Oleh : Muhammad Yasin )*

Pondok Pesantren menjadi pilar utama untuk mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas sesuai nilai Pancasila. Kehadiran SDM berkualitas dari Ponpes tersebut diharapkan dapat memperkuat keutuhan NKRI, utamanya dari ancaman ideologi radikal.

Sudah sejak dulu semasa Indonesia masih belum merdeka sekalipun, kalangan santri telah mengambil peran sentral. Pasalnya semangat juang mereka mampu untuk membangkitkan gerakan demi gerakan yang kemudian juga diikuti oleh seluruh masyarakat dan pada akhirnya Indonesia mampu mengusir para penjajah dari Tanah Air.

Kesetiaan yang dimiliki oleh para santri dalam memegang teguh agama dan juga semangat untuk membela negara memang tidak bisa diragukan lagi. Seperti dikatakan langsung oleh Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Prof. Yudian Wahyudi. Semangat tersebut tentu terus diharapkan semakin tumbuh dan diwariskan kepada para generasi penerus untuk mengawal terus serta mengisi kemerdekaan NKRI.

Aktualisasi dari nilai-nilai Pancasila yang merupakan ideologi negara harus terus diutamakan. Pihak santri dan juga pendidikan dalam pesantren merupakan salah satu lembaga pendidikan yang sangat sentral untuk terus merawat hal tersebut. Dengan rasa nasionalisme yang sangat tinggi dimiliki oleh para santri, maka ketahanan Pancasila dan Indonesia tentunya akan menjadi semakin kuat pula.

Ditambahkan oleh Prof. Yudian bahwa peranan santri sangatlah penting untuk bisa menjadi filter di masyarakat terkait dengan paham-paham yang bisa berpotensi mengganggu eksistensi ideologi negara. Terutama pastinya kelak ketika para santri sudah lulus dari Pondok Pesantren tentunya mereka akan menjadi calon pemimpin di daerah mereka masing-masing. Maka peranan mereka sudah pasti sangatlah sentral di masyarakat.

Bahkan definisi santri sendiri jika menurut KH Said Aqil Siradj adalah tidak melulu mereka yang identik dengan menggunakan sarung dan menjalani pendidikan di pondok pesantren. Namun baginya, predikat santri bisa diperoleh oleh siapapun selama orang tersebut memang merupakan pembelajar yang ulet. Selain itu santri sendiri merupakan cikal-bakal dari nilai-nilai kebangsaan, termasuk juga menjadi pengayom bagi kerukunan lintas agama, lintas budaya hingga lintas suku.

Secara khusus, untuk bisa menyokong visi Indonesia Emas pada tahun 2045 mendatang, Uu Ruzhanul Ulum selaku Wakil Gubernur Jawa Barat memberikan usulan mengenai gerakan Santri Pancasila. Baginya untuk bisa menyambut 100 tahun kemerdekaan Indonesia tersebut, sangat diperlukan Sumber Daya Manusia (SDM) yang sangat mumpuni, unggul, maju dan juga tentunya berkualitas.

Gagasan konsep ‘Hubbul Wathon Minal Iman’ atau gagasan untuk mencintai Tanah Air merupakan sebagian dari iman merupakan gagasan yang khas dari kaum Nahdliyin yang menurut Wakil Gubernur Jabar ini merupakan hal yang sangat penting untuk bisa diterapkan. Karena tidak bisa dipungkiri pula melalui aktualisasi gagasan tersebut saja, sudah bisa dikatakan bahwa santri adalah merupakan sosok Pancasilais sejati.

Menurutnya, dengan adanya gerakan Santri Pancasila ini maka generasi muda penerus Bangsa juga akan banyak memperoleh pelajaran betapa pentingnya merawat seluruh nilai-nilai Pancasila dan mengaktualisasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Karena baginya generasi muda sangat rawan untuk terpapar berbagai macam ideologi lantaran keterbukaan akses informasi yang sangat lebar di media diigital era sekarang ini.

Peningkatan SDM yang unggul seperti halnya disinggung oleh Wagub Jabar tersebut, salah satu pusatnya adalah pada pendidikan karakter dan juga akhlak generasi penerus, yakni terletak di pondok pesantren karena nyatanya Ponpes sendiri mampu untuk menjadi basis pengembangan banyak bidang sekaligus di masyarakat termasuk basis ketahanan ekonomi menurut Muhadjir Effendy selaku Menko PMK.

Memang peranan pondok pesantren dan juga para santri menjadi poros utama dalam peningkatan sumber daya manusia di Indonesia karena ajaran yang kompleks dengan memadukan antara akhlak karakter nilai agama dan juga nasionalisme, yang mana semuanya adalah upaya aktualisasi nilai-nilai Pancasila.
Ponpes dan kalangan santri sudah sejak lama menjadi pilar utama untuk mencetak SDM berkualitas berdasarkan Pancasila. Dengan adanya optimalisasi peran Ponpes dan kalangan santri kedepannya, maka persatuan Indonesia dapat terus terjaga.

)* Penulis adalah kontributor Lingkar Pers dan Mahasiswa Cikini