Investasi Jalan Tol Memiliki Prospek Cerah

Oleh : Deka Prawira )*

Stabilitas ekonomi Indonesia dan kemudahan perizinan merupakan daya tarik bagi pengembangan usaha, tidak terkecuali di bidang infrastruktur jalan tol. Di sisi lain, minat penggunaan jalan tol juga masih akan meningkat kedepannya, sehingga pengusaha diharapkan untuk tidak ragu untuk berinvestasi di Indonesia karena masih memiliki prospek cerah di tengah ancaman resesi global.

Pemerintah melalui Kementerian Perumahan dan Pekerjaan Umum (PUPR) membuka peluang investasi jalan tol dengan nilai mencapai Rp 82 triliun. Terdapat 41 ruas jalan tol sepanjang 2.500 kilomenter (Km) yang diharapkan dapat dibangun hingga tahun 2024.

Berdasarkan data Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), hingga Juni 2022, terdapat 2.493,42 Km jalan yang telah beroperasi di Indonesia dan tersebar di pulau Sumatera, Kalimantan, Jawa dan Sulawesi. Hingga kini terdapat 66 ruas tol yang telah resmi beroperasi seluruhnya dan 30 ruas tol sedang dalam tahap konstruksi. Di sisi lain, pemerintah juga akan segera memulai proses pembangunan jalan tol di Ibu Kota (IKN) Nusantara, Kalimantan Timur.

Sebelumnya Lembaga Pengelola Investasi atau Indonesia Investment Authority (INA) menandatangani dua perjanjian investasi pada jalan tol di Pulau Jawa dan Sumatera. Presiden Joko Widodo mengungkapkan, total nilai investasi tersebut mencapai Rp 39 triliun atau setara dengan 2,72 miliar US Dollar. INA menandatangani perjanjian induk dengan PT Hutama Karya untuk sejumlah investasi di ruas jalan tol salah satunya di Tol Trans Sumatera.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan, INA juga menandatangani konfirmasi dimulainya transaksi dengan Waskita Toll Road, yang merupakan anak usaha dari PT Waskita Karya Tbk (WSKT) untuk dua bagian jalan tol Trans Jawa.

Untuk investasi pada tiga ruas tol Trans Sumatera terdiri dari Tol Medan-Binjai sepanjang 17 Kilometer, Tol Bakauheni Besar sepanjang 141 km dan tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung sepanjang 189 km. Sedangkan untuk dua ruas Tol Trans Jawa yaitu Tol Kanci-Pejagan sepanjang 35 km, dan tol Pejagan-Pemalang sepanjang 58 km.

Sri Mulyani juga menuturkan, transaksi ini merupakan transaksi jangka panjang yang aman dan akan memberikan pendapatan stabil bagi INA, yang dimiliki oleh pemerintah secara mayoritas atau keseluruhan. Penandatanganan ini merupakan langkah konkrit pertama INA sejak membentuk dana jalan tol di tahun sebelumnya yang mencapai 3,75 Miliar US Dollar, dengan Caisse de depot et Placement du Quebec (CDPQ), APG Asset Management (APG) dan satu unit Abu Dhabi Investment Authority (ADIA) sebagai rekanan investor.

Selain itu, pada waktu yang sama, transaksi ini juga memberikan dana segar baru bagi Hutama Karya dan Waskita Karya, karena kedua BUMN tersebut masih terus diberikan misi untuk pembangunan Tol Trans Sumatera yang saat ini sudah selesai untuk 6 ruas sepanjang 531 km dengan total target 24 ruas sepanjang 2.800 km.

Adapun, pembangunan Tol Trans Sumatera ini memiliki potensi ekonomi yang sangat besar dengan trafik dan potensi ekonomi yang akan memberikan ketahanan ekonomi nasional. Apalagi ekonomi Indonesia tidak hanya bergantung pada satu lokasi yaitu pulau Jawa.

Sementara itu, Direktur Utama INA Ridha Wirakusumah mengatakan, sebenarnya proyek lain yang sedang dipertimbangkan untuk diinvestasikan pada tahun ini antara lain proyek pelabuhan laut, panas bumi dan kesehatan. Aset dana kekayaan yang dikelola oleh INA hampir 6 miliar US Dollar, tetapi bertujuan untuk meningkatkan angka menjadi antara 15 Miliar US Dollar hingga 20 miliar US Dollar dalam waktu tiga tahun didukung oleh bantuan dari investor bersama.

Direktur Utama PT BNI Sekuritas (BNIS) Agung Praboro mengatakan pihaknya melihat minat investasi jalan tol masih tetap tinggi ke depannya seiring dengan pembangunan jalan tol yang masih luas. Aktivitas masyarakat terlihat semakin tinggi yang terlihat dari kondisi volume trafik jalan tol yang semakin meningkat. Di samping itu, pembangunan infrastruktur jalan tol di Indonesia juga tengah bertumbuh.

Agung juga mengatakan, kondisi ini dapat membuka akses dan meningkatkan keterhubungan antar wilayah, daerah serta meningkatkan efisiensi dan produktifitas masyarakat. Dalam enam bulan terakhir, divisi Investment banking BNI Sekuritas selaku penasihat keuangan telah berhasil membantu menyelesaikan 2 transaksi jalan tol. Ke depannya, BNI Sekuritas akan terus berkomitmen dalam membantu penyelesaian transaksi jalan tol sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam membangun industri jalan tol di Indonesia.

Investasi jalan tol menunjukkan optimisme Indonesia dalam upaya pemulihan ekonomi nasional. Datangnya investor yang berminat terhadap investasi tersebut juga menunjukkan bahwa perekonomian Indonesia masih stabil. Di sisi lain, kenaikan investasi di Indonesia diharapkan dapat membuka lapangan kerja sekaligus mempercepat pemulihan ekonomi nasional.

)* Penulis adalah kontributor Pertiwi Institute

Tinggalkan Balasan