PCR Untuk Menjaga Mobilitas Masyarakat Agar Terkendali dan Aman

JAKARTA – Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menjawab banjirnya kritik dari berbagai lapisan masyarakat yang keberatan diberlakukannya tes PCR bagi moda transportasi udara. Ia mengatakan kebijakan ini dilakukan untuk menyeimbangkan relaksasi yang dilakukan oleh pemerintah pada aktivitas masyarakat khususnya di sektor pariwisata.

Luhut menjelaskan, meskipun kasus COVID-19 di Tanah Air sudah menurun, pemerintah akan terus memperkuat strategi pengendalian pandemi seperti penguatan 3T dan penegakan protokol kesehatan 3M agar kasus tidak kembali naik terutama dalam menghadapi periode liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru). Tidak hanya untuk pesawat terbang, penggunaan tes PCR tersebut juga akan diberlakukan secara bertahap pada moda-moda transportasi lainnya.

“Perlu dipahami bahwa kebijakan PCR ini diberlakukan karena kami melihat risiko penyebaran semakin meningkat, karena mobilitas penduduk yang meningkat pesat dalam beberapa minggu terakhir,” ujar Luhut dalam telekonferensi pers di Jakarta, Senin (25/10).

“Sekali lagi saya ingin tegaskan, kita belajar dari banyak negara yang melakukan relaksasi aktivitas masyarakat dan prokes kemudian kasusnya meningkat dahsyat, meskipun tingkat vaksinasi mereka jauh lebih tinggi dibandingkan di Indonesia,” tambahnya.

Ia mencontohkan, apa yang terjadi di Inggris, Italia dan Belanda, yang mengalami lonjakan signifikan. Maka dari itu, tegasnya, berbagai kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah saat ini, semata-mata untuk mencegah terjadinya ledakan kasus seperti yang terjadi pada periode Juni-Juli 2021 lalu akibat menyebarnya varian Delta.

“Jadi saya mohon jangan kita melihat enaknya, karena enak ini kita rileks yang berlebihan nanti kalau sudah ramai jangan juga nanti ribut. Jadi saya mohon, kita sudah cukup pengalaman, menghadapi ini, jadi jangan kita emosional menanggapi apa yang kami lakukan ini,” tuturnya. (*)

Tinggalkan Balasan