Bersatu Menyukseskan Rangkaian Pemilu 2024

Oleh : Abdul Makmun )*

Rangkaian Pemilu serentak 2024 rencananya akan dimulai pada 14 Juni 2022. Sejumlah pihak pun diwajibkan untuk bersatu dan mendukung rangkaian tersebut agar Pemilu 2024 berjalan sukses.

Pemilu adalah gelaran akbar yang diselenggarakan 5 tahun sekali dan masyarakat menantinya dengan antusias, karena ingin mendapatkan calon pemimpin baru. Sejak era reformasi para WNI dibebaskan untuk memilih calon presidennya sendiri, bukan seperti dulu yang memilih partai dan calonnya itu-itu saja. Pemilu menjadi ajang yang mendebarkan karena hasilnya bisa saja di luar prediksi.

Pada 30 Mei 2022 lalu, Presiden Jokowi menerima ketua dan anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Istana Merdeka. Dalam pertemuan tersebut, pihak KPU melaporkan perkembangan penyelenggaraan Pemilu 2024, terutama persiapannya, dan yang paling penting adalah anggarannya.

Ketua KPU Hasyim Asya’ri menyatakan Presiden Jokowi menyambut baik laporan KPU mengenai persiapan Pemilu 2024 dan memberi dukungan sepenuhnya. Ada 6 hal yang disampaikan oleh Presiden Jokowi dalam pertemuan tersebut. Pertama, Presiden mendukung penuh penyelenggaraan Pemilu dan Pilkada (pemilihan kepala daerah) serentak 2024. Pemilu juga sudah sesuai jadwal yakni 14 Februari 2024.

Kedua, sejumlah menteri diperintahkan untuk mendukung KPU dalam penyelenggaraan Pemilu 2024, terutama dalam hal anggaran dan logistik. Mereka adalah menteri luar negeri, menteri dalam negeri, menteri hukum dan HAM, menteri keuangan, dan menteri kesehatan. Juga ada dukungan dari pejabat tinggi seperti Panglima TNI, Kapolri, dan Jaksa Agung.

Ketiga, Presiden meminta KPU dan jajarannya di seluruh Indonesia serta panitia Pemilu untuk menyelenggarakan Pemilu yang kualitasnya terjaga. Tak hanya jumlah pemilih yang lebih tinggi tetapi juga tingkat pendidikannya. Yang keempat, KPU harus berhati-hati karena Pemilu itu politis. Jangan sampai terjadi isu-isu politis yang tidak terkendali.

Yang kelima, kampanye dilaksanakan dalam waktu sesingkat mungkin, maksimal 90 hari. Sedangkan yang terakhir, Presiden Jokowi akan mengerahkan aparat untuk mendukung kelancaran produksi dan mendistribusikan logistik saat Pemilu. Logistik juga sebaiknya produksi dalam negeri.

Dalam mensukseskan Pemilu 2024 memang diperlukan komitmen berbagai pihak karena KPU tidak bisa bekerja sendiri. Butuh dukungan dari kementrian dan aparat keamanan agar Pemilu berjalan dengan lancar. Jika Pemilu lancar maka akan menguntungkan karena tidak ada drama tuduhan kecurangan atau bahkan tragedi memilukan yang mengiringi prosesi Pemilu 2024.

Anggaran Pemilu 2024 telah dipersiapkan dengan matang dan untuk prosesinya masih menggunakan kertas yang dicoblos. Memang bisa meniru sistem pemilihan digital seperti di Amerika Serikat tetapi ada halangan yakni biaya untuk pembelian gadget dan belum semua masyarakat familiar dengan digitalisasi, apalagi di pelosok yang susah sinyal.

Untuk mensukseskan Pemilu maka persiapannya memang harus dari jauh-jauh hari. Partai-partai sudah mempersiapkan kader terbaiknya untuk dijadikan sebagai calon presiden. Mereka juga diharap untuk tidak berkampanye sebelum waktunya, karena akan melanggar peraturan dari KPU. Semua pihak diharap tertib dan menaati rambu-rambu Pemilu yang telah dicanangkan.

Untuk mensukseskan gelaran pemilihan umum tahun 2024 maka perlu ada komitmen bersama. Baik dari pemerintah, KPU, Kementrian, aparat, dan pihak-pihak lain. Semua wajib untuk memberi komitmen terbaik dan bekerja sama agar Pemilu berjalan tanpa ada kendala. Masyarakat juga mensukseskan Pemilu dengan hadir dan mencoblos dengan tertib dan menghindari Golput.

)* Penulis adalah kontributor Pertiwi Institute

Tinggalkan Balasan