Bersinergi Menghalau Paham Radikal Demi Keutuhan NKRI

Oleh : Abdul Razak )*

Radikalisme merupakan ancaman bersama yang dapat mengancam keutuhan NKRI. Oleh sebab itu, diperlukan sinergitas bersama untuk menghalau paham tersebut agar keutuhan NKRI dapat terjaga.

Radikalisme memang merupakan sebuah paham yang berbahaya dan tidak bisa dibiarkan begitu saja di Indonesia, terutama jangan sampai paham tersebut menjangkiti generasi muda karena mereka merupakan generasi penerus yang akan menentukan bagaimana arah gerak bangsa ke depan.

Disampaikan oleh Jamzuri selaku Plt. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karimun bahwa radikalisme jangan sampai bisa mempengaruhi generasi muda lantaran bisa mengancam kehidupan keutuhan berbangsa dan bernegara. Terlebih di era arus informasi yang sangat mudah untuk diakses di dunia serba digital seperti sekarang ini, maka salah satu segmen yang cukup menjanjikan dan juga sangat berpotensi untuk terpapar radikalisme adalah generasi milenial.

Maka dari itu penting juga disampaikan olehnya bahwa harus ada pemantauan yang cukup ketat dan dibentuk tim Cyber Anti-Radikalisme. Hal itu sangat penting demi bisa memantau bagaimana aktivitas di dunia digital pada saat ini, termasuk bagaimana upaya-upaya kelompok radikal untuk berusaha masuk ke dalam algoritme populer yang banyak diakses generasi muda.

Kelompok radikal seringkali mengincar generasi muda. Hal ini disebabkan generasi muda memiliki keingintahuan yang sangat tinggi dan menjadi pemicu mereka terjebak dalam jerat radikalisme. Pasalnya mereka akan mudah untuk mengakses informasi dan terpengaruh sebuah pemahaman yang keliru, utamanya terkait menyikapi keragaman yang terjadi di Tanah Air.

Mengenai derasnya arus informasi yang tengah terjadi di zaman serba digital seperti sekarang ini, penyaringan segala macam bentuk informasi merupakan hal yang tidak kalah pentingnya untuk dilakukan. Pasalnya di zaman sekarang banyak sekali terjadi penyebaran berita palsu dengan framing dan narasi tertentu yang berbau radikalisme. Setidaknya dengan mampu lebih cermat dalam mengelola informasi, maka menjadi salah satu cara untuk memutus mata rantai penyebaran paham radikal.

Di samping itu, tidak hanya sekadar pemantauan ketat dalam dunia media sosial atau dunia digital saja, namun harus juga ada pemantauan di dunia nyata, yakni dengan melakukan review ulang segala kegiatan atau program yang mungkin tidak memprioritaskan mengenai kegiatan Anti-Radikalisme supaya lebih berfokus lagi kepada hal-hal tersebut.

Tentu bukan hanya Pemerintah saja yang bertugas untuk mengupayakan adanya pencegahan radikalisme yang terjadi di masyarakat, namun butuh dukungan penuh dari setiap lapisan masyarakat itu sendiri karena tidak bisa dipungkiri pula apabila yang bekerja hanyalah salah satu atau beberapa pihak saja, maka akan sangat tidak maksimal bisa memberantas paham radikalisme yang mungkin bisa jadi beberapa diantaranya sudah terlanjur tersebar di masyarakat.

Masyarakat sendiri juga bisa melakukan pelaporan apabila seandainya ditemukan adanya kelompok tertentu yang menyebarkan paham radikalisme bahkan sampai mengarah pada hal-hal yang berbau terorisme baik itu dalam skala yang kecil apalagi dalam skala besar supaya bisa segera ditangani dan tidak sampai meluas demi meminimalisasi terjadinya kemungkinan korban pula.

Lebih lanjut Jamzuri juga berpesan kepada seluruh pemuka agama untuk bisa terus memberikan sosialisasi keagamaan yang penuh dengan kesantunan, nilai-nilai saling menghormati, kedamaian, toleransi, sikap menerima perbedaan atau keberagaman dan kemajemukan, serta rasa cinta kepada Tanah Air dan bela Negara. Pesan-pesan terkait memerangi radikalisme dan terus merawat toleransi juga sangat dibutuhkan dalam ranah pendidikan formal, yakni bisa disampaikan oleh para guru kepada seluruh anak didik mereka.

Seluruh sikap toleransi tersebut juga harus bisa ditunjukkan oleh kerukunan antar Lembaga/Organisasi Masyarakat berbasis keagamaan mulai dari agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, serta Konghucu sebagai upaya untuk mencegah adanya paham radikalisme dan intoleransi.

Jadi memang tidak bisa dipungkiri bahwa seluruh pihak memiliki tugas yang sama-sama penting dan sama besarnya untuk menghalau paham radikal. Dengan adanya sinergitas dan kerja sama semua pihak tersebut, maka penyebaran paham radikal diharapkan dapat ditekan.

)* Penulis adalah kontributor Nusa Bangsa Institute

Tinggalkan Balasan