Pembangunan Infrastruktur di Papua Terus berjalan

Oleh : Rebeca Marian )*

Pembangunan infrastruktur dan fasilitas umum lainnya terus berjalan di Papua. Pemerintah sangat berkomitmen untuk membangun Papua melalui infrastruktur, sehingga akan maju terus apapun yang terjadi.

Papua adalah wilayah paling timur di Indonesia dan sayangnya sejak era orde lama, orde baru, dan reformasi, agak terabaikan. Penyebabnya karena dulu masih sistem sentralisasi sehingga pembangunan per daerah perlu diperjuangkan. Kemudian sistem diganti menjadi otonomi daerah sehingga tiap pemda lebih merdeka untuk membangun, termasuk Papua.

Pemerintahan Presiden Jokowi adalah yang paling gencar dalam membangun Papua, termasuk infrastrukturnya. Otonomi khusus dilanjutkan dan dananya ditingkatkan lagi, karena diperuntukkan bagi kemajuan Papua. Pembangunan akan terus berjalan, walau PON XX telah usai. Tidak benar jika ada isu bahwa uang sudah tersedot habis demi membiayai acara olahraga itu.

Memang PON XX butuh biaya besar tetapi sebagian sudah dicover oleh pemerintah pusat, jadi jangan percaya rumor bahwa uang Pemda Papua dan Papua Barat sudah tidak ada untuk membangun wilayah Bumi Cendrawasih. Pembangunan akan dilanjutkan, apalagi otsus jilid 2 belum selesai, justru akan terus berlanjut demi kemakmuran warga Papua.

Pemerintah sedang membangun berbagai infrastruktur di Papua, dan diaplikasikan oleh Kementrian PUPR. Mengapa pembangunan perlu digenjot? Penyebabnya karena jika ada infrastruktur baru maka berpengaruh terhadap kemakmuran warga. Jika ada jalan yang layak maka mereka bisa bermobilitas dengan lancar dan bisnisnya berjalan dengan mulus.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyatakan bahwa Kementrian PUPR mengambil langkah terobosan pembangunan infrastruktur dengan lebih terpadu, tepat, fokus, dan bersinergi dengan kementrian lain dan pemerintah daerah. Hal ini sesuai dengan amanat inpres nomor 9 tahun 2020. Kolaborasi memang diperlukan agar pembangunan berlangsung lancar.

Kementrian PUPR tidak main-main karena anggaran pembangunan Papua sudah tersedia, di antaranya untuk infrastruktur ada 6,12 triliun rupiah, untuk bidang SDA 670 miliar rupiah, untuk pembangunan jalan dan jembatan 4,46 triliun, dan untuk pemukiman 650 miliar. Mulai dari jalan, jembatan, dan pemukiman dibangun agar memakmurkan rakyat Papua.

Mengapa harus membangun jembatan lagi seperti Jembatan Youtefa yang sudah selesai dibangun? Penyebabnya karena kondisi geografis Papua yang cukup unik, ada yang pegunungan tetapi ada juga wilayah yang terpisah oleh sungai lebar. Untuk memperlancar transportasi tentu butuh jembatan yang layak untuk dilewati. Bukan sekadar titian untuk sepeda motor tetapi harus kuat dan gagah, karena bisa dilewati oleh mobil dan truk.

Dengan adanya infrastruktur berupa jembatan yang dibangun di Papua, maka lebih menghemat bagi warga sipil, karena tak usah bermobilitas dengan pesawat terbang yang biayanya mahal. Mereka bisa melanjutkan perjalanan dengan jembatan tanpa takut kehabisan ongkos. Selain itu, jembatan bisa sekaligus jadi objek wisata, sehingga menambah pemasukan pemda Papua dan Papua Barat.

Pembangunan perumahan dan pemukiman juga menjadi fokus demi kemajuan warga Papua. Pasalnya, masih ada warga sipil di Bumi Cendrawasih yang tinggal di rumah tradisional, dan mereka sebenarnya ingin merasakan tinggal di rumah modern. Akan tetapi terkendala biaya. Jika ada perumahan baru dengan harga terjangkau maka akan memudahkan mereka.

Pembangunan infrastruktur di Papua terus digenjot oleh pemerintah dan dilaksanakan oleh Kementrian PUPR, bekerja sama dengan kementrian lain dan pemerintah daerah. Masyarakat di Bumi Cendrawasih memang sangat butuh infrastruktur baru yang layak, seperti jalan raya dan jembatan. Sehingga mobilitas mereka makin mudah.

)* Penulis adalah mahasiswa Papua tinggal di Jakarta

Tinggalkan Balasan