Dukung Tanah Kelahiran, Mahasiswa Papua di Banjarmasin Mendukung Kebijakan DOB

Dukungan Mahasiswa Papua di Banjarmasin

suaratimur.id – Sejumlah respon dari pengesahan RUU DOB oleh DPR untuk tiga wilayah baru di Papua masih menjadi perbincangan hingga atensi bagi sebagian pihak. Hal tersebut terutama berkaitan dengan dampak dari kebijakan yang jamak dimaknai oleh beberapa pihak, baik yang pro maupun kontra.

Salah satu respon positif terhadap kebijakan pemekaran wilayah muncul dari generasi muda Papua yang sedang menempuh studi di Banjarmasin. Sejumlah mahasiswa Papua yang sedang menempuh Pendidikan di Universitas Sari Mulia (UNISM) Banjarmasin, Kalimantan Selatan pada 18 April 2022 menggelar deklarasi untuk mendukung pembentukan daerah otonomi baru di tanah kelahirannya. Dalam deklarasi yang dilaksanakan di kampus UNISM tersebut, mahasiswa dan mahasiswi asal Papua dari berbagai jurusan bersatu menyatakan tekadnya, dengan harapan, terwujudnya provinsi baru dapat menambah kemajuan dan kesejahteraan, baik dari sisi kesehatan, ekonomi, pendidikan, dan infrastruktur.

DOB Papua Memperluas Lapangan Pekerjaan

Para generasi muda tersebut memiliki sikap optimis terhadap rencana pembentukan tiga provinsi baru di Papua, dimana saat ini sedang dalam pembahasan di DPR. Salah seorang mahasiswa, Yoseph S.T. Samkakai, mengatakan keberhasilan dari pemekaran tersebut nantinya bakal memperluas lapangan kerja. Menjadi salah satu hal penting bagi generasi penerus ialah sisi ekonomi. Pasalnya sejauh ini, banyak generasi muda Papua yang belum bisa mendapatkan pekerjaan. Di samping itu, sikap optimis juga ditunjukkan oleh mahasiswi yang juga berasal dari Papua, Farida Anselma Mogan, menerangkan bahwa daratan Papua sejatinya dikenal cukup luas namun sejauh ini hanya memiliki dua provinsi yakni Papua dan Papua Barat. Sehingga, idealnya perlu ada tambahan provinsi baru agar dapat membawa manfaat dan kemajuan, terutama dalam hal pekerjaan.

Tak hanya dari mahasiswa, sejumlah dukungan dari pihak lain juga berdatangan terhadap rencana pemekaran wilayah di Papua, terutama berkaitan dengan dampak perluasan kesempatan untuk mendapatkan lapangan pekerjaan. Ketua Parlemen Jalanan (Parjal) Papua Barat, Ronald Mambieuw, menyebut beberapa dampak positif dari pemekaran atau DOB di Tanah Papua, mulai dari sektor ekonomi, sumber daya manusia, hingga infrastruktur. Salah satunya, pemekaran dapat meningkatkan lapangan pekerjaan bagi masyarakat melalui CPNS maupun sektor lainnya.

Sejumlah Langkah untuk Memajukan Papua

Tak hanya pengesahan RUU DOB yang telah dilakukan oleh DPR pada awal bulan lalu. Sejumlah langkah kebijakan juga tengah disusun serta dilaksanakan pemerintah guna mendukung proses percepatan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat, khususnya di bumi cenderawasih, Papua.

Salah satu upaya tersebut juga datang dari Wakil Presiden RI, Ma’ruf Amin. Melalui Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), Andi Widjajanto, Wakil Presiden tersebut meminta Lemhannas untuk membentuk tim pengkajian khusus mengenai Papua. Tim kajian nantinya berfungsi memastikan langkah yang diambil pemerintah dapat membawa perubahan signifikan di Papua, baik perubahan dari sisi keamanan maupun kesejahteraan masyarakat Papua. Ke depan, kajian tersebut akan dilakukan dengan Tim Kantor Wapres.

Selain itu, langkah dalam bidang keamanan juga sedang diupayakan oleh pihak kepolisian. Dalam pernyataannya, Kepala Polda Papua, Inspektur Jenderal Polisi Mathius Fakhiri, menyatakan bahwa situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif sangat mendukung percepatan pembangunan di provinsi paling timur di Indonesia, Papua. Tanpa keamanan yang kondusif, maka pembangunan akan sulit dilakukan karena para investor enggan membuka usaha atau menanamkan modalnya di Papua.

Karena itu, secara tangan terbuka beliau meminta seluruh kelompok masyarakat untuk menjaga situasi kamtibmas agar kondusif sehingga investor mau membuka usahanya di Papua. Selain itu, diharapkan juga kepada kelompok separatis atau kelompok kriminal bersenjata segera sadar dan mau menerima bersama sanak keluarganya yang ada di kampung sehingga pembangunan dapat dilaksanakan dan dirasakan semua pihak.

Majunya pembangunan Papua menjadi harapan seluruh pihak, tentunya juga didukung oleh kondisi yang aman dan damai. Sehingga wilayah Papua tak hanya terberkati secara tanah dan sumber daya alam yang melimpah, namun juga masyarakat didalamnya untuk hidup bersama berdampingan saling menghormati satu sama lain.

__

Agus Kosek

(Pemerhati Masalah Papua)

Tinggalkan Balasan