Tetap Taat Prokes saat Berwisata di Masa Liburan

Oleh : Deka Prawira )*

Masyarakat diminta untuk selalu taat Prokes saat berwisata di musim libur Lebaran. Kedisiplinan tetap dibutuhkan untuk mencegah lonjakan Covid-19 pasca Idul Fitri sebagaimana terjadi pada periode-periode sebelumnya.

Umat Muslim di Indonesia telah merayakan Idul Fitri 1443 H, meskipun di masa Pandemi Covid-19. Perayaan Idul Fitri kali ini terbilang cukup meriah karena pemerintah memperbolehkan masyarakat untuk pulang kampung setelah 2 tahun berlebaran di rumah saja, sehingga dipastikan tahun ini lebih meriah suasananya. Setelah mudik dan bersilaturahmi maka masyarakat biasanya menghabiskan masa liburan selanjutnya untuk berwisata.

Akan tetapi meski boleh mudik dan tempat wisata sudah dibuka, masyarakat tidak boleh lengah karena harus tetap menaati protokol kesehatan (Prokes). Ingatlah bahwa saat ini masih masa pandemi sehingga harus taat protokol jika tidak mau kena Corona. Lagipula selama 2 tahun kita sudah biasa menerapkan protokol kesehatan sehingga diterapkan setiap hari.

Wakil Bupati Temanggung Heri Ibnu Wibowo memperingatkan masyarakat untuk tetap berhati-hati dan menaati protokol kesehatan ketika beraktivitas di ruang publik, termasuk di tempat wisata. Pasalnya, masih rentan terjadi penularan Corona. Pun ketika keluar rumah, masyarakat harus memastikan dalam keadaan benar-benar sehat.

Dalam artian, kesehatan dan Prokes memang harus dijaga. Jangan memaksakan diri untuk berwisata ketika masih kelelahan pasca mudik, karena jika tubuh drop lebih mudah kena Corona karena imunitasnya turun. Apalagi jika nekat pulang kampung dalam keadaan belum vaksin dan malas-malasan pakai masker, akan lebih bahaya karena bisa kena Corona varian omicron.

Selain itu, poin lain dalam protokol kesehatan yang harus dijaga adalah mencuci tangan atau memakai hand sanitizer. Jangan remehkan cuci tangan karena bisa menjaga higienitas tubuh, karena kita kadang teledor memegang benda apa saja di tempat wisata itu, yang jelas bisa membawa bakteri dan virus. Pengelola tempat tersebut juga wajib menyediakan wadah cuci tangan dengan air mengalir dan sabun antiseptik.

Protokol kesehatan dalam tempat wisata harus dijaga terutama jaga jarak. Pastikan kapasitas pengunjung maksimal 50% dan pemilik bisnis wisata tersebut wajib mematuhinya. Jangan demi mengejar keuntungan malah menjual semua tiket dan hasilnya tempat itu dipenuhi pengunjung. Ketika terjadi kerumunan maka bahaya karena bisa menyebabkan terbentuknya klaster Corona baru dan harus ditutup selama 14 hari, akan sangat rugi.

Masyarakat juga wajib jaga Prokes ketika ada di dalam tempat wisata. Jika takut kerumunan maka datang saja saat tempatnya baru buka. Untuk higienitas maka bawalah bekal makanan dan minuman sendiri. Jika di tempatnya tak boleh bawa makanan maka setelah keluar dari sana, makan bekal di taman atau tempat terbuka agar sirkulasi udaranya lebih bebas.

Saat pulang maka cepat-cepat cuci tangan, lalu mandi, keramas, dan ganti baju. Menjaga higienitas tubuh amat penting karena kita tidak tahu siapa saja di antara pengunjung tempat wisata yang berstatus orang tanpa gejala (OTG). Mereka bisa saja menularkan Corona varian Delta atau Omicron. Jadi, perkecil kemungkinan penularan Corona dengan langsung bebersih diri.

Masyarakat perlu untuk taat Prokes saat berwisata karena penularan Covid-19 hingga saat ini masih terjadi. Hindari euforia di tengah pelonggaran Prokes dan selalu ikuti imbauan Pemerintah agar kasus Corona pasca Idul Fitri dapat ditekan dan pemulihan ekonomi dapat terus berjalan.

)* Penulis adalah kontributor Pertiwi Institute

Tinggalkan Balasan