Pengetatan Aturan Moda Transportasi Udara dan Lainnya Guna Mencegah Penularan Covid-19

Jakarta – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) siap menerapkan pengetatan sebelum dan sesudah libur natal dan tahun baru 2022 pada semua moda transportasi. Kemenhub juga akan mengawasi dan mengendalikan semua moda transportasi yang kemungkinan digunakan oleh masyarakat.

Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati mengatakan pengendalian itu mendukung upaya mencegah lonjakan kasus covid-19 seperti yang sempat terjadi pasca libur panjang beberapa bulan yang lalu.

Sementara itu, Hasil tes PCR menjadi syarat perjalanan dalam negeri menggunakan pesawat udara mengundang kontroversi. Ketua Satuan Tugas (Satgas) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Zubairi Djoerban menjelaskan mengenai pentingnya skrining berupa tes RT PCR sebelum pelaku perjalanan bepergian dengan pesawat terbang. Zubairi mengatakan, harus ada pengetatan di satu sisi apabila di sisi lain pemerintah melonggarkan kebijakan perjalanan.

Menurut Zubairi, tes RT PCR lebih baik dari tes swab antigen. Sebab akurasi dalam mendeteksi Covid-19 lewat PCR lebih tinggi. Dia juga menjelaskan mengapa pesawat terbang membutuhkan skrining yang lebih ketat. Sebab, kondisi fisik di dalam pesawat cenderung lebih tertutup apabila dibandingkan dengan transportasi lain. “Potensi penularan (Covid-19) tinggi di ruang tertutup, kondisi banyak orang dan waktunya lama. Misalnya, pesawat terbang, kapal pesiar dan sebagainya,” terangnya.

Dengan adanya potensi tersebut, Zubairi mengatakan, semua pihak tentu tidak ingin penularan Covid-19 akibat perjalanan dalam negeri membuat Indonesia kembali melonjak seperti pada Juli-Agustus lalu. Dia mengingatkan, pada saat itu Indonesia pernah mencatat kematian akibat Covid-19 mencapai lebih dari 2.000 kasus dalam sehari. Selain itu, Indonesia juga pernah mengalami jumlah kasus mingguan paling tinggi di dunia.

Diberitakan sebelumnya, Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 menerbitkan Surat Edaran (SE) Satgas Covid-19 Nomor 21 Tahun 2021 Tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri Pada Masa Pandemi Covid-19. SE ini merinci aturan untuk para pelaku perjalanan dalam negeri. Baik yang menggunakan moda transportasi darat, kereta api (KA), laut maupun udara di seluruh Indonesia Salah satunya, SE mengatur, perjalanan dengan pesawat untuk tujuan ke wilayah Jawa-Bali wajib menunjukkan dokumen kartu vaksin minimal vaksinasi dosis pertama.

Selain itu, wajib menunjukkan surat keterangan hasil RT PCR yang sampelnya diambil dalam waktu 2 x 24 jam sebelum keberangkatan. Kedua dokumen itu juga berlaku bagi pelaku perjalanan dari daerah berstatus level 3 dan level 4 di luar Jawa-Bali yang akan terbang ke Jawa-Bali. (*)

Tinggalkan Balasan