Tetap Taat Prokes, Waspada Corona Varian Omicron

Oleh : Irlendo Airlangga )*

Virus Covid-19 telah bermutasi menjadi varian Omicron. Masyarakat pun diimbau untuk tetap waspada dan menjaga Prokes guna mengantisipasi penyebaran varian baru virus Corona tersebut.
Pandemi hampir 2 tahun ini kita jalani, dan Indonesia terus meningkatkan berbagai cara agar tidak ada lagi yang terinfeksi Corona dan membentuk herd immunity. Sayangnya virus Covid-19 telah bermutasi. Dari yang awalnya varian alfa, beta, gamma, delta, dan sekarang Omicron.

Corona varian Omicron ini ditemukan di sekitar Afrika Selatan dan belum masuk ke Indonesia. Walau belum ada laporan pasien Covid varian Omicron tetapi kita tidak boleh berleha-leha, tetapi malah makin meningkatkan kewaspadaan. Sebab biasanya virus hasil mutasi diklaim lebih ganas daripada virus aslinya, sehingga ditakutkan akan menyebabkan kematian.

Pemerintah melalui Kementrian Hukum dan HAM telah melarang warga negara Afrka Selatan, WNI atau warga neagra lain yang habis mengunjungi negara tersebut, untuk mendarat di Indonesia. Larangan ini juga berlaku bagi yang pernah traveling ke Nigeria, Zimbabwe, Botswana, dan sekitarnya. Visa untuk warga negara Afrika Selatan juga ditangguhkan untuk sementara.

Untuk mencegah penularan Corona varian Omicron maka kita wajib meningkatkan kewaspadaan dan tetap disiplin dalam menaati protokol kesehatan. Jangan lupa juga untuk menghafal ciri-ciri terkena Corona varian Omicron, di antaranya pusing berat, pegal-pegal dan kecapekan, dan tidak ada masalah dengan penciuman. Hal ini beda dengan Corona varian lain yang menghilangkan fungsi indra penciuman.

Jika Anda terkena pilek berat dan pegal-pegal, jangan hanya isolasi mandiri. Namun segeralah berobat ke klinik atau Rumah Sakit dan akhiri dengan tes rapid atau PCR. Saat pandemi kita harus tetap waspada, jangan sampai jadi OTG lalu menulari anak-anak di rumah. Oleh karena itu ketika sakit harus segera bertemu dengan dokter, agar jika terkena Corona varian Omicron bisa lekas diatasi.

Sebelum terlanjur tertular Corona varian Omicron, maka tetaplah menaati protokol kesehatan 10M. Saat ini memang pasien Covid menurun, ‘hanya’ 500-an per harinya, tetapi keadaan belum benar-benar aman. Tetaplah pakai masker ganda dengan posisi masker disposable di dalam dan masker kain di bagian luar untuk memperkuat filtrasi dari droplet yang bertebaran di luar rumah.

Pakai masker ketika di luar rumah, walau hanya menyapu halaman atau menyiram tanaman. Masker juga harus dipakai ketika sampai kantor, jangan hanya dikenakan di perjalanan. Sat bekerja tetap taati protokol kesehatan, jaga jarak, dan bersihkan AC secara teratur. Penyebabnya karena Corona bisa menular lewat udara yang kotor dan pengap, seperti yang ada di AC yang kotor.

Selain memakai masker, taati juga protokol kesehatan yang lain seperti menjaga jarak dan menghindari kerumunan. Jangan malah sengaja membuat kerumunan dengan membuat hajatan yang dihadiri sampai ribuan orang, jika tidak mau dibubarkan oleh aparat dan tim satgas penanganan Covid. Jangan marah saat ada satgas karena mereka melakukan tugasnya untuk menumpas Corona di Indonesia.

Taati juga poin dalam protokol kesehatan yang lain seperti mengurangi mobilitas, mengganti baju, menjaga higienitas lingkungan, dan meningkatkan imunitas tubuh. Jangan liburan saat akhir tahun karena takut ada kenaikan kasus Covid ketika mobilitas tinggi. Jaga pula pola makan dengan lebih banyak mengkonsumsi buah, sayur, dan air putih.

Corona varian Omicron memang belum masuk ke Indonesia tetapi kita tidak boleh santai saja. Bisa jadi virus hasil mutasi itu sudah diam-diam diam menulari Anda tanpa sengaja. Tetaplah jaga protokol kesehatan dan meningkatkan imunitas tubuh agar tidak terkena Corona varian apa saja.

)* Penulis adalah kontributor Lingkar Pers dan Mahasiswa Cikini

Tinggalkan Balasan