Oleh : Abdul Karim )*

Pemerintah terus menggencarkan program vaksinasi kepada masyarakat. Vaksinasi diyakini efektif untuk membentuk antibodi lebih tinggi untuk melawan Covid-19.
Kita sudah melalui pandemi selama dua tahun. Dalam waktu yang berat ini harus sabar dalam menghadapi cobaan dan tetap menjaga protokol kesehatan. Selain itu juga wajib vaksinasi agar imunitas tubuh naik sehingga tidak mudah tertular Corona. Apalagi virus ini terus bermutasi dan varian omicron terbukti lebih cepat menular daripada varian lain, sehingga vaksinasi amat penting.

Program vaksinasi nasional telah dimulai dan pemerintah terus menggenjot agar cepat selesai. Penyebabnya karena makin banyak yang divaksin maka makin cepat kita memiliki herd immunity di seluruh Indonesia, sehingga kondisi pandemi dan lekas dapat diakhiri.
Di banyak daerah sudah mulai terbentuk herd immunity. Survey dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia menyatakan, “Antibodi terhadap Corona yang didapatkan oleh warga yang tinggal di wilayah aglomerasi lebih tinggi dibandingkan kabupaten atau kota lainnya.”

Temuan ini didapatkan dari survey seroprevalensi pada november hingga desember 2021. Seroprevalensi yang dimaksud adalah penelitian yang dilakukan untuk menghitung jumlah individu dalam suatu populasi yang menunjukkan hasil positif untuk penyakit tertentu berdasarkan spesimen serologi atau serum darah.

Iwan Ariawa, anggota tim pandemi Fakultas Kesehatan Masyarakat UI menyatakan, “Seroprevalensi atau sero survei dilakukan berdasarkan wilayah aglomerasi sebanyak 9 provinsi, 47 kabupaten/kota, dan wilayah aglomerasi yang terdiri dari 25 provinsi dan 53 kabupaten/kota. Sampelnya dari 92,8% penduduk.”

Iwan menambahkan, “Wilayah aglomerasi memiliki proporsi penduduk dengan antibodi yang lebih tinggi yakni 90,8% dibanding dengan wilayah non aglomerasi yakni 83,2%. Sedangkan di wilayah aglomerasi lebih banyak penduduk yang sudah divaksin daripada belum.“
Dalam artian, jika di wilayah aglomerasi masyarakatnya memiliki antibodi yang lebih tinggi maka berarti sudah mulai terbentuk herd immunity. Penyebabnya karena mayoritas warga sudah divaksin. Sehingga di satu wilayah yang berdekatan, antibodinya akan lebih tinggi. Jika dibandingkan dengan di wilayah non aglomerasi.

Hal ini membuktikan keampuhan vaksin Corona. Setelah setahun digalakkan program vaksinasi nasional maka antibodi masyarakat lebih tinggi, terutama di wilayah aglomerasi. Posisinya yang berdekatan membentuk kekebalan komunal sehingga tiap orang terlindungi dari Corona.

Dengan adanya hasil survey ini maka kita merasa lega karena ada harapan bahwa pandemi akan berakhir lebih cepat. Sehingga kita bisa beraktivitas dengan normal tanpa takut Corona. Tentunya tetap dengan mematuhi protokol kesehatan.

Walau herd immunity belum 100% di seluruh Indonesia, karena syaratnya harus punya cakupan vaksinasi minimal 75%, tetapi kita tetap optimis. Saat ini cakupan vaksinasi baru sekitar 50% tetapi akan terus digenjot. Hal ini dilakukan agar target dari pemerintah tercapai, yakni 100% vaksinasi setelah 18 bulan dari suntikan pertama di awal program vaksinasi nasional, berarti nanti di bulan september 2022.

Untuk mencapai target cakupan vaksinasi maka banyak pihak yang menyukseskan program vaksinasi nasional dengan mengadakan vaksinasi massal. Jadi, vaksinasi tidak hanya dilakukan di RS dan puskesmas. Namun juga di tempat umum seperti tanah lapang dan aula universitas.

Vaksinasi warga di kawasan aglomerasi terbukti memberi antibodi tubuh yang lebih tinggi untuk melawan Corona. Oleh karena itu, segeralah divaksin jika belum, karena kita harus punya imunitas kuat di masa pandemi. Jarak antar vaksin maksimal 6 bulan dan setelah itu baru menunggu undangan untuk suntik booster.

)* Penulis adalah kontributor Pertiwi Institute