikan moderasi beragama dan anti radikalisme. Seharusnya, ketika seseorang mencintai Tuhannya, ia juga mencintai sesama manusia. Tidak boleh membenci orang lain dengan alasan keyakinannya berbeda.

Moderasi beragama yang wajib dipromosikan oleh kelompok moderat, agar bisa menangkal radikalisme di Indonesia. Ketika kelompok moderat aktif dalam mempromosikannya, maka masyarakat akan sadar bahwa radikalisme dan terorisme adalah sesuatu yang salah. Mereka paham bahwa dalam menjalankan keyakinan, tidak bisa mengikuti jejak para ekstrimis.

)* Penulis adalah kontributor Lingkar Pers dan Mahasiswa Cikini

Oleh : Edy Saptaji )*

Masyarakat mengapresiasi komitmen Pemerintah yang mengoptimalkan penggunaan energi terbarukan. Penggunaan energi terbarukan diharapkan dapat mengurangi emisi karbon dalam rangka mengatasi dampak perubahan iklim.

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menunjukkan komitmennya untuk meninggalkan energi fosil seperti minyak hingga batubara untuk beralih ke energi terbarukan (EBT). Komitmen tersebut ditunjukkan dengan diresmikannya Pabrik Biodiesel milik PT Jhonlin Agro Raya.
Jokowi berujar dirinya secara tegas memegang teguh komitmen dalam meninggalkan energi fosil dan beralih ke energi baru terbarukan.
Karena itu produksi B30 tersebut, produksi biodiesel kita tingkatkan. Tujuan pilihan untuk memperkuat biodiesel di Tanah Air sehingga dapat meningkatkan ketahanan energi nasional dan kualitas lingkungan. Menurut Jokowi langkah-langkah strategis seperti ini memerlukan dukungan dari semua pihak, baik dari hulu sampai akhir.

Jokowi mengatakan, di hulu ada industri sawit dan CPO. Di tengah ada industri biodiesel. Baik itu industri transportasi, kemudian pembangkit listrik dan industri-industri lainnya.

Wakil Presiden Uni Eropa Frans Timmersmans menyebut Indonesia memiliki potensi energi terbarukan yang luar biasa. Efek optimisme dari hal ini adalah banyaknya negara di dunia yang akan sangat positif pada Indonesia. Itu sebabnya, dirinya ingin memberikan perhatian besar pada hubungan bilateral antara Uni Eropa dan Indonesia.

Menurut Timmermans, dengan adanya potensi energi terbarukan, maka Indonesia perlu mencari solusi yang konstruktif dan berkomitmen untuk menghindari bencana iklim dan keanekaragaman hayati. Indonesia pun diharapkan bisa bekerja sama demi masa depan yang lebih baik dan lebih kuat dengan negara-negara di dunia serta lembaga internasional.

Timmermans mengatakan, Bank Investasi Eropa sekarang sudah menjadi bank hijau. Mereka telah membuat komitmen ini dengan sangat kuat dalam beberapa tahun terakhir. Mereka akan segera membuka kantor di Jakarta. Dan dirinya bisa membayangkan dengan pengalaman dan ambisinya, Bank Investasinya Eropa bisa bekerja sama dengan Bank Pembangunan Asia dan melihat apa yang bisa dilakukan bersama. Dan saya akan mendorong mereka untuk meningkatkan kerja sama ini.

Situs ebtke.esdm.go.id pada Januari 2021 mengungkap, Indonesia sedang dalam proses mempersiapkan pengembangan jangka panjang sektor energi, kelistrikan dan rencana usaha penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT PLN (Persero) 2021 – 2030 telah rampung dan ditekan oleh Menteri ESDM Arifin Tasrif.

RUPTL PLN bakal menjadi acuan bagi pemerintah dalam penyediaan tenaga listrik 10 tahun ke depan. Roadmap itu, juga akan lebih mengedepankan pengembangan energi terbarukan.

Berdasarkan pencapaian energi terbarukan sepanjang 2020, Indonesia masih berkomitmen mencapai target yang ditetapkan pada Paris Agreement 2015 lalu. Indonesia memiliki semua potensi energi terbarukan, seperti surya, air, angin, panas bumi dan bioenergi.

Untuk panas bumi, total potensi panas bumi Indonesia ada lebih dari 400 GW dan implementasi sampai dengan 2020, mencapai 176 MW. Sedangkan untuk pembangkit tenaga matahari, ada tambahan 11 MW untuk panel surya atap. Adapun potensi angin dan hidro memiliki potensi yang sama, yaitu 150 GW.

Perlu kita ketahui Provinsi Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Sumatra Utara, Sumatra Selatan dan Papua adalah 10 Provinsi dengan potensi energi terbarukan terbesar di Indonesia.

Pada kesempatan berbeda, PT Energy Management Indonesia (Persero) atau EMI, perusahaan yang fokus pada energi baru terbarukan, resmi menjadi anak usaha PT PLN (Persero). Target penggabungan ini, EMI bisa meraup pendapatan sebesar Rp 8 triliun di tahun 2025.

Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini mengatakan, pengalihan saham EMI ke PLN dilakukan berdasarkan PP No. 65 tahun 2021 tentang penambahan penyertaan modal negara (PMN) ke dalam modal saham persero PT PLN.

Zulkifli mengatakan, dengan bergabungnya EMI ke PLN dan bertransformasi sebagai ing energy service company (ESCo), maka diproyeksikan pada tahun 2025 EMI bisa mencapai pendapatan sebesar Rp 8 triliun, atau secara kumulatif dalam 5 tahun mencapai Rp 13 triliun.

Pemerintah memiliki target mengurangi karbon dioksida sebesar 29 persen pada 2030 dan berkontribusi pada lebih dari 300 juta ton. Tentu saja untuk mencapai target tersebut dibutuhkan kerja keras salah satunya dengan mengoptimalkan penggunaan energi terbarukan.

)* Penulis adalah kontributor Pertiwi Institute

Oleh : Janet Theresia )*

Otonomi khusus (Otsus) adalah hadiah spesial untuk rakyat Papua, karena mereka mendapatkan kucuran dana untuk membangun daerahnya. Selama Otsus jilid 1, banyak sekali dampak positif bagi masyarakat di Bumi Cendrawasih, sehingga mereka juga menyetujui perpanjangan Otsus.

Papua memiliki potensi yang sangat besar karena memiliki kekayaan alam dan hasil tambang. Potensi ini sebaiknya didukung oleh infrastruktur dan fasilitas yang memadai, agar bisa menghasilkan lebih banyak keuntungan bagi seluruh rakyat Papua. Untuk memajukan dan menambah pembangunan di Bumi Cendrawasih, maka ada program Otsus yang dimulai sejak tahun 2001.

Tahun 2021 Otsus memasuki periode kedua dan semua warga di Papua menyetujuinya. Mereka telah merasakan manfaatnya, karena dana Otsus memang diperuntukkan bagi rakyat. Sehingga kehidupan makin membaik, berkat adanya infrastruktur berupa jalan raya yang representatif, seperti jalan trans Papua. Ketika transportasi lancar maka perekonomian juga lancar.

Tokoh masyarakat Distrik Karubaga Kabupaten Tolikara, Karmin Yikwa menyatakan bahwa kehadiran Otsus sangat membantu masyarakat, khususnya di Tolikara. Ia juga optimis kehadiran Otsus membawa dampak positif bagi orang asli Papua (OAP). Terutama di bidang pendidikan, kesehatan, pembangunan, dan ekonomi, sehingga OAP makin maju.

Salah satu poin penting dalam Otsus adalah prioritas bagi OAP. Mereka lebih dipilih dalam pemercepatan pembangunan, dan ketika ada proyek maka yang dipekerjakan adalah masyarakat Papua. Prioritas ini penting karena OAP diberi kesempatan untuk membangun daerahnya sendiri, sehingga makin mencintai wilayah dan negaranya.

OAP juga wajib dipilih, dalam artian ketika ada pemilihan gubernur, wagub, walikota, bupati, dan wakilnya, maka wajib diisi oleh orang Papua. Warga di Bumi Cendrawasih diberi kesempatan untuk memimpin daerahnya sendiri, berkat adanya Otsus. Mereka jadi paham bagaimana seni memimpin dan ingin menjadi pejabat bukan karena harta, melainkan karena ingin memajukan wilayahnya.

Otsus juga sangat berguna di bidang pendidikan, karena ada beasiswa bagi anak-anak Papua yang berprestasi. Orang tua mereka tenang karena SPP dan biaya sekolah ditanggung oleh dana Otsus, sehingga putra dan putri bisa menuntut ilmu hingga SMA. Bahkan bagi yang berotak encer juga bisa kuliah dengan beasiswa Otsus, dan bisa memilih mau di kampus di Papua atau Jawa, dan luar negeri.

Selain bermanfaat untuk bidang pendidikan, Otsus juga berguna untuk bidang kesehatan. Terutama di pelosok Papua yang masih menghadapi endemi malaria dan penyakit-penyakit lain. Makin banyak Puskesmas dan fasilitas kesehatan lain yang dibangun, sehingga makin dekat pula untuk berobat. Faskes juga lengkap dengan nakes, obat-obatan, dan alat kesehatan yang reprsentatif.

Untuk bidang pembangunan maka sudah banyak sekali bukti yang ada di Papua, misalnya Jembatan Youtefa yang dibuat dengan dana Otsus. Juga ada jalan trans Papua, bandara interansional sentani, dan bahkan pemugaran stadion Lukas Enembe juga menggunakan dana Otsus.

Dari bukti-bukti di atas maka tak terbantahkan, bahwa Otsus membawa banyak efek positif bagi rakyat Papua. Oleh karena itu mereka menyetujui perpanjangan Otsus tahun 2021, karena sangat bermanfaat bagi semua. Apalagi kucuran dana Otsus terus diperbesar, sehingga makin banyak yang bisa diberikan untuk masyarakat di Bumi Cendrawasih.

Otsus adalah bentuk cinta dan perhatian dari pemerintah untuk segenap rakyat Papua, karena Papua juga bagian dari Indonesia. Walau berada di Indonesia timur, tetapi masyarakat di Bumi Cendrawasih tidak boleh jadi kaum terbelakang. Mereka wajib mendapatkan pendidikan dan fasilitas agar terus maju, berkat kucuran dana Otsus.

)* Penulis adalah mahasiswa Papua tinggal di Bandung

Oleh : Deka Prawira )*

Peringatan Hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada 28 Oktober 2021 diharapkan menjadi sumber inspirasi milenial untuk ikut menanggulangi Covid-19. Dengan adanya keterlibatan generasi muda, maka diharapkan dampak pandemi Covid-19 dapat segera teratasi.

Pandemi Covid-19 di Indonesia membawa efek samping yang panjang dan lama, mulai dari bidang ekonomi, sosial, sampai psikis. Kita berjuang untuk terus bertahan hidup dan menerapkan protokol kesehatan agar tidak kena Corona, sekaligus menjaga hati dan pikiran agar tidak stress karena virus jahat tersebut. Selain itu, masyarakat juga sangat terdampak finansialnya dan kembang-kempis untuk survive.

Untuk menolong masyarakat yang kesulitan, maka warga lain kompak dalam berdonasi dan membuat berbagai program. Penyebabnya karena mereka tidak mau hanya bergantung dari bantuan sosial pemerintah. Para pemuda juga turut ambil bagian karena mereka juga punya kepedulian sosial.

Peringatan sumpah pemuda tanggal 28 oktober 2021 ini juga menjadi titik penting, agar para pemuda bersatu dalam menangani dampak pandemi Corona. Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin menyatakan bahwa peringatan sumpah pemuda adalah momen untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Anak muda juga bisa turut menanggulangi dampak pandemi dan memutus rantai penyebaran virus Covid-19.

Dalam artian, para pemuda seharusnya bersatu dan memaknai sumpah pemuda, dengan menggalakkan lagi protokol kesehatan dan cara-cara lain agar Corona tidak menyebar. Misalnya, mereka bisa membuat desain grafis atau meme yang menjelaskan tentang prokes 10M, karena masyarakat baru familiar dengan prokes 3M. Sehingga ketika grafis itu viral di media sosial, akan lebih banyak orang yang mempraktekkan prokes 10M.

Selain itu, para pemuda juga menanggulangi dampak pandemi, terutama di bidang ekonomi. Mereka bisa mengadakan penggalangan dana dan hasilnya dibelikan sembako lalu dibagikan kepada fakir-miskin dan kalangan masyarakat yang kesusahan ekonominya gara-gara Corona. Mengingat dampak pandemi sungguh dahsyat, bahkan rakyat kelas menengah ke atas (yang rata-rata pedagang) juga kesulitan karena daya beli banyak orang menurun.

Donasi bisa dilakukan secara online dan saat ini sudah ada beberapa platform yang menjadi jembatan antara pemuda dengan donatur, sehingga lebih menjangkau banyak orang yang akan menyumbang. Ketika donasi dilakukan secara online maka akan aman dari kontak fisik dan meminimalisir potensi penyebaran Corona.

Para pemuda juga bisa memaknai peringatan sumpah pemuda dengan membagi-bagikan masker, mengingat masih ada saja yang tidak mengenakannya. Jika orang-orang diberi masker disposable maka otomatis akan dipakai, karena rata-rata menyukai barang gratisan. Harga masker sangat terjangkau tetapi efeknya dahsyat, karena bisa mencegah penularan Corona.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian juga berpesan kepada para pemuda, khususya mahasiswa, dalam memperigati hari sumpah pemuda. Mereka bisa mensosialisasika gaya hidup sehat dan protokol kesehata 10M, ketika melakukan kuliah kerja nyata di pedesaan. Peyebabnya karena masih banyak masyarakat di pinggiran yang minim informasi tentang bahaya Corona.

Jika para mahasiswa mengadakan penyuluhan maka warga desa akan terketuk hatinya lalu langsung otomatis pakai masker. Mereka juga mempraktikkan poin-poin lain dalam prokes 10M dan berusaha hidup tertib, serta mau mengikuti vaksinasi. Peyebabnya karena sudah megetahui apa saja bahaya Corona.

Peringatan sumpah pemuda adalah momen penting untuk bersatu, dan para pemuda bisa menggunakannya untuk tetap solid. Sumpah pemuda bukan sekadar upacara, tetapi menjadi titik di mana mereka sadar untuk melakukan gerakan sosial dalam menangani dampak pandemi Covid-19. Caranya dengan penggalangan dana dan sosialisasi prokes 10M.

)* Penulis adalah kontributor Pertiwi Institute

JAKARTA – Hampir kurang lebih 2 tahun lamanya Covid-19 dan sampai sekarang masih di katagorikan sebagai pandemi karena beberapa negara masih terdampak oleh pandemi Covid-19 tersebut.

Pengamat Kebijakan Publik, Saiful alias Bedjo menyatakan tidak mungkin menghilangkan virus Covid-19 dengan secepat kilat.

“Yang artinya virus ini akan tetap ada, namun kita semua harus bisa berdampingan dengan adanya virus tersebut. Dengan kata lain virus tersebut tetap ada akan tetapi tingkat penularan nya sedikit sekali sehingga menjadi endemi,” kata Bedjo dalam live talkshow dengan tema ‘Vaksinasi, Prokes, Syarat Ubah Pandemi Menjadi Endemi,” Selasa, 26 Oktober 2021.

Oleh karena itu tambah Bedjo karena
pandemi adalah wabah penyakit yang menyerang luas ke beberapa negara dengan gejala dan jumlah kasus serta kematian yang tinggi dan meningkat.

Maka transisi dari pandemi menjadi endemi itu penting, karena semua sendi kehidupan dan aktifitas tetap harus berjalan .

“Ada beberapa point yang harus di lakukan supaya pandemi menjadi endemi, pertama adalah masyarakat harus secara ketat dalam menerapan prokes, kedua vaksinasi berkelanjutan, ketiga memberikan Informasi kepada masyarakat untuk sadar diri terhadap bahayanya covid-19. Dan pentingnya mematuhi himbauan dari pemerintah tentang program dan peraturan dalam rangka pengendalian pandemi covid-19,” ucapnya.

Kemudian yang keempat
adalah menekan terjadinya peningkatan kasus covid-19 di gelombang ke 3 serta perbaikan sistem digital,” ungkapnya.

Jakatra – Setiap individu dengan segala kelebihan dan kekurangan yang melekat di dalamnya memiliki sejumlah kebutuhan dan tujuan. Untuk mewujudkan kebutuhan dan tujuan tersebut, tidak jarang membutuhkan bantuan dan kerja sama dengan individu lain.

Begitu juga dengan sebuah negara. Oleh karena itu, untuk mewujudkan negara Indonesia menjadi negara yang lebih maju, tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah saja. Masyarakat harus mau ikut berpartisipasi dalam segala bentuk kegiatan pembangunan yang diselenggarakan pemerintah.

Tujuan utama pembangunan ialah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia. Oleh sebab itu, pemerintah dan masyarakat harus saling bekerja sama dan bekerja keras dalam melaksanakan pembangunan.

Partisipasi masyarakat dalam pembangunan tersebut merupakan bentuk kerja sama pemerintah dengan masyarakat dalam perencanaan, pelaksanaan, pelestarian, serta pengembangan hasil pembangunan yang akan dicapai.

Keterlibatan aktif dalam berpartisipasi, bukan hanya berarti keterlibatan jasmaniah semata. Partisipasi dapat diartikan sebagai keterlibatan mental, pikiran, dan emosi atau perasaan seseorang dalam situasi kelompok yang mendorongnya untuk memberikan sumbangan kepada kelompok dalam usaha mencapai tujuan serta turut bertanggung jawab terhadap usaha yang ingin dicapai.

Suatu pemerintahan akan berhasil dalam mencapai sebuah tujuan dan program–programnya apabila orang-orang yang bekerja dalam organisasi tersebut dapat melaksanakan tugas-tugasnya dengan baik sesuai dengan bidang dan tanggungjawabnya masing-masing.

Oleh sebab itu, diperlukan dukungan dan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat dalam menjaga Indonesia guna mewujudkan Indonesia menjadi lebih baik.

Jakarta – Pajak merupakan iuran wajib yang harus dibayarkan oleh rakyat kepada negara dan akan digunakan untuk kepentingan pemerintah dan masyarakat umum. Setiap warga negara yang telah memenuhi syarat subjektif dan objektif sebagai wajib pajak, mempunyai kewajiban untuk membayar dan melaporakan pajaknya sebagai wujud kontribusi terhadap pembiayaan negara dalam pembangunan nasional.

Masyarakat yang telah membayar pajak tidak mendapatkan imbalan secara langsung dari pembayaran pajak tersebut. Namun, pajak yang dibayarkan oleh masyarakat akan dikembalikan secara tidak langsung kepada masyarakat melalui pembiayaan negara dan pembangunan infrastruktur yang dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat Indonesia, sehingga slogan pajak dari rakyat untuk rakyat bukan isapan jempol belaka.

Pembangunan infrastruktur yang dibiayai oleh APBN kini dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat karena memang manfaat pajak sepenuhnya untuk masyarakat dan negara.

Pajak sebagai ujung tombak pembangunan sudah sepatutnya didukung oleh seluruh masyarakat Indonesia. Membangun kesadaran dan kesukarelaan taat bayar pajak, memang bukanlah perkara yang mudah.

Namun, hal tersebut menjadi lebih mudah jika dimulai dari diri Anda sendiri. Pajak yang Anda bayarkan merupakan bukti kontribusi Anda sebagai Rakyat Indonesia dalam pembangunan negeri kita tercinta.

Ada banyak manfaat yang bisa kita rasakan ketika membayar pajak. Semua bisa kita lihat dan rasakan dari berbagai pembangunan infrastruktur yang telah dibangun oleh negara.

Jadi mulai sekarang jangan takut buat bayar pajak lagi ya, apalagi sampai tidak bayar pajak tepat waktu. Karena ada pepatah lama mengatakan, “orang bijak taat bayar pajak”. Apa kamu sudah jadi orang yang bijak?

Jakarta – Presiden Jokowi meminta gubernur di seluruh Indonesia mewaspadai gelombang ketiga Covid-19. Apalagi beberapa bulan lagi, Natal dan Tahun Baru akan datang. Diharapkan, kepala daerah mengimbau masyarakat tidak bepergian saat libur panjang tersebut.
“Saya harapkan dirancang dan direncanakan secara detail sesuai dengan kondisi masyarakat setempat, dengan menghargai norma-norma yang ada dan tetap mematuhi protokol kesehatan, ” kata Jokowi.

Selain itu, presiden juga meminta para kepala daerah terus mendorong vaksinasi terhadap anak-anak, seiring dibukanya sekolah untuk Pembelajaran Tatap Muka (PTM).
“Kewaspadaan harus kita jaga, agar penurunan Covid-19 bisa kita tekan, kita harapkan tidak ada gelombang ketiga di negara kita,” ujar Jokowi.

Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate meminta masyarakat untuk tetap menaati protokol kesehatan (prokes), khususnya saat menggunakan kendaraan umum. Meski Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) telah dilonggarkan, publik harus tetap waspada COVID-19 masih ada dan mengancam.
“Kita harus tetap waspada untuk menghindari risiko lonjakan kasus COVID-19. Hal ini sudah terjadi di negara-negara Eropa seperti Inggris dan Rusia,” ujar Johnny.

Menkominfo Johnny menambahkan, aktivitas masyarakat dilonggarkan tidak hanya mengacu pada penyebaran Covid-19 yang kian melandai di ibu kota, tetapi karena banyaknya warga di wilayah Jabodetabek yang divaksin Covid-19.
“Pemerintah mengimbau masyarakat untuk disiplin menerapkan prokes ketika melakukan beraktivitas dan bepergian,” ujarnya.

Di samping itu, ia pun mengingatkan masyarakat untuk disiplin menggunakan masker untuk mencegah percikan atau droplet dari hidung dan mulut sendiri maupun orang lain.
“Mari gunakan masker untuk cegah penularan serta menjaga jarak. Jangan berdesakan atau berhimpitan dan juga rajin mencuci tangan,” pungkasnya.

JAKARTA — Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) menegaskan jangan sampai ada ruang toleransi bagi tumbuh suburnya gerakan separatis dan teroris di Indonesia, termasuk bagi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua yang telah dilabeli sebagai kelompok separatis dan teroris (KST) oleh Badan Intelijen Negara (BIN).

“Memangnya para separatis dan teroris itu pakai teori hak asasi manusia saat membunuh rakyat dan aparat yang bertugas. Sikat habis, tumpas dan ratakan para separatis dan teroris yang tidak berperikemanusiaan itu,” kata Bamsoet

Menurut anggota Komisi I DPR Bobby Adhityo Rizaldi, dalam upaya penumpasan KST Papua, TNI-Polri selama ini sangat berhati-hati. Termasuk dalam upaya melakukan operasi keamanan dan ketertiban di Papua. Karena itu tidak heran hampir tidak ada isu HAM yang menerpa dua institusi tersebut belakangan ini.

Ia menilai, instruksi Presiden Joko Widodo kepada TNI- Polri untuk menindak tegas penumpasan KST Papua, bisa diartikan perintah untuk penambahan personel dan operasi keamanan. DPR pun mendukung penuh sikap presiden, termasuk jika dilakukan operasi penumpasan penumpasan KST Papua.

Selain tindakan tegas terhadap penumpasan KST Papua, Bobby menilai perlu evaluasi patroli dan operasi pengejaran. Dengan demikian maka diyakini akan mempersempit ruang gerak penumpasan KST Papua.

Dukungan penumpasan KST juga diserukan oleh Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil. Pernyataan tersebut untuk merespon aksi brutal yang dilakukan oleh KST Papua terhadap aparat keamanan dan tenaga kesehatan (nakes) di Papua.

“Negara tidak boleh kalau oleh aksi brutal kelompok kriminal yang telah menyerang dan membunuh aparat keamanan, membakar Puskesmas, dan merusak Kantor Bank, gedung Sekolah Dasar, dan Pasar Kiwirok, Papua,”

Jakarta – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) siap menerapkan pengetatan sebelum dan sesudah libur natal dan tahun baru 2022 pada semua moda transportasi. Kemenhub juga akan mengawasi dan mengendalikan semua moda transportasi yang kemungkinan digunakan oleh masyarakat.

Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati mengatakan pengendalian itu mendukung upaya mencegah lonjakan kasus covid-19 seperti yang sempat terjadi pasca libur panjang beberapa bulan yang lalu.

Sementara itu, Hasil tes PCR menjadi syarat perjalanan dalam negeri menggunakan pesawat udara mengundang kontroversi. Ketua Satuan Tugas (Satgas) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Zubairi Djoerban menjelaskan mengenai pentingnya skrining berupa tes RT PCR sebelum pelaku perjalanan bepergian dengan pesawat terbang. Zubairi mengatakan, harus ada pengetatan di satu sisi apabila di sisi lain pemerintah melonggarkan kebijakan perjalanan.

Menurut Zubairi, tes RT PCR lebih baik dari tes swab antigen. Sebab akurasi dalam mendeteksi Covid-19 lewat PCR lebih tinggi. Dia juga menjelaskan mengapa pesawat terbang membutuhkan skrining yang lebih ketat. Sebab, kondisi fisik di dalam pesawat cenderung lebih tertutup apabila dibandingkan dengan transportasi lain. “Potensi penularan (Covid-19) tinggi di ruang tertutup, kondisi banyak orang dan waktunya lama. Misalnya, pesawat terbang, kapal pesiar dan sebagainya,” terangnya.

Dengan adanya potensi tersebut, Zubairi mengatakan, semua pihak tentu tidak ingin penularan Covid-19 akibat perjalanan dalam negeri membuat Indonesia kembali melonjak seperti pada Juli-Agustus lalu. Dia mengingatkan, pada saat itu Indonesia pernah mencatat kematian akibat Covid-19 mencapai lebih dari 2.000 kasus dalam sehari. Selain itu, Indonesia juga pernah mengalami jumlah kasus mingguan paling tinggi di dunia.

Diberitakan sebelumnya, Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 menerbitkan Surat Edaran (SE) Satgas Covid-19 Nomor 21 Tahun 2021 Tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri Pada Masa Pandemi Covid-19. SE ini merinci aturan untuk para pelaku perjalanan dalam negeri. Baik yang menggunakan moda transportasi darat, kereta api (KA), laut maupun udara di seluruh Indonesia Salah satunya, SE mengatur, perjalanan dengan pesawat untuk tujuan ke wilayah Jawa-Bali wajib menunjukkan dokumen kartu vaksin minimal vaksinasi dosis pertama.

Selain itu, wajib menunjukkan surat keterangan hasil RT PCR yang sampelnya diambil dalam waktu 2 x 24 jam sebelum keberangkatan. Kedua dokumen itu juga berlaku bagi pelaku perjalanan dari daerah berstatus level 3 dan level 4 di luar Jawa-Bali yang akan terbang ke Jawa-Bali. (*)