Disiplin Prokes dan Vaksinasi Efektif Cegah Penyebaran Covid-19 Varian Omicron

Jakarta — Munculnya varian baru Corona Micron dari Botswana Afrika Selatan menjadi perhatian besar dunia. Bahkan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah meningkatkan status Omicron menjadi variant of concern (varian yang mengkhawatirkan).

Ada 16 negara yang melaporkan bahwa varian Omicron telah terdeteksi di sana. Negara tersebut terdiri dari negara Afrika bagian selatan yaitu Afrika Selatan, Botswana, Namibia, Zimbabwe, Lesotho dan Eswatini. Negara di Afrika bagian timur yaitu Mozambique, Malawi, Zambia. Lalu negara Afrika bagian tengah yaitu Angola. Kemudian enam negara sisanya adalah Jerman, Belgia, Inggris, Israel, Australia, dan Hong Kong.

Melihat fakta itu, pemerintah Indonesia langsung sigap menetapkan sejumlah upaya pencegahan agar varian Omicron tidak masuk ke Tanah Air. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan menyebutkan ada empat kebijakan penting yang diberlakukan sebagai upaya pencegahan tersebut.

Pertama, melarang masuk Warga Negara Asing (WNA) yang memiliki riwayat perjalanan selama 14 hari kesebelas negara seperti Afrika Selatan, Botswana, Lesotho, Eswatini, Mozambique, Malawi, Zambia, Zimbabwe, Angola, Namibia, dan Hong Kong. Pelarangan tersebut akan berlangsung selama 14 hari.

Kedua, Warga Negara Indonesia (WNI) yang pulang ke Indonesia dan memiliki riwayat perjalanan dari negara-negara pada poin pertama akan dikarantina selama 14 hari.

Ketiga, pemerintah akan meningkatkan waktu karantina bagi WNA dan WNI pelaku perjalanan dari luar negeri selain kesebelas negara yang masuk daftar tadi, menjadi 7 hari dari sebelumnya 3 hari.

Masyarakat pun diimbau untuk terus disiplin menerapkan protokol kesehatan agar penyebaran kasus Covid-19 yang sudah mulai terkendali di Indonesia bisa terus turun.

“Kita perlu terus meningkatkan protokol kesehatan dan penggunaan PeduliLindungi, percepatan vaksin juga penting, vaksin tetap efektif dan harus terus digerakkan. Utamanya menjelang Nataru, kita harus mengambil langkah antisipasi,” tutur Luhut.

Hal yang berbeda namun sama maksudnya, juga disampaikan oleh Ketua UKK Infeksi & Penyakit Tropis IDAI Anggraini Alam mengatakan pelaksanaan PTM di tengah ancaman gelombang 3 dan varian omicron adalah dengan harus melaksanakan protokol kesehatan.

Meski terdengar klise namun efektivitas mencegah penularan covid-19 sangat efektif. “Vaksinasi bukan satu-satunya hal yang bisa mencegah infeksi covid-19. Jadi protokol kesehatan ini kita pegang secara disiplin. Mudah-mudahan dengan adanya pandemi ini membuat anak dan orang tua lebih disiplin,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan