Mengecam KST Papua Bakar Rumah Guru dan Tembak Supir Truk

Ilustrasi Kelompok Separatis dan Teroris Papua

Oleh : Moses Waker )*

Di bulan Mei 2022, Kelompok Separatis dan Teroris (KST)  Papua kembali melakukan aksi keji dengan membakar rumah guru dan menembak supir truk. Masyarakat mengecam kekejaman gerombolan KST yang telah menimbulkan korban jiwa dan menciptakan ketakutan kepada rakyat.

Salah satu permasalahan yang mengganggu di Papua adalah keberadaan KST. Mereka menuntut untuk merdeka dan akhirnya rakyatlah yang jadi korbannya. Padahal para korban adalah orang Papua juga sehingga masyarakat tak habis pikir mengapa KST berbuat setega itu kepada saudara sesukunya sendiri.

Salah satu peristiwa yang menghebohkan adalah kebakaran yang terjadi di Perumahan guru di Ilaga, Papuapada 13 Mei 2022 dan pelakunya ternyata anggota KST. Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Musthofa Kamal menyatakan bahwa anggota TNI di Pos 408 menerima informasi via HT bahwa terjadi pembakaran terhadap perumahan guru di Ilaga, Kabupaten Puncak, tepatnya di Kampung Wako.

Kombes Ahmad Musthofa melanjutkan, api berhasil dipadamkan jam 19:20 Waktu Indonesia Timur. Warga juga membantu untuk memadamkan api. Setelah dilakukan penyisiran oleh anggota Tim Damai Cartenz, belum ditemukan tanda-tanda keberadaan anggota KST. Dalam artian, setelah melakukan pembakaran mereka langsung lari tunggang-langgang.

Masyarakat mengecam kekejaman KST karena nekat membakar perumahan guru. Padahal guru adalah profesi yang sangat penting karena bisa mencerdaskan anak-anak Papua. Namun rumah mereka malah dibakar. Belum diketahui berapa kerugian materiil yang ditanggung, tetapi yang jelas para guru sedih karena kediamannya hangus dimakan api.

Amatlah wajar ketika masyarakat marah karena kejadian ini bukan untuk pertama kalinya. KST pernah membunuh guru dan murid serta membakar sekolah, seolah-olah mereka anti dengan pendidikan. Padahal pendidikan amat penting bagi masa depan Papua.

Selain membakar perumahan guru, KST juga menunjukkan kekejamannya dengan menyiksa supir truk bernama Nober Palintin pada 11 Mei 2022. Wakasatgas Humas Gakkum Operasi Damai Cartenz AKBP Arif Irawan menyatakan bahwa Nober sebelumnya diculik lalu ditembak dengan kejam di Distrik Gome. Sebelumnya korban bersama rekannya AT, menambang pasir, lalu ditarik dari truk dan dibawa pergi  ke Ilagahingga akhirnya ditemukan dalam keadaan meninggal.

Kekejaman KST sudah di luar batas karena mereka menculik supir truk yang tidak bersalah. Belum diketahui motif penembakannya tetapi disinyalir Nober tidak memiliki hubungan apa-apa dengan KST. Mereka makin gila karena menculik dan menembak sembarangan padahal korban tidak memiliki maksud negatif.

Ketika KST makin beringas maka wajar jika masyarakat mengecam mereka. Sudah berkali-kali warga sipil jadi korban kekejian kelompok pemberontak ini. Alasannya selalu sama: diduga korban adalah mata-mata aparat keamanan. Padahal itu hanya fitnah karena korban hanya warga sipil biasa, tetapi dituduh dengan kejam dan kehilangan nyawa.

Pemberantasan KST dilakukan dengan intensif oleh Tim Satgas Damai Cartenz. KST harus dihapuskan dari Indonesia, bukan hanya dari Papua. Keberadaan KST terus merugikan karena membakar rumah guru dan menembak warga sipil dengan kejam. Tim Satgas Damai Cartenz terus melakukan penyisiran sampai ke pelosok Papua untuk mengetahui di mana markas KST, karena markasnya ada banyak dan menyebar luas.

KST terus dikecam oleh masyarakat Papua dan warga Indonesia karena mereka bertindak kejam dengan membakar perumahan guru dan menculik serta membunuh supir truk. Oleh karena itu wajar jika KST menjadimusuh bersama yang pantas ditindak sesuai hukum yang berlaku.

)* Penulis adalah mahasiswa Papua tinggal di Gorontalo 

Tinggalkan Balasan