Perlu Segera Disahkan, Kebijakan Pemekaran DOB Papua Kembali Didukung Para Akademisi dan Tokoh Masyarakat Lintas Provinsi

Pembina Posko Timur Malang Raya Kadrian Hi Muhlis

suaratimur.id – Pasca berita menggembirakan dari pertemuan antara Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian dengan Gubernur Papua, Lukas Enembe berkaitan dengan kesepakatan dukungan kebijakan pemekaran wilayah di Papua. Sejumlah respon berdatangan menyatakan sikapnya dengan beragam sisi dan sudut pandang. Sudah tentu bisa ditebak, para penolak kebijakan Daerah Otonomi Baru (DOB) yang didukung oleh kelompok separatis Papua merasa kaget dan kecewa terhadap sikap gubernur tersebut, karena sebelumnya pernah ‘mampir’ berpihak pada penolakan kebijakan pemekaran tersebut.

Namun di sisi lain, adanya dukungan dari Gubernur sebagai simbol perwakilan masyarakat Papua, seperti menjadi amunisi sekaligus pemantik bagi beragam pihak dari berbagai wilayah untuk terus memberikan sikap dukungan terhadap kebijakan pemekaran sebagai wujud sekaligus upaya mempercepat pembangunan di bumi cenderawasih, Papua. Beberapa dukungan tersebut datang dari lingkup akademisi dan tokoh masyarakat dari sejumlah tempat yang berbeda.

Aliansi Mahasiswa Melanesia Yogyakarta Dukung Pemekaran DOB

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Melanesia Yogyakarta (AMMY) menggelar aksi di Kantor DPRD Kota Jogja pada Sabtu 18 Juni 2022 menyatakan sikap dukungan rencana pemekaran DOB di Papua. AMMY merupakan organisasi yang didalamnya terdiri dari mahasiswa asal Papua, Papua Barat, NTT, Maluku, dan Maluku Utara.

Selain mendukung dilanjutkannya tiga rancangan UU pemekaran di Papua, mereka juga mendukung dilanjutkannya rencana pemekaran provinsi di Papua Barat Daya dan Papua Utara, termasuk mendukung pembangunan Polres dan Kodim di Kabupaten Dogiyai, serta kelanjutan rencana pembangunan bandara antariksa di Biak. Dalam kesempatan tersebut, AMMY juga menyatakan menolak permintaan hak penentuan nasib sendiri/ referendum oleh kelompok kepentingan. Adanya kebijakan DOB dan Otsus sesuai dengan UU Nomor 2 Tahun 2021 ditujukan guna percepatan pembangunan kesejahteraan orang asli Papua (OAP) dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Posko Timur Malang Raya Desak Pemerintah Realisasikan Kebijakan Pemekaran Papua

Tak hanya di Kota Pelajar Yogyakarta, dukungan terhadap kebijakan pemekaran DOB juga muncul dari organisasi yang menaungi seluruh mahasiswa maupun masyarakat asal wilayah timur, mencakup Provinsi Papua, Sulawesi, Maluku, hingga NTT yang berada di Malang Raya. Organisasi yang bernama Posko Timur Malang Raya melalui pembinanya, Kadrian Hi Muhlis menyatatakan dukungan terhadap pemekaran DOB di Papua demi peningkatan kesejahteraan masyarakat asli Papua. Pernyataan tersebut senada dengan deklarasi dukungan DOB oleh 14 Kabupaten/ Kota masyarakat Papua Barat pada Jumat 17 Juni 2022.

Sebagai Pembina Posko Timur Malang Raya, dirinya turut bangga dan bahagia dengan seruan masyarakat Papua yang secara serentak mendukung penuh pemerintah dalam mempercepat pelaksanaan DOB di Papua. Menurutnya, DOB merupakan solusi bagi masyarakat papua dalam rangka pemerataan pembangunan, peningkatan mutu pendidikan, kesehatan dan juga menjawab problematika di tanah papua. Ia juga meminta kepada seluruh mahasiswa Papua khususnya dari Papua Barat yang mengenyam pendidikan di Jawa Timur Khususnya di Kota Malang agar turut mendukung penuh kebijakan pemerintah dalam rangka percepatan pembangunan di tanah papua. Mahasiswa Papua fokus belajar agar nantinya saat kembali ke Papua dapat memberikan konstribusi nyata bagi masyarakat disana,

Aliansi Masyarakat Berdaya Kota Semarang Gelar FGD Dukung DOB Papua

Sementara itu dalam lingkup massa yang lebih luas, kelompok masyarakat yang menamakan Aliansi Masyarakat Berdaya (AMB) Kota Semarang menggelar Focus Group Discussion (FGD) sebagai bentuk dukungan terhadap Daerah Otonomi Baru (DOB) dan keberlanjutan Otonomi Khusus (Otsus) di Papua.

Dalam Diskusi tersebut, AMB berharap kebijakan Otsus diarahkan kepada pelaksanaan program-program pembangunan yang merupakan kebutuhan mendasar masyarakat, dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi kerakyatan. Koordinator AMB, Bagas Adi, mengatakan bahwa pembentukan DOB akan memberikan kesempatan-kesempatan baru bagi Putra Daerah untuk semakin berkembang. Sementara itu, pemerhati Papua Yusuf Martak mengatakan kebijakan DOB menjadi salah satu alternatif solusi untuk memaksimalkan program Otsus di Papua yang perlu didukung secara penuh.

Tokoh Masyarakat Papua di Jambi Nilai Kebijakan DOB Sangat Bagus

Dukungan terhadap kebijakan DOB juga muncul dari tokoh masyarakat Papua yang berada di Kota Jambi, Elieser Wettebosi. Menurutnya, warga Papua di Provinsi Jambi sangat bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada pemerintah juga kepolisian yang telah memberikan perhatian dan bimbingan. Ia menyarakan dan memberikan pandangan kepada warga Papua di Jambi untuk tidak terlalu memikirkan masalah kemerdekaan Papua dan agar memahami akan manfaat program Pemerintah untuk membuat DOB di wilayah Papua. Rencana DOB yang diprogramkan di daerah Papua sangat bagus dan pihaknya setuju apabila segera direalisasikan oleh Pemerintah pusat untuk kemajuan di Provinsi Papua.

Warga Papua yang ada di Jambi akan berupaya menjadi contoh untuk warga Papua yang ada di seluruh Indonesia terutama di daerah Provinsi Papua, terkait Integritas Bangsa Indonesia agar warga Papua tetap dipercaya dan diterima di seluruh daerah Indonesia. Selama ini pembangunan di Provinsi Papua dan laju ekonomi hanya menyisir di wilayah pesisir saja. Sehingga melalui pemekaran wilayah baru beberapa wilayah papua di pegunungan akan dapat terakomodir pembangunannya.  

Harapan Bersama Terwujudnya Kebijakan DOB untuk Papua Semakin Maju dan Damai

Munculnya sejumlah dukungan yang berlangsung secara terus menerus menjadi salah satu indikasi adanya keseriusan dari masyarakat Papua, baik yang tinggal di wilayah sendiri maupun yang berada di luar untuk terus berupaya membangun tanah Papua menjadi lebih maju dan sejahtera. Pernyataan sikap terhadap suatu kebijakan memang menjadi hak setiap orang atau pihak dalam merespon, namun untuk mewujudkan percepatan pembangunan suatu wilayah perlu dipertanyakan bagi pihak yang merespon kebijakan DOB dengan sikap penolakan. Terlebih, sikap tersebut didukung oleh kelompok separatis yang jelas-jelas bertentangan dengan pemerintah Indonesia serta memiliki misi melepaskan diri melalui upaya mempengaruhi masyarakat Papua.

Untuk diketahui bahwa hingga saat ini kelompok separatis Papua terus melancarkan serangan terhadap siapapun tanpa pandang bulu. Setelah beberapa waktu sebelumnya menyerang tukang ojek hingga tewas, Sabtu 18 Juni 2022 kemarin, kelompok separatis kembali menyerang anggota Brimob yang merupakan putra daerah bernama Diego Rumaropen saat bertugas di Distrik Napua, Kabupaten Jayawijaya.

Korban dianiaya hingga tewas serta menyebabkan hilangnya dua pucuk senjata api organik Polri. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Papua Jery Yudianto mengatakan bahwa almarhum merupakan salah satu putra terbaik Papua.

Maka bagi para pihak yang menolak DOB, renungkanlah kembali sikapmu. Apakah akan membangun tanah Papua menjadi lebih baik, atau berpihak pada kelompok separatis turut mencerai-beraikan Papua hingga membunuh saudara sendiri untuk kepentingan yang tak jelas.

__

Agus Kosek

(Pemerhati Masalah Papua)

Tinggalkan Balasan