Oleh : Alfisyah Dianasari )*

Kunjungan kerja yang dilakukan oleh Presiden Joko Widodo ke Abu Dhabi untuk bertemu dengan para investor asal Uni Emirat Arab (UEA) diyakini akan berdampak positif. Dengan adanya ajakan investasi tersebut, pengusaha asing diharapkan akan tertarik untuk mengembangkan usahanya di indonesia.

Pada 1 Juli 2022, Presiden RI, Joko Widodo tiba di Abu Dhabi dan melakukan pertemuan dengan Presiden Uni Emirat Arab (UEA), Sheikh Mohammed bin Zayed bin Sultan Al Nahyan. Pertemuan tersebut membahas sejumlah agenda besar yang kiranya akan dilakukan oleh kedua negara dan juga tentunya membahas mengenai kerja sama.

Salah satu fokus bahasan dan saat ini memang tengah digencarkan oleh Pemerintah RI adalah bagaimana caranya sesegera mungkin kembali mampu menggerakkan roda perekonomian di Tanah Air pascapandemi Covid-19. Untuk itu, faktor investasi menjadi hal yang sangatlah krusial dalam pembahasan tersebut sehingga Presiden Jokowi langsung mengawali agendanya di Abu Dhabi untuk berjumpa dengan para investor asal UEA.
Sebagaimana keterangan pers yang dilakukan oleh Presiden Jokowi, bahwa Uni Emirat Arab akan menjadi negara terakhir yang dikunjungi setelah agenda KTT G-7 di Jerman.

Di sisi lain, Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan sebelumnya juga sempat mengadakan pertemuan dengan Presiden UEA. Luhut mengatakan kalau UEA bersedia untuk melakukan investasi mereka pada proyek strategis Tanah Air, yakni pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan. Tidak tanggung-tanggung, dana yang dikeluarkan oleh investor mencapai 20 miliar US Dollar.

Hubungan diplomasi yang telah terjalin dengan Indonesia dan UEA sendiri sudah kuat sejak dulu. Bahkan pada November 2021 lalu Presiden Jokowi didampingi sejumlah Menteri termasuk Menko Perekonomian Airlangga Hartarto juga telah mengadakan pertemuan di Abu Dhabi dan membahas hal yang sama, yakni strategi investasi yang bisa menguntungkan kedua belah pihak negara.

Saat itu, pertemuan bilateral menghasilkan kesepakatan bahwa memang UEA sendiri akan terus meningkatkan kerja sama mereka di Indonesia berupa perdagangan dan juga investasi. Terlebih memang sudah dibuat kesepakatan antara kedua negara dalam perjanjian Indonesia-UEA Comprehensive Economic Partnership Agreement (IUAE-CEPA) pada September 2021, dimana kedua negara sangat mengharapkan agar kesepakatan tersebut dapat dilaksanakan dan berjalan tanpa kendala serta selesai tepat waktu.

Dalam perjanjian CEPA terdapat kesepakatan yang telah disetujui antara Indonesia dengan Uni Emirat Arab, yakni peningkatan kerja sama perdagangan bahkan hingga tiga kali lipat serta meningkatkan peringkat investasi yang dilakukan oleh UEA ke Indonesia dari yang sebelumnya berada pada posisi 25.

Menko Airlangga menyatakan kalau seluruh kerja sama di bidang investasi demi memulihkan roda perekonomian negara akan benar-benar dimaksimalkan oleh Pemerintah, terlebih setelah disahkannya UU Cipta Kerja yang membuat seluruh proses layanan perdagangan serta investasi asing untuk masuk ke Tanah Air menjadi lebih mudah, sehingga pemulihan ekonomi pascapandemi Covid-19 akan dengan segera terealisasi.

Beberapa sektor yang diharapkan oleh Menko Perekonomia RI dapat dibantu dengan maksimal oleh Uni Emirat Arab adalah sektor kesehatan, pengembangan ekonomi hijau yang berkelanjutan, kerja sama di sektor energi terbarukan, ritel dan infrastruktur pelabuhan, jalan tol, kerja sama di bidang teknologi digtal serta di bidang industri pertahanan.

Dalam industri pertahanan sendiri, UEA telah sepakat untuk membangun kerja sama protokol pengembangan sebagaimana ditandatangani langsung oleh Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. Kerja sama akan berfokus pada pengembangan industri pertahanan diantara kedua negara, yakni dengan meningkatkan keselarasan perencanaan strategis, perumusan kebijakan untuk penelitian hingga produksi bersama. Selain itu, terdapat pula ketentuan dalam rumusan kerja sama tersebut mengenai program offset nasional, perizinan teknologi, penyediaan bakat internasional serta investasi SDM.

Mengenai kerja sama dalam industri pertahanan sendiri, pada bulan Februari lalu Menhan Prabowo Subianto juga pernah meneken kesepakatan, yang berisi bahwa kedua negara saling sepakat untuk mengunjungi pejabat angkatan bersenjata dengan tujuan saling bertukar informasi. Selain itu ada kesepakatan untuk bersama-sama meningkatkan kapasitas dan pengembangan SDM di bidang pertahanan, termasuk mengenai ilmu pengetahuan dan teknologi di industri pertahanan.

Nilai investasi serta perdagangan yang telah dilakukan oleh UEA ke Indonesia terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Sebagai contoh nilai investasi pada periode tahun 2017 hingga 2021 mencapai 189,8 juta US Dollar dengan menangani sebanyak 484 proyek. Kemudian untuk nilai perdagangannya sendiri, sepanjang tahun 2020 mencapai angka 2,9 miliar US Dollar. Kemudian untuk periode bulan Januari hingga Agustus 2021 nilainya sudah mencapai 2,4 miliar US Dollar padahal masih belum genap satu tahun.

Presiden Joko Widodo akan terus menjalin hubungan baik dengan seluruh negara di dunia, termasuk salah satunya adalah UEA karena selama ini kerja sama bilateral yang sudah terjalin dengan baik. Pihak UEA sendiri pun akan membantu meningkatkan perekonomian dengan melakukan investasi ke Tanah Air pada proyek-proyek unggulan bangsa ini.

)* Penulis adalah kontributor Lingkar Pers dan Mahasiswa Cikini