Demonstrasi 21 Mei 2022 Mengganggu Kamtibmas dan Menghambat PEN

Oleh : Dea Ananda )*

Kelompok buruh berencana akan melakukan aksi demo pada 21 Mei 2022 nanti. Selain berpotensi mengganggu Kamtibmas, unjuk rasa tersebut juga dapat mengganggu program pemulihan ekonomi nasional (PEN), dikarenakan buruh lebih memilih turun ke jalan.

Demonstrasi sepintas menjadi suatu kebiasaan baru bagi para buruh, hal tersebut dikarenakan belakangan ini mereka sudah beberapa kali melakukan hal yang serupa. Akibatnya aktifitas masyarakat menjadi terganggu. Masyarakat harus memutar jalan demi menghindari kerumunan maupun penutupan akses di beberapa jalan yang ditutup karena imbas dari demonstrasi buruh. Tren demonstrasi ini dianggap meresahkan karena mengganggu mobilitas masyarakat.

Buruh kembali mengancam untuk turun ke jalan pada 21 Mei 2022 dengan mengatasnamakan GEBRAK (Gerakan Buruh Bersama Rakyat). Kabarpun berhembus bahwa demonstrasi 21 Mei 2022 nanti juga membawa tuntutan untuk memakzulkan Presiden Jokowi.

Wakil Ketua MPR RI, Jazilul Fawaid mengimbau ke seluruh elemen masyarakat untuk tidak melakukan unjuk rasa yang menimbulkan kerusuhan setelah adanya rencana aksi demonstrasi pada 21 Mei 2022 mendatang. Jangan sampai ada kericuhan apalagi pemakzulan. Dalam artian, unjuk rasa sudah pasti mengganggu kamtibmas dan menimbulkan kemacetan sehingga buruh akan dibenci masyarakat karena mereka kesal.

Jazilul Fawaid juga berpandangan bahwa didalam menyampaikan aspirasi memang hak masyarakat yang diatur dalam konstitusi. Akan tetapi aksi demonstrasi yang menimbulkan kerusuhan tersebut kurang tepat, karena semua bisa didialogkan. Tidak perlu demo karena lebih besar mudhorotnya daripada manfaatnya. Jangan sampai demo malah menghambat pemulihan ekonomi nasional.

Ketika ada demo terus-menerus maka keadaan ekonomi dan sosial akan buruk. Hal ini bisa menghambat program PEN karena Indonesia akan dianggap tidak aman dari segi politik dan sosial. Nantinya investor asing akan batal untuk menanamkan modal karena takut terkena dampak dari berbagai demo buruh tersebut.

Padahal devisa negara akan bertambah ketika investor asing banyak berbisnis di Indonesia dan jika batal maka pemerintah akan rugi besar. Program pemulihan ekonomi nasional akan terganggu karena sumber dananya yakni devisa negara tidak sesuai dengan prediksi awal, ketika berharap dari uang para investor.

Elemen buruh diharapkan dapat menahan emosi dan bijak dalam menyikapi ajakan demo buruh dari elit buruh karena efek jangka panjangnya yakni menggagalkan program ekonomi nasional. Seharusnya sebagai warga negara mereka memahami pentingnya program pemulihan program ekonomi nasional yang saat ini tengah digencarkan Pemerintah.

Pemerintah membuat program pemulihan ekonomi nasional untuk keluar dari jeratan resesi dan mengembalikan stabilitas finansial negara. Jika ada demo dan PEN gagal total, apakah buruh mau bertanggungjawab? Tentu jawabannya tidak karena mereka selalu menyalahkan pemerintah dan tiap tahun berdemo saat mayday dan selalu meminta kenaikan gaji, lagi dan lagi.

Masyarakat tidak terprovokasi oleh aksi para buruh karena mereka sadar bahwa permintaan pemakzulan tidak mungkin terjadi. Demo buruh malah dicibir karena menimbulkan kemacetan, mengganggu Kamtibmas, dan bisa disusupi anarko dan provokator lain dengan mudah.

Demo buruh sebaiknya dibatalkan karena tidak membawa manfaat dan hanya menimbulkan kericuhan, sehingga berdampak pada terganggunya program Pemulihan Ekonomi Nasional. Elemen buruh diminta bersikap bijak dan tidak menghiraukan ajakan demonstrasi pada 21 Mei 2022.

)* Penulis adalah kontributor Pertiwi Institute

Tinggalkan Balasan