Peparnas Bukti Kehadiran Negara Bagi Kaum Difabel

Oleh : Timotius Gobay )*

Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) menjadi bukti kehadiran negara bagi kaum difabel. Ajang olah raga bergengsi itu diharapkan dapat berjalan sukses dan menjadi motivasi para atlet difabel untuk meraih Presitasi
Peparnas XVI telah resmi dimulai.
Sejalan dengan amanat Undang-undang No. 3 tahun 2005 tentang sistem keolahragaan nasional, hak-hak keolahragaan yang harus didapat oleh penyandang disabilitas yakni kewajiban pemerintah untuk menyediakan kemudahan infrastruktur bagi disabilitas dengan menyediakan bangunan gedung ramah disabilitas berikut fasilitas penunjangnya.

Dalam event Peparnas XVI di Papua, Panitia Besar Peparnas bersama perhimpunan hotel dan restoran Indonesia (PHRI) provinsi Papua telah menyediakan 24 hotel yang ramah terhadap kaum difabel. Ke 24 hotel ramah disabilitas itu diperuntukkan bagi atlet 12 cababg olahraga guna mendukung sukses akomodasi Peparnas XVI Papua yang berlangsung dari tanggal 2-15 November 2021 mendatang.

Tak hanya itu, pihak panitia juga memastikan bahwa fasilitas ramah disabilitas itu berlaku juga pada fasilitas-fasilitas publik. Di antaranya menyiapkan alat bantu untuk disabilitas mulai dari bandar udara, tempat penginapan para atlet dan tak kalah penting di venue pertandingan yang sudah lolos uji kelaikan.

Ma’ruf amin juga tidak lupa menyampaikan apresiasi bagi Gubernur Papua Lukas Enembe beserta seluruh jajarannya. Pasalnya, di tengah banyaknya tantangan dan situasi Pandemi Covid-19, Panitia Besar Peparnas tetap dapat menggelar pesta olahraga ini.

Pada kesempatan berbeda, Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Zainudin Amali menargetkan pelaksanaan Peparnas untuk menjadi ajang dalam menjaring para atlet-atlet muda yang nanti akan dimasukkan ke pemusatan latihan Nasional (Pelatnas) yang pembinaannya dilakukan NPC Indonesia di Solo, Jawa Tengah.

Dirinya juga meyakini dari 12 cabang olahraga yang dipertandingkan di Peparnas XVI ini, akan ada atlet-atlet yang bisa dipersiapkan untuk mengikuti paralimpiade Paris 2024.

Sementara itu dalam kesempatan sambutannya, Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin mengaku optimis bahwa Peparnas di Papua dapat berjalan dengan sukses, layaknya PON XX 2021. Hal ini didukung oleh kecintaan masyarakat Papua pada olahraga, serta peran mereka sebagai tuan rumah yang hangat bagi penyelenggaraan Peparnas 2021.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin juga menyampaikan pandangannya soal Peparnas. Baginya, peparnas bukan hanya sekadar kompetisi olahraga, tetapi juga ajang pembuktian kesetaraan dan persamaan bagi seluruh masyarakat di Indonesia.

Ia juga mengatakan, bahwa Peparnas merupakan ajang yang sangat istimewa, ajang untuk mendobrak batas diri dan keluar sebagai pemenang, Peparnas bukan sekadar kompetisi olahraga, melainkan pembuktian akan adanya semangat kesetaraan dan persamaan bagi kita semua.

Selain itu Ketua National Paralympic Committee (NPC) Indonesia, Senny Marbun, mengapresiasi kepada Presiden Jokowi dan Menpora Zainudin Amali atas dukungan yang diberikan bagi atlet disabilitas dan Peparnas Papua. Lebih dari itu, Peparnas juga merupakan bukti komitmen pemerintah dalam memberikan perlakuan yang sama bagi setiap warga negara. Hal ini sebelumnya juga sempat disinggung oleh Ketua NPC Indonesia Senny Marbun sehari sebelum acara pembukaan Peparnas.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo hadir secara virtual dan menyapa seluruh masyarakat yang hadir dalam pembukaan Peparnas XVI 2002. Dalam video virtual tersebut, Jokowi menyampaikan permintaan maafnya karena tidak bisa hadir secara langsung dalam perhelatan ini. Sebab, dirinya langsung mengikuti karantina. Sebagai gantinya, dirinya berjanji akan menghandiri seutuhnya ada acara closing peparnas yang akan dimulai pada 13 November 2021.

Panitia Besar (PB) Peparnas juga terus berusaha untuk menyiapkan peparnas XVI bisa berjalan dengan baik. Ada 10 bidang dalam PB Peparnas dan semua sudah siap dengan tugasnya masing-masing. Semua sudah siap di Papua, mulai dari akomodasi, transportasi, konsumsi dan dan pihaknya juga aman dari konfisi Papua sangatlah purah.

Persiapan tentu saja bukan hanya peralatan olah raga, akomodasi dan kebutuhan lainnya, tetapi juga atlet difabel. Selain mengikuti perlombaan, para atlet difabel juga bisa refreshing dengan menikmati pariwisata yang ada di Papua.

Peparnas menjadi bukti bahwa penyandang disabilitas juga dapat berprestasi, selain itu mereka yang memiliki kelainan juga dapat menunjukkan kemampuannya dalam olahraga.

)* Penulis adalah mahasiswa Papua tinggal di Gorontalo

Tinggalkan Balasan