Emmanuel Ebenezer: Natalius Pigai, “Lebih Baik Diam Ketimbang Mengeluarkan Pernyataan Yang Provokatif Dapat Mengancam Keamanan”.

Jakarta, – Ketua relawan Jokowi Mania (Joman) Emmanuel Ebenezer mengingatkan Natalius Pigai berhati-hati membuat pernyataan.

Itu terkait pernyataan Natalius Pigai yang tidak setuju dengan sikap politik Presiden Jokowi yang akan melakukan pemekaran wilayah Papua menjadi beberapa provinsi.

Natalius Pigai menyebut, jika pemekaran tetap dilakukan, maka rakyat Papua akan membeli senjata dan bom untuk melakukan perlawanan.

Menurut pria yang akrab dipanggil Noel, pernyataan Natalius Pigai itu dapat memicu konflik horizontal yang dapat mengancam keamanan negara.

“Natalius Pigai tidak sadar bahwa pernyataannya itu bisa memicu konflik antara rakyat dan pemerintah, yang bisa membuat pak Jokowi marah,” kata Noel kepada PojokSatu.id, Kamis (27/1/2021).

Selain itu, pernyataan Natalius Pigai disebut aktivis 98 itu akan membuat negara kacau.

“Pemerintah tidak ingin melakukan pemekaran, sebelum melakukan kajian, entah itu aspek keamanan, sosial dan kesejahteraan,” ujarnya. Karena itu, Noel meminta Natalius Pigai untuk tidak melontarkan pernyataan yang dapat memicu konflik antara rakyat dan pemerintah.

Noel menekankan, Presiden Jokowi ingin melakukan pemekaran wilayah Papua demi kebaikan masyarakat Papua kedepannya.

“Lebih baik diam ketimbang mengeluarkan pernyataan yang provokatif dapat mengancam keamanan, pemerintah ingin melakukan pemekaran demi kebaikan masyarakat Papua,” pungkas Noel. Sebelumnya, Natalius Pigai tidak setuju jika wilayah Papua dilakukan pemekeran menjadi beberapa provinsi.

Menurutnya, jika Presiden Jokowi memaksa melakukan pemekaran, bukan tidak mungkin rakyat Papua akan melakukan perlawanan.

Dengan begitu sendirinya terjadi perang antara rakyat sipil Papua dengan aparat TNI dan polisi.

“Jika Papua dimekarkan maka orang Papua akan beli senjata dan bom lawan aparat TNI/Polri,” kata Pigai kepada Pojoksatu.id, Kamis (27/1/2021).

Karena itu, Pigai mengingatkan Presiden Jokowi agar menguburkan niatnya melakukan pemekaran wilayah Papua.

“Demi kemanusiaan, saya harap jangan lakukan pemekeran Papua,” ujarnya.

Sumber: Fajar.co.id

Tinggalkan Balasan