Oleh : Rebecca Marian )*

Pemerintah berkomitmen untuk mengedepankan pendekatan humanis dalam memperbaiki sektor keamanan di Papua. Oleh sebab itu, masyarakat diminta untuk terus mewaspadai provokasi Kelompok Separatis dan Teroris (KST) Papua yang terus menebar teror dan mengganggu stabilitas keamanan di Papua.

Dalam perkembangannya, Papua sebetulnya mengalami cukup banyak kemajuan. Tak hanya di infrastruktur saja, namun juga kolaborasi apik antara tokoh masyarakat dengan TNI-Polri. Yakni, berhubungan dengan kedamaian dan keamanan di tanah Papua.
Namun, agaknya memang upaya pengamanan ini tak boleh melemah. Kewaspadaan hingga rencana-rencana kedepan memang kudu dipersiapkan. Hal ini menyusul berita dimana Organisasi Papua Merdeka (OPM) dinyatakan terus menebar provokasi. Terbayang, jalan pendekatan melalui sistem humanis untuk mengakhiri kekerasan di bumi Cendrawasih bakal menghadapi jalan yang cukup berliku.

Menurut juru bicara Komnas OPM, 2 Januari 2022, yakni Sebby Sambom mengutarakan jika pasukan tersebut mengibarkan bendera bintang fajar. Tepatnya di tiga titik lokasi di kabupaten Intan Jaya, dibawah komando Komandan Operasi Undius Kogeya.
Sebby menyebutkan bahwasanya bendera tersebut dikibarkan di penghujung tahun 2021, 31 Desember lalu. Hari jumat bertepatan dengan 00.55 Waktu Indonesia Timur. Bendera tersebut juga dikabarkan membentang hingga 1 Januari tahun 2022. Bahkan, genderang perang seolah telah dibunyikan kembali, dengan tembakan peringatan untuk mengundang TNI-Polri. Kelompok ini seolah menunjukkan jika mereka siap bertempur kembali di tahun 2022.

Beberapa pentolan OPM yang memimpin pengibaran bendera bintang fajar diantaranya ialah, Ini Kobogau, Abenj Kobogau, Ruben Kobogau, Undius Kogoya, serta Enos Tipagau. Pasukan ini juga berencana memperluas wilayah operasi mereka.
Sebelumnya, Susaningtyas Kertopati selaku Pengamat Intelijen dan Militer menilai langkah pemerintah dalam menetapkan KKB di Papua Menjadi KST melalui pertimbangan yang sangat matang. Pun dengan persiapan, konsekuensi hingga beragam implikasi yang akan dihadapi oleh pemerintah.

Menurutnya, hal paling serius selepas penetapan tersebut ialah membangun kepercayaan atas rakyat melalui komunikasi yang lebih bagus. Termasuk melakukan propaganda serta kontra propaganda yang harus terukur, efisien, efektif juga tepat sasaran.
Nuning menambahkan jika konstruksi sosial-politik yang kerap membentuk opini publik, dapat meminimalisir dukungan atas kelompok insurgensi. Sebab, kelompok KST tersebut sangat sering melakukan propaganda dengan media lokal maupun internasional. Pun dengan beragam mobilisasi massa, hingga demonstrasi dengan cara ekploitasi isu HAM, referendum, ketimpangan pembangunan juga yang lainnya.

Dirinya berharap ke depan bakal ada komunikasi yang lebih intens dengan pihak Pemda, DPR hingga MPR Papua, khususnya terkait pengungsi pihak sipil yang dinilai tidak berdosa. Nuning menyatakan pastinya mereka juga terekam oleh beragam ketakutan. Sehingga hal ini layak untuk segera ditanggulangi. Apalagi, penyelesaian konflik Papua tentunya tak boleh berdasar atas dendam satu menuju dendam lainnya.

Di lain hal, gerakan separatisme Papua mempunyai jaringan yang bersifat fragmented. Dengan kata lain, tidak ada satu komando terstruktur, serta setiap kelompok mempunyai pimpinan sendiri. Organisasi yang structure-less ini dipengaruhi oleh faktor sosial-budaya yang terjadi pada masyarakat Papua. Dimana masih begitu kental dengan semangat berbasis primordial kesukuan. Makanya, lembaga adat begitu berperan di sini.

Nuning kembali menambahkan jika seluruh pendekatan ipoleksosbud telah dikerahkan, namun masih saja konflik ini tak kunjung usai. Hal tersebut dinilai karena masih adanya unsur yang bersifat pragmatis dalam tubuh KST tersebut.

Sebagai informasi penting, jaringan ini beranggotakan masyarakat yang begitu terikat dengan kesukuan hingga persenjataan terbatas. Namun, sumber utama pengadaan senjata Melalui upaya perampasan serta pencurian senjata dari para pasukan militer TNI-Polri, juga membeli dari sebuah jaringan penjualan senjata dari Filipina Selatan juga Papua Nugini.

Upaya serius untuk menanggapi provokasi KST ini memang harus terus digencarkan. Agaknya, organisasi OPM ini kian berani menunjukkan eksistensinya. Kemungkinan, mereka juga telah mengisi amunisi hingga siap bertempur melawan TNI-Polri dan pemerintah. Namun, kita tak boleh lengah. Apalagi, kolaborasi antar pemuka agama hingga aktivis Papua siap membantu demi perdamaian di bumi Cendrawasih.

Ke depan perlu dilakukan upaya lebih intensif lagi, sehingga segala ancaman dan serangan mampu diminimalisir. Berkaca dari sebelumnya, dimana banyak sekali korban-korban traumatik hingga yang berguguran akibat konflik tersebut. Maka dari itu, awal tahun ini pemerintah dan seluruh jajaran yang terkait harus mengerahkan fokus lebih serius demi masa depan Papua yang lebih baik.

)* Penulis adalah mahasiswa Papua tinggal di Jakarta

Oleh : Nicholas Napitupulu )*

Program vaksinasi Covid-19 nasional adalah concern pemerintah sejak awal tahun 2021. Indonesia pun berhasil melampaui target vaksinasi Badan Kesehatan Dunia WHO, sehingga diharapkan dapat terhindar dari gelombang ketiga Covid-19 seiring adanya varian Omicron.

Pandemi membuat hampir semua tatanan kehidupan berubah dan tiap manusia wajib meningkatkan imunitas agar tidak kena Corona. Salah satu cara ampuh dalam meningkatkan kekebalan tubuh adalah dengan vaksinasi dan sejak Maret 2021 program vaksinasi nasional diberlakukan di seluruh Indonesia. Targetnya program ini selesai tahun 2022 sehingga kita bisa bebas dari status pandemi.

Indonesia telah berhasil melampaui target vaksinasi dari WHO (world health organization), yakni 108,5 juta orang telah diinjeksi vaksin covid per 22 desember 2021. Angka ini melebihi target WHO karena awalnya ditargetkan minimal 40% dari penduduk yang sudah divaksin pada akhir tahun 2021. Vaksin yang telah diberikan juga lengkap 2 dosis sehingga proteksi makin kuat.

BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) Universitas Tadulako mengapresiasi pemerintah yang berhasil melampaui target vaksinasi WHO. Pemercepatan program vaksinasi ini demi memutus rantai penyebaran Corona di Indonesia.

Presiden BEM Universitas Tadulako Muhammad Wiranto Basatu menyatakan bahwa ada 2 unsur yang dihadapi saat pandemi. yakni ekonomi dan kesehatan. Presiden Jokowi berhasil menyeimbangkan keduanya sehingga kita optimis bisa mengakhiri masa suram ini secepatnya. Dalam artian, ia menyangjung Presiden Jokowi yang cekatan dan memiliki strategi jitu dalam mengatasi pandemi di negeri ini.

Saat Indonesia berhasil melampaui target vaksinasi dari WHO maka kita optimis pada tahun 2022 program vaksinasi nasional akan selesai 100%. Apalagi saat ini jumlah suntikan dinaikkan, dari 1 juta menjadi 3 juta injeksi dalam sehari (di seluruh Indonesia) dan di mana-mana ada vaksinasi massal. Sehingga program ini akan cepat selesai dan semua orang memiliki kekebalan tubuh untuk melawan Corona.

Apresiasi patut diberikan kepada pemerintah karena vaksinasi bisa diselenggarakan dengan cepat dan tepat sasaran. Sejak awal program vaksinasi nasional, biayanya 100% gratis, sehingga memudahkan rakyat yang kondisi ekonominya menurun akibat efek pandemi. Jika vaksinnya gratis maka semuanya mau disuntik karena mereka sadar akan pentingnya vaksinasi, sekaligus pecinta gratisan.

Vaksinasi juga digencarkan dengan vaksinasi massal yang diselenggarakan baik oleh pihak TNI, BIN, Polri, maupun swasta. Metode ini dijalankan karena lebih efektif, karena dalam sekali vaksinasi massal, langsung ribuan orang yang diinjeksi. Vaksinasi massal diselenggarakan mulai dari di lapangan, gedung, sampai Mall. Tentu dengan mematuhi protokol kesehatan sehingga masyarakat tidak takut akan kerumunan saat vaksinasi massal.

Selain vaksinasi massal, pemerintah yang dibantu oleh BIN (Badan Intelijen Negara) menyelenggarakan vaksinasi door to door. Dengan metode ini maka makin banyak yang diinjeksi vaksin karena para tenaga kesehatan yang mendatangi masyarakat di perkampungan dan perumahan. Sehingga makin banyak WNI yang mendapatkan vaksinasi.

Pemerintah memang menggencarkan vaksinasi agar bisa segera membentuk keekbalan kelompok sehingga kita bebas dari masa pandemi secepatnya. Ketika status pandemi dihapus maka perekonomian akan digencarkan kembali dan kondisi finansial negara akan sehat lagi. Kita bisa bekerja lebih keras lagi untuk menggerakkan roda perekonomian negara dan berubah status menjadi negara maju.

Keberhasilan pemerintah dalam menjalankan program vaksinasi nasional dengan cepat dan akurat patut diapresiasi karena telah melampaui target yang dicanangkan oleh WHO. Ketika makin banyak yang divaksin maka kia tidak takut akan penularan Corona, dengan catatan harus tetap mematuhi protokol kesehatan. Vaksin juga masih digratiskan sehingga semuanya memiliki imunitas yang bagus.

)* Penulis adalah kontributor Lingkar Khatulistiwa

Oleh : Ibnu Syam )*

Pemerintah berusaha optimal dalam menciptakan stabilitas pangan, diantaranya dengan melaksanakan operasi pasar. Dengan adanya intervensi Pemerintah, masyarakat dapat dengan mudah mengakses dan menjangkau masyarakat.

Sejak akhir tahun 2021 harga minyak goreng mengalami kenaikan yang tajam, jika awalnya hanya 36.000 rupiah per 2 liter tetapi naik jadi 40.000 rupiah. Mayoritas ibu-ibu tentu khawatir karena minyak goreng adalah kebutuhan utama di dapur sedangkan jika ada kenaikan harga tidak sebanding dengan uang belanja mereka.

Pemerintah membantu masyarakat dengan membuat operasi pasar di Bogor dan akan disusul di daerah lain. Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa diharap operasi pasar bisa menolong warga untuk mendapatkan sembako dengan harga murah. Juga sebagai langkah nyata untuk membantu kebutuhan masyarakat.

Operasi pasar memang ditunggu-tunggu masyarakat karena mereka bisa belanja dengan harga di bawah pasaran (karena ada subsidi dari pemerintah). Selain minyak goreng, harga kebutuhan dapur lain juga mengalami kenaikan seperti telur ayam yang harganya mencapai 29.000 rupiah per kilogramnya (padahal beberapa bulan lalu sempat anjlok jadi hanya 20.000 rupiah per kg) dan cabe rawit merah yang harganya jadi 94.600 per kg.

Operasi pasar seperti ini ditunggu juga di daerah lain karena makin banyak ibu rumah tangga yang membutuhkan minyak serta sembako lain dengan harga miring. Mereka senang karena bisa belanja dengan hemat dan sisa uangnya bisa ditabung untuk keperluan sekolah anaknya. Walau harus mengantri lama saat operasi pasar tetapi tidak apa-apa, demi harga minyak goreng yang lebih murah.

Dengan adanya operasi pasar maka menunjukkan juga perhatian dari pemerintah agar rakyat tidak sengsara. Pasalnya, setelah hampir 2 tahun pandemi, keadaan ekonomi masyarakat belum terlalu stabil. Memang daya beli rakyat mulai naik lagi (setelah terpuruk pada tahun 2020) tetapi keadaan belum kembali seperti sebelum masa pandemi. Operasi ini sekaligus menciptakan stabilitas pangan.

Selain para ibu rumah tangga, yang diuntungkan dalam operasi pasar yang diadakan oleh pemerintah adalah pengusaha warung nasi dan UMKM lainnya di bidang kuliner. Pasalnya, mereka tidak bisa tidak menggunakan minyak goreng dalam menjalankan bisnisnya. Ketika harga minyak naik maka akan kesulitan untuk menaikkan harga jual, karena takut akan ditinggal oleh pembeli.

Stabilitas pangan harus diciptakan agar rakyat tidak sengsara akibat naiknya harga minyak goreng dan sembako jenis lain. Pemerintah berusaha keras untuk menekan harga sehingga rakyat bisa belanja dengan wajar, tetapi tidak juga membuat rugi para pengusaha kelapa sawit dan olahannya (sebagai produsen minyak goreng). Perlu ada win win solution sehingga semua sama-sama untung.

Untuk menciptakan stabilitas pangan maka operasi pasar yang serupa akan dilakukan juga di daerah lain, bahkan sampai wilayah terpencil di Indonesia (serta luar Pulau Jawa). Pemerataan harus dilakukan agar tidak ada rakyat yang pusing karena harga sembako mencekik leher. Sembako adalah kebutuhan pokok sehingga masyarakat harus dibantu agar harganya tetap stabil.

Stabilitas pangan adalah syarat untuk menjadi bangsa yang lebih baik karena jika rakyat kelaparan maka kita tidak punya energi dan semangat untuk membangun negeri. Lagipula, pangan adalah kebutuhan pokok manusia. Pemerintah berusaha agar memenuhi hak-hak rakyatnya, termasuk di bidang pangan.

Pemerintah berusaha agar harga minyak goreng dan beberapa jenis sembako lain stabil kembali. Untuk mendinginkan masyarakat agar tidak bergejolak karena kenaikan harga minyak goreng maka diadakan operasi pasar di Bogor dan akan disusul di daerah-daerah lain. Bantuan akan diberi ke masyarakat agar stabilitas pangan tercipta.

)* Penulis adalah kontributor Lingkar Pers dan Mahasiswa Cikini

Oleh : Muhammad Yasin )*

Masyarakat mendukung penetapan tersangka Bahar bin Smith oleh Kepolisian. Bahar bin Smith selama ini merupakan tokoh agama kontroversial yang tidak mendapat simpati umat.

Bahar bin Smith sejauh ini merupakan tokoh kontroversial. Bahar Bin Smith juga diketahui menjadi salah satu penggerak aksi yang menuntut Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) agar diadili terkait kasus penistaan Agama saat Ahok masih menjadi Gubernur DKI Jakarta.

Jejak anarkis Bahar sudah terdeteksi sejak lama. Pada tahun 2012 saat bulan Ramadhan, Bahar menggerakkan sekitar 150 pengikutnya untuk melakukan aksi sweeping di Kafe De Most, Jalan Veteran Raya, Bintaro. Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Massa yang melakukan sweeping juga melengkapi diri senjata. Bahkan senjata tajam yang dibawa telah dibuat secara khusus seminggu sebalum sweeping. Aksi ini tentu saja tidak dibenarkan, alih-alih meredam kemaksiatan, justru sweeping dengan membawa senjata lebih banyak mudharatnya.

Sosok yang baru saja bebas dari penjara tersebut ternyata masih belum puas menelorkan kontroversial dalam ceramahnya. Dalam kesempatan ceramah perdananya, Ia mengaku akan menghabisi para pengkhianat Rizieq Shihab, selain itu dirinya juga menantang para intel-intel dari kepolisian. Perkataan tersebut tentu saja sangat kelewatan, jauh dari kesan lembut dan damai. Justru ancaman yang diucapkan sangat identik dengan ancaman pembunuhan.

Hal ini akan berbahaya jika dibiarkan, sehingga aparat keamanan baik TNI-Polri perlu bertindak tegas akan apa yang diucapkan oleh Bahar. Tentu saja Bahar tidak perlu terlampau emosi, apalagi pemerintah sudah memulangkan Habib Rizieq.

Salah satu tokoh pendiri Partai Amanat Nasional (PAN) Abdillah Toha telah meradang dengan tingkah laku Bahar Bin Smith yang kerap membuat gaduh. Melalui cuitannya di twitter, Abdillah mengatakan lebih baik Bahar ditangkap dan dimasukkan ke rumah sakit jiwa (RSJ) dan dipasung hingga sembuh.

Abdillah menilai, akan menjadi hal yang percuma jika Bahar dimasukkan ke dalam penjara karena ketika keluar, Bahar akan berbuat onar kembali. Hal ini menunjukkan bahwa Bahar memang sosok yang banyak dikecam, bahkan oleh partai oposisi.

Selain itu, mantan Juru Bicara Partai Solidaritas Indonesia (Jubir PSI), Dedek Prayudi melalui akun twitternya juga mencuitkan, gara-gara Bahar kerap memberikan ceramah kontroversi rupanya sangat berdampak pada keturunan bin Smith lainnya.

Karena hal itu, masyarakat menganggap keturunan bin Smith memiliki sikap yang sama dengan Bahar. Dedek mengakui, salah satu temannya terpaksa menyensor namanya demi menghindari kesan adu domba antar keluarga.

Kalau sudah seperti ini, kesan yang muncul adalah sesama bin smith tidak saling mengingatkan. Atau mungkin saja mereka tidak mengadakan rapat keluarga. Hasilnya, sosok berambut gondrong tersebut harus mendapatkan kecaman dari banyak pihak. Sosoknya yang kontroversial dengan gaya dakwahnya yang provokatif rupanya kerap menjadi boomerang bagi dirinya sendiri.

Pada Oktober 2018 silam, saat Bahar hendak pulang ke kota kelahirannya dalam rangka menghadiri haul akbar ke-7 kakeknya, Al Habib Ali Bin Abdurrahman bin Smith. Rupaya kedatangannya telah dihadang oleh ratusan massa dan 9 Ormas adat yang berkerumun di depan Bandara Internasional Sam Ratulangi dan Jalan RE Martadinata. Koordinator Aksi Steven Tumbuan selaku koordinator aksi mengatakan, bahwa Bahar Bin Smith merupakan sosok intoleran dan anti NKRI.

Apalagi 13 tahun yang lalu, Bahar juga telah digambarkan oleh beberapa media massa sebagai sosok yang radikal. Hal ini bukan tanpa alasan, mengingat Bahar Bin Smith merupakan pimpinan aksi saat kelompoknya melakukan penyerangan terhadap jemaah Ahmadiyah yang berada di Kebayoran Lama.

Dengan demikian, Bahar layak disebut sebagai provokator handal, namun keahlian tersebut sepertinya salah tempat, lebih baik Bahar belajar menjadi sales obat kuat di pasar, daripada berceramah tapi membuat banyak orang menjadi resah.

Bahar bin Smith merupakan figur yang mengaku tokoh agama, sehingga seringkali menimbulkan kontroversi. Selain menyebarkan hasutan provokatif, berbagai manuvernya selama ini hanya membuat gaduh masyarakat. Oleh sebab itu, sudah sepantasnya masyarakat meninggalkan Bahar bin Smith dan mendukung penegak hukum memproses berbagai pelanggaran yang telah dilakukan Bahar bin Smith.

)* Penulis adalah warganet tinggal di Bogor