Pemerintah Mengantisipasi Lonjakan Covid-19 Pasca Lebaran 2022

Oleh : Abdul Haris )*

Pemerintah terus mencermati dan mengantisipasi lonjakan Covid-19 pasca Lebaran 2022. Masyarakat pun diimbau untuk selalu taat Prokes dan mengikuti vaksinasi agar lonjakan kasus Covid-19 dapat diredam.

Lebaran tahun 2022 amat istimewa karena pemerintah memperbolehkan masyarakat untuk pulang kampung. Mereka bergembira karena bisa mudik dan bersilaturahmi ke orang tua. Namun sebelum mudik, untuk antisipasi penularan Covid-19, maka semua orang wajib untuk suntik booster alias vaksinasi dosis ketiga.

Setelah Lebaran maka pemerintah mengantisipasi agar tidak terjadi lonjakan kasus Corona. Kepala Badan Intelijen Negara Jendral Pol (Purn) Budi Gunawan menyatakan bahwa pemerintah siap dengan segala skenario. Meski percaya bahwa pelonggaran kebijakan saat mudik adalah kebijakan tepat, tetapi Pemerintah terus mencermati dinamika tersebut agar risikonya bisa terukur dan termitigasi dengan baik.

Jendral Pol (Purn) Budi Gunawan melanjutkan, saat Lebaran masyarakat melakukan interaksi sosial sangat tinggi. Akan tetapi mitigasi resiko penularan Corona sudah sangat baik. Dalam artian, pemerintah memutuskan masyarakat boleh mudik karena mayoritas sudah divaksin (dan memang syarat pulang kampung harus vaksin sampai 3 kali) dan ada penurunan jumlah pasien Corona.

Sementara itu, untuk mengantisipasi ledakan kasus Corona maka pemerintah menyiapkan setidaknya 70.000 ruang isolasi dan lebih dari 1.000 ICU. Ruang tersebut disiapkan karena pasien Corona tentu butuh tempat isolasi yang representatif dan diawasi oleh tenaga kesehatan andal. Tidak bisa hanya isolasi mandiri di rumah karena penanganannya kurang maksimal.

Pemerintah juga terus menghimbau masyarakat untuk menaati protokol kesehatan (Prokes). Jika semua taat Prokes maka akan selamat dari bahaya virus Covid-19. Apalagi pasca mudik banyak yang kelelahan sehingga imunitas tubuh menurun. Semua orang harus taat Prokes agar tetap sehat dan tidak mudah kena Corona.

Apalagi saat ini orang tanpa gejala (OTG) ada di mana-mana dan ketika lalai (tidak pakai masker) maka bisa tertular. Ada pasien Covid-19 yang tidak sadar bahwa ia sakit karena hanya kena gejala ringan. Mereka umumnya hanya mengira hanya pilek ringan, ternyata setelah dites swab positif Corona. Ketika tidak dites maka ia akan beraktivitas seperti biasa dan bisa menularkan virus Covid-19 dengan cepat, ketika orang-orang di sekitarnya tidak pakai masker.

Untuk mengantisipasi ledakan kasus Corona maka memang harus tetap pakai masker sebagai protokol kesehatan prioritas pertama. Malah dianjurkan untuk memakai double masker dengan posisi masker sekali pakai di bagian dalam dan masker kain di bagian luar. Gunanya untuk memperkuat filtrasi jadi 90%.
Masker juga dipakai maksimal selama 4 jam, jadi bawa masker cadangan ketika bepergian.
Taati juga Prokes lain seperti mencuci tangan atau memakai hand sanitizer, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas. Pastikan juga lingkungan terjaga higienitasnya dan kalau bisa disemprot dengan cairan disinfektan secara teratur. Semua upaya harus dilakukan untuk mencegah penularan Corona dan tidak terjadi lonjakan kasus setelah Lebaran.

Selain memakai masker dan menaati protokol kesehatan lain maka masyarakat juga wajib divaksin. Mereka yang tidak mudik tetap harus vaksin sampai 3 kali untuk memperkecil resiko penularan Corona. Jika semua sudah divaksin maka akan aman dari virus Covid-19, selama taat Prokes, dan kondisi pandemi bisa diakhiri secepatnya.

Pemerintah bekerja keras untuk mengantisipasi lonjakan kasus Corona setelah Lebaran. Dengan adanya antisipasi tersebut, maka potensi lonjakan kasus Covid-19 dapat diminimalisasi, sehingga pemulihan ekonomi dapat terus berjalan.

)* Penulis adalah kontributor Lingkar Pers dan Mahasiswa Cikini

Tinggalkan Balasan