Transparansi Akuisisi Saham PT Panca Mitra Multiperdana Tbk oleh PT Harapan Kita Bangsa

Jakarta — Kaesang Pangarep lewat PT Harapan Bangsa Kita (GK Hebat) telah menggelontorkan dana sekitar Rp 92 miliar untuk membeli 8 persen saham perusahaan pengolah makanan beku berbasis udang, PT Panca Mitra Multiperdana Tbk (PMMP).

Selain perjanjian jual beli saham, juga telah ditandatangani kesepakatan kerja sama strategis kedua perusahaan. Lalu seperti apa profil GK Hebat milik putra bungsu Presiden Jokowi tersebut?

GK Hebat adalah perusahaan di bidang pengolahan makanan dan minuman yang menjadi platform akselerator UMKM yang didirikan pada tahun 2019 lalu. Di GK Hebat, Kaesang menjabat sebagai CEO & Co-Founder.

Dalam situs resminya, http://www.gkhebat.com, disebutkan GK Hebat punya visi utama untuk menjadikan UMKM sebagai produk unggulan di dalam negeri dengan memberikan pembinaan dan bantuan modal.

Hal tersebut dilatarbelakangi bahwa UMKM selama ini memegang peran yang penting, dikarenakan dapat mendorong sebanyak 60 persen dari pertumbuhan PDB di Indonesia.

GK Hebat mempercayai bahwa kolaborasi merupakan solusi untuk permasalahan yang dihadapi oleh UMKM di Indonesia. Hal ini meliputi permasalahan model bisnis konvensional, menentukan target pasar, pengetahuan strategi bisnis yang terbatas, dan kesulitan dalam menemukan mitra dalam mengembangkan bisnis.

Sementara itu, Perusahaan pengolah makanan beku berbasis udang yang bermitra dengan Kaesang Pangarep, PT Panca Mitra Multiperdana Tbk (PMMP), semakin moncer pada tahun ini. PMMP mendekati target penjualan tahunan setelah membukukan total penjualan diatas 18.000 ton hingga November 2021. Kenaikan permintaan dari importir menjadi sentimen utama yang mempengaruhi performa perusahaan.

Martinus Soesilo, Direktur Utama PMMP, menyebutkan volume penjualan perusahaan sampai dengan November 2021 mencapai 18.492 ton. Hal ini sejalan dengan target tahunan PMMP untuk tahun 2021, yakni sekitar sebesar 19.500 ton. Martinus juga menjelaskan bahwa per November 2021, PMMP juga telah berhasil membukukan pendapatan usaha sekitar US$163 juta dari target tahunan sebesar US$180 juta atau sekitar sebesar 91 persen dari target tersebut. (*)

Tinggalkan Balasan