Mengapresiasi Capaian Pembangunan Papua di Era Jokowi

Oleh : Rebecca Marian )*

Presiden Jokowi sangat memperhatikan Papua dengan terus dibangunnya wilayah tersebut, baik dari segi infrastruktur maupun SDM. Masyarakat mengapresiasi berbagai capaian pembangunan di Papua yang diharapkan dapat mempercepat kemajuan bumi Cenderawasih.

Dulu Papua punya citra yang sedikit negatif dan masih ada saja orang awam yang mengira bahwa di sana hanyalah hutan belantara. Semua ini karena Papua baru bergabung dengan Republik Indonesia tahun 60-an, juga karena kebijakan sentralisasi di era orde baru sehingga kawasan Indonesia timur kurang diperhatikan. Namun sejak orde reformasi diganti jadi desentralisasi dan pemerataan tiap wilayah di NKRI.

Untuk membangun Papua tentu tidak hanya cukup dalam waktu sebulan atau dua bulan. Namun selama pemerintahan Presiden Jokowi dalam hampir 2 periode, capaian pembangunan di Papua amat positif. Hal ini karena perhatian Presiden Jokowi yang amat besar terhadap rakyat Papua.

Staf Khusus Menteri Perhubungan Urusan Ekonomi dan Investasi Transportasi, Wihana Kirana Jaya, menyatakan bahwa pembangunan sarana transportasi sektor perhubungan masih jadi perhatian pemerintah, melalui Kementerian Perhubungan. Kemenhub akan membangun bandara terutama di kawasan pegunungan Papua karena masyarakatnya masih tergantung pada transportasi udara.

Saat ini ada 389 lapangan terbang di seluruh kawasan Papua dan masih akan ditambah lagi. Penyebabnya karena wilayah Papua amat unik, terdiri dari hutan, bukit, dataran, dan pegunungan. Sehingga akses ke pegunungan hanya bisa via pesawat terbang.

Selain pembangunan bandara, pembangunan jalan darat juga diprioritaskan. Saat ini Jalan Trans Papua sudah selesai dan diresmikan langsung oleh Presiden Jokowi. Jalan ini memang dibuat demi kelancaran mobilitas masyarakat Papua dan mereka bisa melewatinya dengan sepeda motor atau mobil. Tidak hanya jalan kaki lewat jalan setapak yang relatif susah ditembus.

Presiden Jokowi memang membuat transportasi darat jadi makin mudah karena bisa berefek positif ke perekonomian rakyat Papua. Selain mempersingkat waktu tempuh, maka akan ada efisiensi sehingga menghemat ongkos transportasi. Ketika ada jalan darat maka perlahan-lahan ketergantungan terhadap transportasi udara akan berkurang sehingga menghemat uang masyarakat.

Yang paling diuntungkan dari kemudahan akses transportasi darat adalah pedagang karena mereka bisa lancar mengirim barang-barang dan sekaligus menghemat ongkos. Ketika biaya transportasi bisa ditekan maka harga sembako dan barang lain bisa diturunkan. Akibatnya, masyarakat juga untung karena mereka mendapatkan harga yang lebih terjangkau, kalau bisa hampir sama dengan di Jawa.

Pembangunan akses jalan di era Presiden Jokowi memang patut diapresiasi karena beliau memikirkan efek jangka panjangnya. Bukan hanya kemudahan mobilitas tetapi juga penurunan harga. Sudah bukan rahasia lagi jika harga barang di Papua amat mahal, berkali-kali lipat daripada di Jawa. Namun dengan maraknya transportasi darat diharap bisa turun, sehingga menyejahterakan rakyat.

Pembangunan di era Presiden Jokowi tak hanya berupa pembangunan fisik tetapi juga sumber daya manusia. Caranya dengan memberikan beasiswa otonomi khusus (Otsus) sehingga para putra Papua bisa melanjutkan pendidikan hingga ke tingkat perguruan tinggi. Diharap dengan ijazah sarjana, mereka akan mendapat pekerjaan yang lebih baik dan gajinya juga baik.

Masyarakat mengapresiasi capaian pembangunan Papua di era Presiden Jokowi. Papua berubah jadi kawasan ultra modern yang  cantik, dan tetap memperhatikan keamanan lingkungan. Papua memiliki banyak potensi sumber daya alam dan pariwisata sehingga wajar jika terus dibangun, agar menguntungkan rakyatnya juga. Pembangunan infrastruktur terus digarap untuk kemaslahatan masyarakat.

)* Penulis adalah mahasiswa Papua tinggal di Jakarta 

Tinggalkan Balasan