Komitmen Polri Dalam Pembenahan Diri Sebagai Pengayom, Pelindung, dan Pelayan Masyarakat

Medan — Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dinilai serius dalam melakukan pembenahan internal. Baik Kapolda Sumut maupun Kapolri telah mengeluarkan kebijakan tegas terhadap jajarannya yang dinilai melakukan berbagai tindakan yang dinilai sebagai pelanggaran.

“Apa yang dilakukan Polri dengan serius membenahi internalnya adalah hal yang positif dalam dinamika Polri yang terjadi. Muaranya adalah pelayanan yang lebih baik dan lebih professional kepada masyarakat,” ujar dosen Fisipol Universitas Medan Area (UMA) Dr Dedi Sahputra, MA, Selasa (9/11) yang lalu di Medan.

Menurutnya hal ini adalah hal yang menggembirakan karena sebagai sebuah organisasi, melakukan pembenahan internal adalah sesuatu yang regular dilakukan. “Meski hal yang regular namun bermakna penting bagi perkembangan organisasi Polri,” sebutnya.

Sebelumnya diberitakan Kapolres Tebing Tinggi, Sumatera Utara dicopot dari jabatannya karena video viral istrinya pamer duit arisan di TikTok. Kapolda Sumut Irjen RZ Panca Putra Simanjuntak (foto) mengatakan, langkah itu diambil untuk menindaklanjuti perintah Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo bahwa setiap anggota Polri untuk hati-hati dan waspada terhadap penggunaan sarana media sosial, khususnya gambar yang menampilkan kegiatan yang bisa menimbulkan persepi hedonisme.

Meskipun bukan istri Kapolres Tebing Tinggi saja yang mengunggah video tersebut, pihaknya melihat bahwa istri Kapolres mengetahui bahwa ada perintah Kapolri tak boleh menunjukkan gambar yang menampilkan hedonisme dan terkait dengan harta benda meskipun itu bukan uangnya.

“Tetapi, hari ini sebagai tanggung jawab suaminya. Kapolres saya tarik ke Polda dalam rangka evaluasi dan baru saja saya serah terima jabatan. Nanti kita akan tunjuk pelaksana tugasnya,” kata Panca saat ditemui usai rapat bersama semua kapolres di Sumut di Aula Tribrata, Mapolda Sumut, Senin (1/11) yang lalu.

“Oleh sebab itu, setiap anggota Polri yang melakukan pelanggaran akan menerima sanksi sesuai dengan kesalahannya,” tambah Panca. Diberitakan sebelumnya, akun TikTok bernama @cimot_512 membagikan sebuah video yang memperlihatkan dua perempuan sedang memegang sejumlah uang. Belakangan diketahui bahwa salah satu perempuan yang menggunakan baju dengan logo Bhayangkara itu merupakan istri dari Kapolres Tebing Tinggi.

Pernyataan Kapolda Sumut sejalan dengan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo yang membuktikan komitmennya melakukan pembenahan internal Polri, dengan mencopot tujuh pejabat kepolisian, termasuk di antaranya enam orang Kapolres dari berbagai wilayah.

Pencopotan tujuh pejabat kepolisian ini tertuang dalam surat telegram nomor nomor ST/2279/X/KEP./2021 per tanggal 31 Oktober 2021, ditandatangani oleh AS SDM Polri Irjen Wahyu Widada atas nama Kapolri, yang diterima awak media pada Senin malam (1/11/2021) yang lalu.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono menyebutkan, Kapolri menunjukkan komitmennya melakukan pembenahan internal Polri agar semakin dicintai dan menjadi apa yang diharapkan oleh masyarakat.

“Ya ini tentunya sebagaimana komitmen dan pernyataan Pak Kapolri, soal ‘ikan busuk mulai dari kepala’, kalau pimpinannya bermasalah maka bawahannya akan bermasalah juga serta semangat dari konsep Presisi,” kata Argo.

Menurut Argo, komitmen Kapolri tersebut bertujuan untuk perbaikan Polri lebih baik lagi. “Jelas untuk melakukan perubahan dan perbaikan untuk menuju Polri yang jauh lebih baik lagi,” ujar Argo yang dipromosikan sebagai Aslog Polri ini.

Dengan adanya keputusan tersebut, Argo menegaskan, seluruh personel Polri harus mampu memiliki jiwa kepemimpinan yang mengayomi dan melayani masyarakat dan anggota dengan sangat baik serta menjadi prioritas. Argo berharap, dengan adanya komitmen ini, bisa menjadi efek jera bagi siapapun personel Kepolisian yang melanggar aturan.

“Jadilah pemimpin yang teladan, bijaksana, memahami, mau mendengar, tidak mudah emosi, dan saling menghormati. Dengan begitu, Polri ke depannya akan semakin mendapatkan kepercayaan di masyarakat,” ujar Argo.

Sebelumnya, pada acara penutupan pendidikan Sespimti Polri Dikreg ke-30, Sespimen Polri Dikreg ke-61, dan Sespimma Polri angkatan ke-66, Rabu (27/10), Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menyinggung soal kepemimpinan. “Ada pepatah, ikan busuk mulai dari kepala, kalau pimpinannya bermasalah maka bawahannya akan bermasalah juga,” kata Sigit. (*)

Tinggalkan Balasan