Pemerintah Menjamin Kebebasan Berpendapat

Jakarta – Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman mengatakan Presiden Joko Widodo mati-matian menghadirkan demokrasi. Hal itu ia sampaikan merespons kritik Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) tentang dua tahun pemerintahan Jokowi-Ma’ruf beberapa waktu lalu.

Fadjroel menegaskan, bahwa tugas pemerintah adalah menjamin hak asasi, termasuk kebebasan berpendapat. Menurutnya, presiden Jokowi berkomitmen untuk melaksanakan tugas itu.

“Presiden Joko Widodo berupaya mati-matian lah supaya memang demokrasi itu ada,” kata Fadjroel dalam siaran di kanal Youtube Karni Ilyas Club (ILC), beberapa waktu lalu.

Fadjroel juga menyampaikan, bahwa Jokowi punya cita-cita tersendiri soal demokrasi. Dia menyebut Jokowi ingin menyelaraskan demokrasi dengan kesejahteraan.

Dia menyebut beberapa negara berhasil menghadirkan kesejahteraan, tapi meninggalkan demokrasi. Fadjroel menyampaikan Jokowi tak mau hal itu terjadi di Indonesia.

“Presiden tantangan terbesarnya ini sampai tahun 2024 hingga menjelang ke 2045. Keinginan kita adalah ini (demokrasi dan kesejahteraan) bisa paralel. Ini memang tantangannya besar sekali,” tutur Fadjroel.

Menurut Fadjroel, Jokowi telah membuktikan komitmennya terhadap demokrasi dalam beberapa waktu terakhir. Misalnya, dengan menegur Kapolri usai aksi represif kepolisian terhadap peserta demonstrasi.

Sejalan dengan hal tersebut, tentunya kebebasan berekspresi ataupun respon kritik merupakan bagian dari demokrasi negara ini. Namun, untuk itu masyarakat harus terus berpendapat yang cerdas dan bijak sebagai ciri dari negara demokrasi.

Oleh sebab itu, mari tetap mengawal hal ini sehingga Indonesia dapat menjadi negara yang lebih maju. Teruslah berekspresi selama berada di jalan yang benar tentunya akan ada yang menjamin hal tersebut.

Tinggalkan Balasan