Oleh : Robert Krei )*

Pemekaran wilayah Papua mengutamakan kepentingan masyarakat karena program ini diciptakan untuk mereka. Ketika provinsi ditambah maka masyarakat akan nyaman karena mengurus surat penting ke kantor pemerintah daerah lebih mudah.

Di Papua sudah ada 2 provinsi yakni Papua dan Papua Barat. Namun akan ada penambahan sehingga ada total 5 provinsi, dan tambahannya adalah provinsi Papua Selatan, Papua Pegunungan Tengah, dan Papua Tabi Saireri. Pemekaran wilayah adalah sebuah hal yang wajar karena banyak juga terjadi di provinsi lain dan tujuannya adalah untuk kemaslahatan masyarakat.

Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin menyatakan bahwa pemekaran wilayah Papua akan mempercepat pembangunan di sana. Penyebabnya karena jika ada provinsi baru maka otomatis ada gedung pemerintahan baru, sekolah baru, dan lain sebagainya. Dengan adanya pembangunan ini maka yang paling diuntungkan adalah warga sipil di Bumi Cendrawasih.

Pertama, masyarakat bisa mengurus surat-surat penting dengan lebih dekat dan cepat karena mereka tak perlu jauh-jauh ke Jayapura. Logikanya, jika ada banyak provinsi maka ada kantor gubernuran dan kantor dinas yang baru. Masyarakat bisa mengurus berbagai surat penting ke kantor dinas yang baru tersebut, dengan lebih hemat waktu dan biaya, karena jaraknya lebih dekat.

Kedua, jika ada pemekaran wilayah maka ada provinsi baru dan berarti ada dana APBD dari pemerintah. Kucuran dana ini yang diharapkan oleh masyarakat, karena bisa untuk membangun daerah tersebut. Misalnya jika suatu daerah terpencil jalannya masih makadam, maka bisa diaspal dengan anggaran dari APBD tersebut.

Akibatnya, mobilitas masyarakat akan lebih lancar sehingga mereka bisa bepergian dengan lebih cepat dan tidak harus berjalan kaki lagi. Dengan lancarnya mobilitas maka bisa semangat untuk berangkat kerja atau mencari pekerjan baru. Hidup akan terasa lebih mudah karena akses jalannya juga lebih mudah. Mereka tidak takut terisolir hanya gara-gara jeleknya jalanan di distrik tersebut.

Sedangkan yang ketiga, ketika ada pemekaran wilayah maka ada gubernur baru, yang menurut otonomi khusus harus dari orang asli Papua (OAP). Ia akan lebih mendengarkan aspirasi rakyat di Bumi Cendrawasih karena ingin membangun daerahnya sendiri dan mengetahui apa saja kebutuhan warga di sana. Masyarakat juga untung karena gubernur baru biasanya lebih bersemangat dan punya ide-ide segar.

Filep Wamafma, Senator Papua Barat, menyatakan bahwa rencana pemekaran wilayah akan lebih mendorong kemajuan dan kemakmuran rakyat Papua. Jadi, pemekaran ini akan lebih menitikberatkan ke orang asli Papua, karena mereka harus menjadi tuan rumah di daerahnya sendiri.

Pemerintah memang memprioritaskan orang asli Papua, pertama dengan pembentukan majelis rakyat Papua sebagai perwakilan dari warga asli di Bumi Cendrawasih. Kedua, di dalam otsus disebutkan semua pejabat mulai dari tingkat gubernur (dan wakilnya) sampai bupati dan walikota juga harus orang asli Papua.  Hal ini bukanlah pilih-pilih, melainkan memberi kesempatan mereka untuk membangun daerahnya sendiri.

Ketika ada pemekaran wilayah maka gubernur, wakil, dan jajarannya wajib diisi orang asli Papua. Dengan mengutamakan masyarakat asli di Bumi Cendrawasih maka mereka akan lebih mengerti bagaimana cara mendekati masyarakat, baik di masa damai atau ketika ada gejolak. 

Pemekaran wilayah Papua benar-benar mengutamakan kepentingan masyarakat asli di Bumi Cendrawasih. Pertama, mereka akan diberi fasilitas dan infrastruktur yang sangat memadai. Kedua, akan ada dana APBD yang bisa digunakan untuk kemaslahatan warga sipil. Ketiga, semua gubernur dan pemimpin baru di provinsi baru adalah orang asli Papua sehingga bisa membangun daerahnya sendiri. Oleh sebab itu, Pemekaran wilayah patut untuk terus diwujudkan.

)* Penulis adalah mahasiswa Papua tinggal di Jakarta 

Oleh : Faradina Saputri )*

Perekonomian Indonesia akan bangkit tahun 2022 ini dan kita wajib optimis karena pasar sudah membaik, dibuktikan dengan daya beli masyarakat yang ikut naik. 

Pandemi membuat sektor perekonomian negeri ini agak oleng karena daya beli masyarakat menurun, dan mereka lebih memilih untuk membeli bahan pokok daripada kebutuhan tersier. Padahal jika daya beli menurun maka roda perekonomian bisa melambat. Akan tetapi kita optimis tahun 2022 akan lebih baik lagi, karena jumlah pasien Corona sudah menurun, sehingga bisa berfokus pada perbaikan ekonomi. 

Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan bahwa sektor perekonomian Indonesia sebenarnya sudah bangkit pada tahun 2021 lalu. Buktinya adalah penerimaan pajak yang mencapai 103% dari target pemerintah. Hal ini baru terjadi sejak tahun 2008. Setoran pajak menambah gairah di perekonomian, oleh karena itu Sri Mulyani optimis tahun 2022 finansial Indonesia akan lebih baik lagi.

Dalam artian, ketika penerimaan pajak naik maka dipastikan penambahan kekayaan warga juga naik. Sri Mulyani melanjutkan, tahun 2021 pajak penghasilan WNI naik 6,2% dibanding tahun 2020. Sehingga dipastikan pendapatan mereka juga ikut naik. Karyawan mendapatkan pekerjaan lagi, gajinya naik, atau mendapatkan pekerjaan baru.

Kenaikan penghasilan masyarakat adalah kabar yang sangat bagus karena pasti diiringi dengan kenaikan daya beli masyarakat. Mereka tak lagi mengerem pengeluaran karena gajinya sekarang lebih tinggi atau mendapatkan pekerjaan baru. Akan tetapi mulai banyak bertransaksi (kebanyakan di pasar online) dan tak lagi memegang uangnya erat-erat.

Kenaikan daya beli masyarakat terbukti ketika pasar sudah mulai ramai. Bahkan mulai banyak yang membeli barang-barang tersier (yang didatangkan dari luar negeri) seperti sepeda lipat. Hal ini menunjukkan bahwa warga tidak terlalu terdampak oleh pandemi dan mereka mengeluarkan uangnya tanpa khawatir besok akan makan apa.

Ketika daya beli masyarakat naik maka roda perekonomian akan berputar kembali. Hal ini amat bagus karena berpengaruh ke finansial negara, di mana penerimaan pajak barang-barang akan lebih banyak lagi. Saat nominal pajak yang diterima oleh negara naik maka keuangan Indonesia bisa sehat.

Selain itu, naiknya daya beli masyarakat akan menyehatkan sektor UMKM. Pengusaha kecil dan menengah akan kecipratan untung karena banyak orang yang memborong dagangan mereka. UMKM bisa bangkit lagi setelah selama hampir 2 tahun berjibaku melawan efek buruk pandemi dan sekaranglah saatnya mereka untuk bersinar.

Ketika UMKM bangkit maka berpengaruh besar ke perekonomian Indonesia karena UMKM adalah ujung tombak dari roda finansial negara. Penyebabnya karena 90% pengusaha di negeri ini berstatus sebagai pedagang skala kecil dan menengah. Saat perekonomian negara bergerak lebih lancar maka kita tidak akan takut akan ancaman resesi atau krisis moneter jilid 2.

Kebangkitan pengusaha UMKM terjadi juga karena bantuan dari pemerintah, ketika pengusaha kecil dan menengah diberi bansos untuk tambahan modal. Mereka tidak jadi menutup toko, melainkan kembali semangat berbisnis karena ada pertolongan dari pemerintah. Akhirnya terjadi efek domino positif dan perekonomian Indonesia bisa bangkit lagi berkat banyaknya stimulus.

Kita wajib optimis perekonomian akan bangkit pada tahun 2022, karena tahun lalu sudah ada kenaikan pajak penghasilan, yang berarti pendapatan masyarakat sudah naik. Akan tetapi optimisme wajib diiringi oleh kerja keras dan semangat. Indonesia akan bangkit tahun ini dan tak lagi takut akan terancam status pailit.

)* Penulis adalah kontributor Lingkar Khatulistiwa 

Oleh: Muhammad Toha )*

Paham radikal wajib diberantas hingga ke akarnya karena membahayakan masa depan Indonesia. Oleh sebab itu, diperlukan vaksinasi  ideologi Pancasila untuk mencegah penyebaran paham anti Pancasila tersebut.

Pancasila adalah dasar negara yang sudah berdasarkan keanekaragaman masyarakat. Pancasila tidak bisa diganggu-gugat dan diubah dengan yang lain. Akan tetapi ada manuver kelompok radikal ingin mengubah ideologi bangsa dan memusuhi Pancasila, karena mereka ingin membuat negara khalifah di Indonesia. Padahal mereka tidak ikut berjuang melawan penjajah tetapi ingin mengubah dasar negara seenak udelnya sendiri.

Radikalisme memang harus diberantas hingga ke akarnya karena jangan sampai negeri ini hancur-lebur karena di mana-mana ada pengeboman dan ancaman kekerasan dari teroris. Kelompok radikal selalu menggunakan kekerasan dalam aksinya. Tingkah mereka tentu membahayakan warga sipil karena akan takut untuk beraktivitas di ruang publik.

Brigjen Pol R Ahmad Nurwakhid, Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme menyatakan bahwa kesiapsiagaan ideologi Pancasila menjadi vaksin untuk mencegah menyebarnya radikalisme di Indonesia. Pendekatan dengan agama karena kelompok teroris sering membrentokkan agama dengan negara padahal kedua hal itu tidak bersebrangan.

Negara tidak pernah bersebrangan dengan agama karena buktinya Indonesia mengakui 6 agama. Selain itu, di Pancasila sila pertama disebut: ketuhanan yang maha esa. Berarti negara menyuruh rakyatnya untuk beribadah dan membina hubungan baik dengan tuhan, serta mengutamakan agama di atas segala-galanya.

Pancasila memang menjadi vaksin untuk mencegah penyebaran paham radikal karena ketika semua orang paham dan mengimplimentasikan Pancasila maka tidak akan teracuni oleh radikalisme. Kelima sila dalam Pancasila jika dihayati akan menjadi tameng ampuh dari serangan radikalisme.

Pertama, sila ketuhanan yang maha esa. Kelompok radikal memang sering menggunakan kedok, seolah-olah mereka orang paling taat sedunia. Akan tetapi mereka jelas melanggar perintah Tuhan karena nekat membunuh orang lain ketika ada pengeboman dan merusak fasilitas umum. Sungguh perbuatan yang tercela dan akan dicatat oleh malaikat sebagai kejahatan besar.

Jika masyarakat mengimplementasikan sila ketuhanan yang maha esa maka akan menjalin hubungan baik, tak hanya kepada Tuhan tetapi juga ke sesama manusia. Jika mereka berhubungan baik maka akan menjadi toleran, dan tidak mau diajak oleh kelompok radikal yang jelas intoleran.

Sila kedua adalah kemanusiaan yang adil dan beradab. Jika semua WNI mengimplementasikannya maka akan selalu adil dan mengutamakan adab dalam bertindak. Dalam bermasyarakat juga harus adil dan mereka menghindari kelompok radikal karena selalu mengutamakan kepentingannya sendiri untuk mewujudkan negara khalifah, sehingga jelas bertindak tidak adil.

Sedangkan sila ketiga adalah persatuan Indonesia. Tiap orang yang mengimplementasikan sila ini akan berusaha bersatu demi masa depan negara yang lebih baik. Mereka tidak mau jika kena rayu kelompok radikal karena radikalisme selalu memecah-belah bangsa dan tidak mau mempersatukan rakyat Indonesia.

Sila keempat dan kelima Pancasila jika diimplementasikan juga bagus sekali karena mengutamakan musyawarah, yang berarti ada sesi untuk mendengarkan pendapat orang lain. Hal ini bersebrangan dengan kelompok radikal yang selalu mementingkan dirinya sendiri dan sangat egois.

Pancasila adalah vaksin ampuh untuk menggebuk radikalisme di Indonesia. Jangan sampai kelompok radikal menguasai negeri ini dan akhirnya jadi kacau-balau. Tiap WNI harus mengimplementasikan Pancasila sehingga mereka memiliki benteng yang kuat dari radikalisme dan terorisme. Ketika semuanya punya rasa nasionalisme yang tinggi maka tidak akan kena bujuk-rayu dari kelompok radikal.

)* Penulis adalah kontributor Pertiwi Institute