suaratimur.id – Sebuah momentum strategis sekaligus pemersatu sedang ditunggu-tunggu khususnya oleh warga jemaat Gereja Kristen Injil (GKI) di wilayah Papua. Sidang Pemilihan Ketua Sinode ke-18 GKI Papua bakal digelar di negeri seribu bakau kabupaten Waropen. Sebuah wilayah pemekaran dari Kabupaten Yapen Waropen yang terletak di Oudate, memiliki 117 desa dan 13 kecamatan dengan luas wilayah 31.514 Km.

Sesuai rencana, Sidang Sinode yang digelar setiap lima tahun sekali tersebut akan menetapkan landasan-landasan GKI untuk memasuki era perubahan, yakni amandemen tata gereja, rencana strategi GKI, Liturgi GKI, strategi baru sistem pengelolaan pendidikan GKI, serta program-program strategis GKI lainnya.

Kilas Balik GKI di Tanah Papua

Secara spesifik, GKI di tanah Papua merupakan salah satu gereja tertua yang berdiri sebagai buah Pekabaran Injil dan menjadi sebuah organisasi modern pertama yang dipimpin oleh Orang Asli Papua (OAP) sejak tanggal 26 Oktober 1956. Hal tersebut sesuai catatan yang ditulis oleh mantan Ketua Badan Pekerja AM Sinode GKI di Tanah Papua, Pendeta Filep Jacob Spener (F.J.S) Rumainum berjudul: “Sepuluh Tahun GKI Sesudah Seratus Satu Tahun Zending di Irian Barat”.

Di awal terbentuknya GKI di Tanah Papua, dimulai dengan Sinode Persiapan (Proto Sinode) pada tahun 1954 yang mengesahkan Sembilan Sinode Resor, yakni: Resor Hollandia/ Nimboran, Resor Sarmi, Resor Japen/ Waropen, Resor Biak/ Numfor, Resor Miei, Resor Manokwari, Resor Sorong, Resor Teminabuan dan Resor Inanwatan. Kemudian pada tahun 1956 berdirilah GKI Di Irian Barat yang diawali dengan penyusunan dan pembahasan hingga perumusan serta pengesahan Tata Gereja. Tata Gereja ini pada awal mula terdiri dari enam bab yang kemudian dikembangkan dalam sidang-sidang Sinode GKI Di Tanah Papua hingga saat ini. 

Menjelang penyelenggaraan Sinode ke-18 di Kabupaten Waropen, Papua 18 Juli 2022 mendatang. Kondisi GKI di Tanah Papua sudah sangat besar terdiri dari 55 Klasis dan 1.672 Jemaat Mandiri, serta 15 bakal Klasis, 45 pos Pekabaran Injil dan 102 pos pelayanan serta 96 bakal Jemaat. Diketahui bahwa sepanjang era kepemimpinan Pendeta Andrikus Mofu, M.Th sejumlah hasil nyata telah dicapai, diantaranya adalah sentralisasi penggajian bagi tenaga organik GKI Di Tanah Papua yang terpusat dan dikendalikan langsung dari Kantor Sinode GKI yang beralamat di Argapura, Jayapura. Sekaligus memberikan kemapanan bagi jemaat dan Klasis untuk mampu bertumbuh dari prosentase 40 persen dan 20 persen yang telah ditetapkan sebagai regulasi internal. Hal positif tersebut patut dipelihara dan terus disemai agar menghasilkan buah bagi Pekerjaan Tuhan di Tanah Papua. 

Dalam event pemilihan ketua Sidang Sinode ke-18 kali ini, terdapat dua calon kuat yang mendapat dukungan dari para perwakilan klasis GKI yaitu Pendeta Andrikus Mofu (Ketua Sinode Petahana) dan Pendeta Albert Yoku (Mantan Ketua Sinode GKI TP 2012 s.d 2017). Dalam hal keikutsertaan, sidang Sinode GKI Tanah Papua rencananya akan dihadiri oleh perwakilan dari 55 klasis dan 15 bakal klasis dari seluruh wilayah Papua dan Papua Barat. Setiap klasis memiliki 5 hak suara, sedangkan bakal klasis memiliki 3 hak suara, sehingga total ada 320 suara, dengan jumlah suara yang berasal Provinsi Papua sebanyak 199 suara.

Dukungan dan Harapan Masyarakat Papua Terhadap Sidang Sinode GKI Papua

Beberapa hari menjelang pelaksanaan, sejumlah persiapan telah dilakukan baik oleh panitia penyelenggara maupun setiap wilayah yang akan menghadiri event lima tahunan tersebut.

Praktisi hukum dan aktivis HAM yang juga seorang anak GKI Petua pada Majelis Jemaat GKI Sion Sanggeng di Manokwari, Yan Ch. Warinussy, SH memiliki harapan besar terhadap pelaksanaan Sidang Sinode ke-18 GKI di tanah Papua menjadi gereja yang mandiri baik dalam sumber daya manusia dan dana. Selain itu, sidang Sinode merupakan pesta iman, bukan ajang suksesi kepemimpinan model politik konvensional.

Anggota Badan Pekerja Am Sindoe GKI di Tanah Papua Wilayah VII, Nimbrot Sesa menyatakan bahwa pihaknya sepakat mendukung sepenuhnya keputusan sidang sinode yang diambil, baik tentang amandemen tata gereja juga pemilihan badan pekerja AM Sinode. Dirinya beharap kepada seluruh umat kristiani yang berada di tanah Papua agar berdoa agar pelaksanaan sidang berjalan dengan baik dan seturut dengan kehendak dan maksud Tuhan. Ia juga memastikan bahwa Badan Pekerja Sinode Wilayah VI bersama dengan seluruh klasis-klasis di wilayah VII siap untuk mensukseskan sidang sinode ke-18 di Kabupaten Waropen.

Sementara itu, Bupati Kepulauan Yapen Toni Tessa, S.Sos menyatakan bahwa semangat warga begitu antusias dalam menyambut event sidang Sinode GKI Papua. Semangat Parade Obor Sidang Sinode Ke-18 yang dihantarkan Badan pekerja Klasis Yapen Barat pada 12 Juli 2022 lalu dijemput ribuan warga jemaat dan para pelayan Tuhan di 43 Jemaat Klasis Yapen. Warga jemaat Klasis Yapen Selatan merasakan sukacita dalam penyambutan Obor Sidang Sinode yang diarak dari Distrik Kosiwo memasuki wilayah Yapen Selatan. Tampak sukacita yang begitu besar terpancar ketika rombongan tiba di GKI Bethania Mariadei, hingga ke GKI Jemaat Lililin Kecil Mariadei. Arak-arakan Obor Sidang Sinode terus berlanjut sepanjang rute yang telah ditentukan panitia transit. Sepanjang rute yang dilewati dalam pengawalan Obor Sidang Sinode, warga jemaat terus menyanyikan lagu-lagu pujian yang diiringi tabuhan tifa dan paduan suara lagu-lagu rohani menyambut dengan penuh kegembiraan.

Dukungan Pemerintah Melalui Pengerahan Kapal Perintis dan Logistik

Antusias dan sambutan positif atas perhelatan sidang Sinode juga menjadi perhatian pemerintah pusat. Kementerian perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut mengerahkan 9 Kapal Perintis dalam mendukung penyelenggaraan Sidang Sinode ke-18 dari tujuh titik lokasi, yaitu dari Jayapura, Biak, Manokwari, Nabire, Serui, Sorong, serta Wasior.

Adapun kapal perintis KM Sabuk Nusantara (Sanus) yang dikerahkan melayani para peserta Sidang Sinode dari Pelabuhan Jayapura ke lokasi Sidang Sinode, adalah KM Sanus 81, KM Sanus 58 dan KM Sanus 100. Kapal perintis bakal digunakan melayani sekitar 1.500 sampai 2.000 peserta sidang Sinode khusus dari Wilayah 1 yang meliputi, Klasis Port Numbay, Klasis Sentani, Klasis Waibu Moi, Klasis Keerom, Klasis Kemtuk Gresi, Klasis Nimobkran, Klasis Tanah Merah, Klasis Tanah Merah Barat, Klasis Nawawirway, Bakal Klasis Muara Tami, dan Bakal Klasis Senggi.

Disamping itu, Staf Ahli Bidang Rehebilita Sosial Menteri Sosial RI, Benhur Tomi Mano mengatakan bahwa Menteri Sosial juga mendukung suksesnya pelaksanaan sidang Sinode GKI tahun 2022. Sejumlah bantuan akan disalurkan oleh Kementerian Sosial, seperti 30ton beras, kasur dan bantal, solar cell, tenda ukuran besar dan sejumlah bantuan lainnya yang akan distribusikan secepatnya. Menteri Sosial, Tri Rismaharini juga direncanakan akan hadir pada sidang penutupan sidang Sinode.

__

Agus Kosek

(Pemerhati Masalah Papua)