Vaksinasi Bagian Dari Upaya Antisipasi Terjadinya Gelombang Ketiga Covid-19

Jakarta — Indonesia akan menghadapi libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022. Libur panjang kali ini diprediksi sejumlah epidemiolog bisa memicu gelombang ketiga pandemi Covid-19.

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Bakti Bawono Adisasmito mengatakan, Indonesia bisa melewati libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 tanpa diikuti gelombang ketiga Covid-19. Caranya ada dua.

Pertama, masyarakat meningkatkan kepatuhan terhadap protokol kesehatan. Kedua, pemerintah meningkatkan vaksinasi Covid-19.

“Ini bukan hal yang mudah. Namun, dengan gotong royong seluruh lapisan masyarakat dan pemerintah, ini bisa saja tercapai,” tegasnya dalam konferensi pers yang disiarkan melalui YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (25/11).

Data Satuan Tugas Penanganan Covid-19, pada 21 November 2021 kepatuhan masyarakat menggunakan masker sebesar 91,84 persen. Kepatuhan menjaga jarak dan menghindari kerumunan 91,16 persen.

Sementara data Kementerian Kesehatan hari ini pukul 12.00 WIB, jumlah orang yang sudah divaksinasi dosis pertama mencapai 136.713.147 atau 65,64 persen dari target 208.265.720 orang. Sedangkan penerima vaksinasi dosis kedua atau lengkap baru 92.274.562 orang atau 44,31 persen.

“Cakupan vaksinasi dosis lengkap menjadi fokus capaian kita karena dengan dosis lengkap masyarakat dapat terlindungi secara maksimal dibandingkan dengan hanya dosis satu saja,” ujarnya.

Pemerintah memutuskan menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 di seluruh wilayah Indonesia saat libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022. Kebijakan ini berlaku sejak 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022.

Keputusan tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 62 Tahun 2021 Tentang Pencegahan dan Penanggulangan Corona Virus Disease 2019 pada Saat Natal Tahun 2021 dan Tahun Baru Tahun 2022. (*)

Tinggalkan Balasan