Mendorong Calon Jemaah Haji Sehat dan Bebas Covid-19

Oleh : Riswandi Fauzi )*

Pemerintah akan memberangkatkan jamaah haji Indonesia seiring dibukanya musim haji oleh Pemerintah Arab Saudi. Kendati demikian, calon jemaah haji diharapkan dapat terus menjaga kesehatan dan telah mengikuti vaksin lengkap agar dapat terbebas dari Covid-19.

Kelompok terbang (kloter) pertama jemaah haji Indonesia akan berangkat mulai 4 Juni 2022. Selain lunas biaya haji 2022, jemaah yang akan berangkat haji harus dalam kondisi sehat, termasuk bebas dari virus Corona dan suda disuntik vaksin Covid-19 dosis lengkap. Konsumsi makanan bergizi adalah salah satu cara menjaga daya tahan tubuh tetap kuat dan sehat.

Tentu saja ada beberapa hal yang bisa dilakukan oleh para jemaah haji agar dapat menjalankan ibadah haji secara optimal.

Pertama, meningkatkan daya tahan tubuh dengan cara memperbanyak aktivitas fisik terutama dengan melakukan olahraga secara rutin dan terukur. Olahraga merupakan aktivitas yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kesehatan fisik dan mental. Di sisi lain olahraga juga menjadi cara yang bagus untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Jurnal Nutrition pernah menerbitkan artikel yang menjelaskan bahwa intensitas dan durasi latihan terkait erat dengan fungsi berbagai komponen sistem kekebalan. Para peneliti dari jurnal Sport Medicine juga mengumpulkan hasil beberapa penelitian dan menyimpulkan bahwa rutinitas olahraga dapat menurunkan risiko tertular penyakit menular hingga 31 persen.

Secara khusus, olahraga membantu merekrut sel kekebalan yang sangat terspesialisasi, seperti sel pembunuh alami dan sel T dalam menemukan patogen seperti virus dan menghapusnya.

Biasanya seseorang hanya memiliki sejumlah kecil sel kekebalan yang beredar di seluruh tubuh. Sel-sel itu lebih suka berkumpul di jaringan dan organ limfoid, seperti limfa, yaitu tempat tubuh membunuh virus, bakteri dan mikroorganisme lain yang menyebabkan penyakit.

Olahraga merupakan cara efektif dalam meningkatkan aliran darah dan getah bening saat otot berkontraksi, olahraga juga kemudian akan meningkatkan sirkulasi sel kekebalan. Alhasil ini akan membuatnya menjelajah tubuh dengan kecepatan yang lebih tinggi dalam jumlah yang lebih tinggi.

Tentu saja durasi olahraga juga perlu diperhatikan, jika olahraga adalah kebiasaan baru, tentu saja durasi yang dibutuhkan adalah 10 menit setiap 2-4 kali sehari. Kemudian tingkatkan intensitasnya untuk mendapatkan hasil latihan yang lebih optimal.

Kedua, Calon jemaah haji juga perlu meningkatkan daya tahan tubuh dengan cara memiliki jam tidur yang berkualitas. Tidur yang cukup juga menjadi faktor yang tak bisa diabaikan dalam upaya menjaga kekebalan tubuh.

Tidur siang yang baik membantu menyeimbangkan kadar hormon dan sitokin yang bertanggung jawab untuk mengatur respons peradangan dalam tubuh. Beberapa penelitian pada hewan juga menunjukkan bahwa interaksi antara molekul pensinyalan kekebalan dan neurokimia otak meningkat secara signifikan selama infeksi.

Hal ini menunjukkan bahwa kita cenderung tidur secara berbeda ketika kita sakit. Para peneliti menyarankan bahwa selama infeksi, perubahan tidur ini membantu tubuh kita untuk pulih lebih cepat.

Ketiga, cara selanjutnya yang tidak kalah penting adalah kelola stress, serangan stres yang singkat memang dapat membantu kita bertahan dalam situasi berbahaya.

Tetapi ketika stres itu menjadi kronis, hal itu bisa berdampak serius pada kesehatan fisik kita. Jurnal Brain and Behavior pernah menerbitkan sebuah artikel yang berisi kesimpulan dari para peneliti yang mengatakan bahwa stres kronis sangat mengganggu sinyal sistem kekebalan dan meningkatkan tingkat peradangan dalam tubuh.

Penelitian juga menunjukkan bahwa intervensi pengurangan stres memiliki dampak langsung pada kerentanan tubuh terhadap infeksi. Misalnya, beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa terlibat dalam meditasi mindfulness dapat mengakibatkan penurunan penanda peradangan dan peningkatan sinyal kekebalan.

Stres yang sudah berlebihan atau berjalan sangat lama akan membuat tubuh letih dan akhirnya melemahkan penyediaan hormon adrenalin serta menurunkan sistem imun tubuh.
Tiga langkah tadi adalah upaya yang bisa dilakukan oleh para calon jemaah haji agar tetap sehat saat menjalankan ibadah haji di Tanah Suci. Apalagi Haji adalah ibadah yang membutuhkan kesehatan fisik yang prima, sehingga menjaga kesehatan adalah hal yang perlu dilakukan agar Ibadah Haji dapat dilakukan secara khusyuk.

)* Penulis adalah kontributor Nusa Bangsa Institute

Tinggalkan Balasan