Jefri Wenda “Si-Provokator” Demo Tolak DOB Papua

Jefry Wenda

suaratimur.id – Pelaksanaan unjuk rasa yang dilakukan oleh organisasi Petisi Rakyat Papua (PRP) disebutkan tidak terkoordinir dengan baik. Peserta aksi demo menolak pemekaran atau Daerah Otonomi Baru (DOB) di Papua merasa dibohongi oleh juru bicara PRP, Jefri Wenda. (3/6)

Selain merasa dibohongi, dalam keterangan yang dihimpun, disebutkan bahwa DK (peserta aksi) yang merupakan mahasiswa aktif Universitas Cenderawasih sempat mendapat teror dan ancaman jika tidak mau terlibat dalam aksi.

“Kemarin malam (2/6) sebagian dari kami didatangi oleh orang PRP, mereka minta kalau hari ini kami ikut demo. Padahal kami sudah menolak untuk terlibat tapi karena mendapat ancaman maka kami terpaksa. Akhirnya yang terjadi sekarang, kami merasa dibohongi,” ujar DK.

DK menjelaskan bahwa Jefri Wenda seolah-olah berusaha lepas dari tanggung jawabnya setelah banyak massa aksi yang terlibat dalam unjuk rasa di Kota Jayapura. DK mengatakan bahwa Jefri Wenda layak disebut sebagai provokator yang merugikan banyak pihak.

“Setelah kami datang dan turun ke jalan, Jefri Wenda yang menghilang. Memang dia layak kita sebut sebagai provokator. Sebelumnya saja sudah merasa diri paling jago, bahkan sempat mengatakan pernyataan keras,” tambahnya.

Sebagai juru bicara, DK menjelaskan seharusnya Jefri Wenda hadir dalam aksi untuk bernegosiasi dengan aparat keamanan. Terlebih massa aksi sempat dibuat kebingungan ketika dihadang oleh aparat keamanan di beberapa titik kumpul.

“Ketika peserta demo dihadapkan dengan aparat keamanan, seharusnya disitu Jefri bisa berperan untuk melakukan negosiasi. Tapi yang terjadi tidak seperti itu, dia hanya melepas peserta aksi dan bersembunyi tidak tau dimana,” katanya.

Tinggalkan Balasan