Percepatan Vaksinasi Nasional Ciptakan Kekebalan Komunal dan Efektif Cegah Gelombang Ketiga Covid-19

Jakarta — Gelombang ketiga covid-19 diprediksi terjadi di akhir 2021. Untuk mencegah hal itu, ahli epidemiologi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Iwan Ariawan memberikan beberapa saran untuk pemerintah.

Menurut Iwan, potensi gelombang ketiga terjadi jika mobilitas yang tinggi saat liburan. Di saat bersamaan, tidak ada disiplin pada protokol kesehatan, 3T (testing, tracing, dan treatment), dan cakupan vaksinasi yang luas.

“Jika ada varian baru yang lebih menular, lebih tinggi lagi risikonya,” ucap Iwan beberapa waktu yang lalu.

Iwan menilai harus ada komunikasi yang baik tentang risiko tertular dan menularkan selama beraktivitas saat libur panjang akhir tahun ini. Sebab, saat ini, dia menilai kesadaran masyarakat akan pentingnya menerapkan protokol kesehatan masih kurang.

“Pembatasan pergerakan antarprovinsi dan masuk ke tempat-tempat umum dengan aplikasi PeduliLindungi (terkait kebijakan yang perlu ditingkatkan untuk mencegah kenaikan kasus COVID-19 di akhir tahun),” kata Iwan.

Meski begitu, Iwan menilai pemerintah sudah responsif mencegah gelombang ketiga covid-19. Menurutnya, pemerintah membuat beberapa kebijakan seperti memperketat akses masuk dari negara lain, mengakselerasi vaksinasi, dan meningkatkan layanan kesehatan.

“Sudah cukup responsif,” kata dia.

Anggota Komisi IX DPR Nurhadi menilai kondisi pandemi di dalam negeri sudah membaik dibanding dua bulan lalu. “Artinya, kebijakan pemerintah sudah cukup berjalan efektif dan kasus COVID-19 bisa ditekan,” kata Nurhadi.

Dia mengapresiasi kolaborasi aktif pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam hal penegakan aturan, disiplin prokes, dan langkah-langkah kuratif. Menurut dia, setiap momen peningkatan kasus menjadi pelajaran agar lebih hati-hati dan waspada.

“Kita semua, baik pemerintah dan masyarakat, jangan sampai lengah untuk tetap disiplin mematuhi protokol kesehatan. Kita semua tetap ikhtiar agar segera terbebas dari pandemi,” katanya.

Nurhadi mendukung percepatan vaksinasi tetap menjadi prioritas utama agar tercipta kekebalan komunal (herd immunity) di masyarakat. “Selain tetap patuh dan disiplin protokol kesehatan,” ujar dia. (*)

Tinggalkan Balasan