Pembangunan Infrastruktur di Papua Untuk Menyongsong Indonesia Maju

Oleh : Levi Raema Wenda)*

Infrastruktur yang baik adalah pondasi majunya suatu Negara dan harapan setiap warga negara agar kehidupannya menjadi lebih sejahtera. Di Indonesia pembangunan infrastruktur terus digencarkan untuk mendukung terwujudnya Indonesia Maju. 

Sejak 2014 Pemerintah tengah memprioritaskan pembangunan Indonesia Timur, khususnya di Pulau Paling Timur Indonesia, Papua. Pembangunan infrastruktur dilakukan untuk mendukung percepatan pembangunan di Provinsi Papua Barat dan Provinsi Papua.

Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan (PUPR) berkomitmen mewujudkan pembangunan infrastruktur yang andal demi mengurangi angka kemiskinan dan indeks kemiskinan serta meratakan pembangunan infrastruktur di seluruh Indonesia.

Khusus di Provinsi Papua dan Papua Barat, keseriusan pemerintah tidak main-main demi mendukung terciptanya Papua Maju. Beberapa contoh pembangunan infrastruktur, antara lain: Pembangunan Akses PON XX, Serat Optik Palapa Ring Timur, Rumah Sakit Jenderal TNI LB Moerdani, hingga pembangunan dan peningkatan sejumlah Pos Lintas Batas Negara (PLBN), salah satunya Pos Lintas Batas Pos Lintas Batas Sota di Kabupaten Merauke sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam membangun Bumi Cenderawasih.

Untuk mendukung konektivitas di Provinsi Papua Barat dan Papua, Pemerintah terus melanjutkan pembangunan Jalan Trans Papua yang merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) dan masukke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024. Pembangunan Bandara, Pelabuhan, dan Jembatan juga merupakan bentuk komitmen nyata Pemerintah Indonesia untuk Masyarakat Papua.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan konektivitas antar wilayah perlu ditingkatkan, agar aliran barang, jasa, dan manusia bisa lebih lancar dan efisien. Basuki menambahkan bahwa dengan konektivitas yang baik diharapkan terjadinya peningkatan pertumbuhan ekonomi kawasan.

Saat ini, Kementerian PUPR tengah membangun 29 jembatan di ruas Merauke-Sorong, Kabupaten Teluk Wondama. Pembangunan jembatan ini adalah bagian dari kelanjutan pembangunan Jalan Trans Papua. Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional Papua Barat, Gunadi Antariksa dalam keterangan persnya menyebutkan, jembatan yang akan dibangun memiliki total panjang keseluruhan sebesar 511,5 meter yang akan dibangun melalui enam paket pekerjaan.

Paket pembangunan jembatan tersebut yakni Paket Jembatan Kampung Muri-Kwatisore I dan II, Paket Jembatan Telaga I Cs., Paket Jembatan Werianggi-Ambuni, Paket Jembatan Log Cs., dan Paket Jembatan Mawin I Cs. Pembangunan paket jembatan tersebut telah dimulai sejak Januari 2022 sesuai kontrak, dengan progress 20,77% dengan target selesai pada akhir 2022.

Gunadi menambahkan selain jembatan, Kementrian PUPR juga terus melanjutkan pembangunan Jalan Trans Papua di ruas Merauke-Sorong. Menurutnya, terdapat beberapa tantangan dalam pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan di Papua, seperti kondisi cuaca, dan keadaan alamnya yang masih berupa hutan dengan kondisi geografi yang cukup berat hampir pada semua segmen.

Dengan berbagai tantangan yang dihadapi, meningkatkan pembangunan di Papua adalah sebuah kewajiban yang seyogyanya dilakukan oleh Pemerintah. Dengan infrastruktur yang memadai, terbukanya konektivitas di Papua terutama di daerah pegunungan dan pedalaman akan membuka wilayah yang terisolasi, yang mana pada akhirnya akan menurunkan harga-harga kebutuhan masyarakat.

Pembangunan infrastruktur di Bumi Cenderawasih adalah bukti kecintaan Indonesia kepada Papua. Sebuah pulau yang kaya, dengan masyarakat yang adil dan sejahtera untuk menyongsong Indonesia Maju 2045.  

)* Penulis adalah Pengamat Papua, mantan jurnalis media lokal di Papua

Tinggalkan Balasan