Pentingnya Tes PCR sebagai Upaya Mencegah Penularan Covid-19 di Tengah Pelonggaran PPKM

Jakarta – Satgas COVID-19 Nasional dan Kementerian Perhubungan RI mengumumkan aturan terbaru untuk pelaku perjalanan orang dalam negeri via udara.

Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah Untuk Penanganan COVID-19, Prof. Wiku Adisasmito mengatakan bahwa perjalanan di wilayah Jawa-Bali dengan kendaraan udara wajib menunjukkan dua dokumen, yaitu kartu vaksin-minimal dosis pertama dan surat keterangan hasil negatif tes RT – PCR.

Hasil tes PCR itu harus bisa diambil kurun waktu maksimal 2×24 jam sebelum keberangkatan. Aturan ini, juga diberlakukan untuk penerbangan ke wilayah non Jawa-Bali dengan PPKM level 3 dan 4.

“Pengetatan metode testing menjadi PCR saja di wilayah Jawa-Bali dan non Jawa-Bali di wilayah PPKM level 3 dan 4,” kata Prof. Wiku dalam Konferensi Pers Pengaturan Perjalanan Dalam Negeri Seiring Pelandaian COVID-19 yang disiarkan pada Kamis (21/10/2021).

Prof. Wiku menerangkan bahwa prosedur terbaru itu diberlakukan mengingat sudah tidak adanya pembatas jarak antara tempat duduk atau seat distancing dengan kapasitas penuh, sebagai bagian dari uji coba pelonggaran mobilitas demi pemulihan ekonomi di tengah kondisi kasus COVID-19 yang cukup terkendali.

Guna mengoptimalisasi upaya pencegahan penularan, pihak maskapai juga diwajibkan menyediakan tiga barisan kursi pesawat yang dikosongkan untuk pemisahan jika ditemukan penumpang dengan gejala COVID-19 di tengah perjalanan.

Selain itu, Prof Wiku juga mengumumkan bahwa anak-anak berusia dibawah 12 tahun sudah bisa melakukan perjalanan udara.

“Anak-anak usia dibawah 12 tahun sudah bisa naik pesawat, dan harus melakukan tes PCR sesuai dengan aturan di daerah asal-tujuan masing,” kata Prof Wiku.

“Ikatan Dokter Anak Indonesia juga sudah menyatakan kelayakan PCR atau Rapid Antigen untuk dilakukan kepada anak-anak. Mereka bisa bepergian asal dengan kehatian-hatian dan dalam keadaan sehat,” tambahnya. (*)

Tinggalkan Balasan