Oleh : Aulia Putri )*

Vaksin corona yang ada di Indonesia dipastikan aman dan 100% halal oleh MUI dan sudah lulus uji BPOM. Masyarakat diharapkan tidak ragu untuk vaksin demi percepatan terbentuknya herd immunity.

Akhir-akhir ini masyarakat sangat antusias akan vaksinasi, dan mereka seolah berebut slot agar mendapatkan vaksin tersebut. Penyebab pertama adalah mereka sudah paham bahwa vaksinasi sangat ampuh dalam melawan corona dan meningkatkan imunitas tubuh. Kedua, jika ingin bepergian, terutama ke luar negeri, saat ini harus menunjukkan kartu vaksin.

Semua orang sudah paham bahwa vaksinasi adalah salah satu cara untuk menghindari corona, karena vaksin Sinovac terbuat dari virus yang dilemahkan. Sehingga tubuh akan memiliki kekebalan tinggi. Selain itu, vaksin ini sudah pasti aman karena lulus uji BPOM. Bahkan Presiden Jokowi sendiri yang mencoba vaksin untuk pertama kalinya untuk menguji keamanannya dan beliau sampai sekarang sehat-sehat saja.

Di Indonesia, vaksin yang digunakan antara lain Sinovac dan AstraZaneca. Kedua jenis vaksin ini sudah lolos uji klinis tahap 3, terdaftar di WHO, jadi terjamin keamanannya. Juru bicara tim satgas covid Dokter Wiku menyatakan bahwa uji klinis adalah tahap yang harus dilalui setiap vaksin untuk memastikan aman digunakan manusia dan memiliki efektivitas menghasilkan imunitas tubuh terhadap corona.

Masyarakat juga tidak usah takut akan vaksin, karena pengembangannya dilakukan oleh dokter, para ahli, dan juga WHO. Pengembangan vaksin adalah hal yang tidak main-main, apalagi vaksin ini dibuat dan dikembangkan untuk mencegah penularan corona. Sehingga masyarakat akan merasa aman, karena produk vaksin yang masuk di Indonesia benar-benar valid.

Vaksin corona juga aman karena tidak mengandung bahan yang berbahaya seperti merkuri, boraks, pengawet, formalin, dan lain-lain. Hal ini sudah diuji oleh para ahli dari BPOM. Sepintas memang agak mengagetkan, mengapa ujiannya cepat sekali? Penyebabnya karena pandemi ini darurat sehingga ada birokrasi yang dipangkas, sehingga hasilnya cepat keluar.

Selain aman, vaksin juga sudah berstatus halal MUI. Tidak usah ragu akan kehalalannya, karena semua anggota dan pengurus MUI yang menjaminnya. Mereka bahkan turut mengawal dari awal pembuatan vaksin pada bulan oktober tahun 2020 di RRC, hingga kedatangannya di Indonesia. Sehingga memastikan penuh kehalalannya.

Status halal vaksin corona termuat dalam Fatwa MUI nomor 2 tahun 2021, yang berisi bahwa vaksin covid-19 terbukti suci dan halal. Selain itu, vaksin corona boleh digunakan sepanjang terjamin keamanannya menurut para ahli.

Kehalalan vaksin corona sangat penting karena mayoritas WNI adalah umat Islam. Namun mereka tentu otomatis percaya jika yang mengeluarkan fatwa halal adalah MUI, yang merupakan lembaga valid dan resmi untuk menyatakan kehalalan suatu produk, termasuk vaksin.

Untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat maka Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin juga sudah divaksin, dan beliau yang seorang Kiai percaya bahwa vaksin ini halal. Penyebabnya karena vaksin ini sudah dijamin MUI, dan beliau tahu bahwa isinya hanya virus yang dilemahkan, dan tidak mengandung gelatin babi atau bahan lain yang tidak halal.

Para kiai dari berbagai pondok pesantren di Indonesia juga telah divaksin dan mereka menghimbau agar seluruh ustad dan santri (yang berusia di atas 12 tahun) untuk diinjeksi. Mereka percaya bahwa vaksin corona aman dan halal, dan vaksinasi adalah cara ampuh untuk melawan corona. Apalagi di pondok amat rawan terbentuk klaster, sehingga semuanya wajib divaksin.

Kehalalan dan keamanan vaksin sudah dijamin oleh BPOM dan MUI. Masyarakat diminta untuk mengikuti program vaksinasi nasional dan mendapatkan injeksi, di Puskesmas atau RS yang ditunjuk. Sehingga jika makin banyak yang divaksin, akan terbentuk kekebalan kelompok, sebagai syarat untuk mengakhiri fase pandemi.

)* Penulis adalah kontributor Pertiwi institute

Oleh : Jefry Kurniawan )*

Pemerintah memastikan bahwa Vaksin Covid-19 aman dan halal digunakan. Dengan demikian, masyarakat diimbau untuk tidak ragu untuk mengikuti program tersebut.
Presiden RI Joko Widodo telah meyakinkan bahwa Vaksin Covid-19 yang digunakan dalam program vaksinasi massal, telah dinyatakan suci dan halal oleh Majelis Ulama Indonesia.

Selain itu, beliau juga telah menegaskan bahwa vaksin Covid-19 sudah terlebih dahulu melalui proses uji klinis, untuk memastikan keamanan dan efektifitasnya.
Wiku Adisasmito selaku Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 memastikan vaksin yang akan disuntikkan masyarakat sudah melalui beberapa tahap uji klinis hingga dinyatakan aman. Baik itu yang dikembangkan kerja sama dengan negara lain maupun Vaksin Merah Putih yang sedang dikembangkan pemerintah.

Tahapannya, dimulai dari penelitian dasar dimana ilmuwan menelusuri mekanisme potensial berdasarkan ilmu sains biomedis. Kemudian vaksin akan dibuat dalam jumlah terbatas untuk bisa memasuki uji pra klinis dan uji klinis tahap 1, 2 dan 3.

Secara rincinya dalam tahap uji praklinis dilakukan studi sel di laboratorium yaitu studi in vitro dan in Vivo untuk mengetahui keamanan bila diujikan pada manusia. Setelah itu baru memasuki uji fase 1 dimana vaksin diberikan pada sekelompok kecil orang untuk melihat respon imunitas dan kekebalan yang dipicu.

Pada fase 2, vaksin diberikan pada ratusan orang sehingga para ilmuwan dapat mempelajari lebih lanjut tentang dosis yang tepat. Pada fase 3, vaksin diberikan pada ribuan orang untuk memastikan keamanannya termasuk efek samping yang jarang terjadi dan keefektifanya. Uji coba ini melibatkan kelompok kontrol yang diberi placebo, artinya kelompok kontrol adalah masyarakat yang disuntik tapi tidak dengan cairan vaksin.

Melalui proses uji klinis tersebut, Ilmuwan dapat mengetahui apakah vaksin dapat menimbulkan efek samping atau tidak, mengingat belum ada vaksin Covid-19 yang lulus uji klinis tahap 3, kewaspadaan dan monitoring terhadap keamanan vaksin terus dilakukan.

Wiku juga memaparkan terkait risiko antibody dependant enhancement (ADE) adalah suatu kondisi reaksi tubuh karena antibodi tubuh melawan antigen yang berupa virus atau bakteri. Terkait efek samping sejauh ini hanya ditemukan pada penyakit dengue dan sejenisnya dan tidak pada virus lain. Fenomena ADE hanya terlihat pada MERS, SARS. Ebola, HIV, semata-mata ditemukan in silico dan in Vitro, dan tidak menggambarkan fenomena pada manusia.

Fenomena ADE untuk virus corona telah diselidiki sejak percobaan praklinis hingga dinyatakan aman dan baik. Namun karena adanya perbedaan antara hewan percobaan dan manusia, tentu risiko ADE pada manusia harus dilakukan investigasi secara mendalam.

Sementara itu berkaitan dengan kehalalan vaksin, tentu saja bagi umat muslim, status kehalalan vaksin memjadi suatu hal yang penting.

Meski ada beberapa vaksin yang mengandung bahan non-halal, MUI membuat pengecualian penggunaan vaksin tersebut dalam kondisi darurat atau mendesak yang menyangkut kelangsungan hidup seseorang. Namun, harus ada upaya untuk menemukan vaksin yang halal.

Saat ini, pemerintah telah berhasil mencapai target 1.31 juta vaksinasi per hari pada 26 Juni 2021, tanggal tersebut lebih awal dari target yang ditetapkan Presoden yaitu mulai di bulan Juli. Target vaksinasi tersebut dicapai berkat upaya optimal dan gotong royong dengan semua pihak terutama TNI/Polri, pemerintah daerah, BUMN dan pihak swasta yang turut membantu.

Kenaikan tersebut terutama ditopang oleh operasi 1 juta vaksinasi yang digelar serentak di seluruh wilayah Indonesia oleh TNI/Polri.

Per 26 Juni, vaksinasi dosis pertama telah dilakukan pada lebih dari 27 juta orang dan vaksinasi dosis kedua pada lebih dari 13 juta orang.

Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) terus berupaya dalam meningkatkan percepatan vaksinasi. Selain membuka vaksinasi massal bekerja sama dengan semua elemen masyarakat, Kemenkes juga telah mengeluarkan Surat Edaran yang menginstruksikan seluruh pos pelayanan vaksinasi, Unit Pelaksana Teknis di bawah Kemenkes, seperti Kantor Kesehatan Pelabuhan, RS Vertikal, Poltekkes di seluruh Indonesia untuk melakukan vaksinasi kepada semua target sasaran tanpa memandang domisili atau tempat tinggal pada KTP.

Vaksin Covid-19 telah terbukti aman dan halal, sudah sepatutnya kita mendukung program vaksinasi agar pandemi covid-19 dapat segera berakhir dari Indonesia.

)* Penulis adalah kontributor Lingkar Pers dan Mahasiswa Cikini